
Maya bangun pagi-pagi sekali, menyiapkan dirinya dengan baik untuk hari yang sibuk ini. Dia tahu bahwa hari ini dia akan menghabiskan waktu bersama James di luar kantor sesuai agenda, untuk kunjungan ke pabrik produksi susu dan evaluasi kinerja departemen. Setelah bersiap, Maya menuju ke kantor dengan mobil hadiah saat wisudanya oleh perusahaan di sopiri Edi.
Sesampainya di kantor, Maya langsung menuju ruang kerja James. James sudah menunggunya dengan senyuman ramah di wajahnya.
"Selamat pagi, Pak James. Saya siap untuk hari yang sibuk ini."
"Pagi, Maya. Bagus sekali melihat semangatmu. Kita akan mulai dengan kunjungan ke pabrik produksi terlebih dahulu. Ayo, kita berangkat."
Maya dan James naik ke mobil dan menuju ke pabrik produksi. Selama perjalanan, mereka berbincang-bincang tentang strategi perusahaan dan tantangan yang dihadapi di bidang produksi.
Pertama, mereka akan mengunjungi pabrik produksi susu yang merupakan salah satu aset perusahaan. Maya merasa antusias karena ini merupakan kesempatan baginya untuk melihat langsung proses produksi yang terjadi di dalam pabrik tersebut. Dia telah mempersiapkan dirinya dengan membaca beberapa informasi mengenai industri susu dan persiapan lainnya yang diperlukan.
Maya dan James menuju ke lobby perusahaan melalui lift eksekutif, dan mereka berangkat menggunakan mobil dinas. Selama perjalanan, James membagikan beberapa insight mengenai bisnis susu dan strategi yang sedang dikembangkan oleh Trotoarts. Maya dengan seksama mendengarkan dan mencatat hal-hal penting yang dibahas.
Tiba di pabrik, mereka disambut oleh manajer produksi yang mengawasi seluruh operasional pabrik. Maya terkesima melihat skala produksi yang besar dan mesin-mesin canggih yang digunakan dalam proses pembuatan susu. Dia mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung setiap tahap produksi, mulai dari penerimaan bahan baku hingga pengemasan produk jadi.
James dan Maya berdiskusi dengan manajer produksi mengenai efisiensi operasional, perbaikan yang dapat dilakukan, serta peluang pengembangan produk baru. Maya memberikan masukan berdasarkan pengetahuannya dan pengalaman selama PKL, yang membuat James terkesan dengan pemikirannya yang matang dan kontribusinya dalam diskusi tersebut.
Setelah dari pabrik dan sebelum kembali ke kantor, James mengajak maya untuk melihat salah satu rumah yang pernah di pilih maya tapi belum di tempati.
“Aku ingin melihat rumah yang kamu pilih” Kata james sesaat mobil keluar dari dalam pabrik.
Maya sangat terkejut ketika James mengajaknya untuk melihat rumah yang pernah dia pilih sebelumnya. Maya merasa senang dan penasaran, karena rumah tersebut adalah salah satu impian yang selama ini dia idamkan. Mereka berdua pergi menuju rumah tersebut, sambil berbincang-bincang tentang rencana dan harapan mereka.
Ketika tiba di depan rumah, Maya terkesima dengan keindahannya. Rumah tersebut memiliki desain yang elegan dan lokasinya yang strategis. Maya merasa sangat beruntung dan berterima kasih kepada James atas kesempatan ini.
“Minggu ini kamu harus pindah” Ucap james sambil melihat beberapa furniture yang telah terpasang.
__ADS_1
"Baik Pak, terima kasih banyak atas kesempatan ini. Saya benar-benar terkejut dan senang sekali."
"Tidak perlu berterima kasih. Kamu pantas mendapatkan yang terbaik. Rumah ini cocok dengan kepribadianmu dan prestasimu yang luar biasa."
“BUkan itu pak, tapi anda bersedia kesini untuk melihat pilihan rumah yang saya pilih ini.” Ucap maya terharu dan memerah pipinya.
“Itu bukan apa-apa” Jawab james yang semakin gemas melihat pipi maya yang mulai merah merona.
Maya dan James mengelilingi ke dalam rumah, melihat setiap ruangan dengan penuh antusiasme. Maya membayangkan bagaimana ia bisa mengatur furnitur dan dekorasi tambahan di dalam rumah ini. James memberikan beberapa saran dan inspirasi mengenai interior yang bisa membuat rumah tersebut menjadi tempat yang nyaman dan representatif.
Setelah puas melihat-lihat, Maya dan James kembali ke kantor. Maya merasa semakin termotivasi untuk meraih kesuksesan dan membangun karirnya di Trotoarts. Dia merasa beruntung memiliki dukungan dari James dan kesempatan untuk mengembangkan potensinya.
^^
Setelah kunjungan ke pabrik selesai, James dan Maya kembali ke kantor untuk agenda berikutnya, yaitu evaluasi kinerja departemen keuangan. Maya telah mempersiapkan laporan lengkap mengenai kinerja keuangan perusahaan selama beberapa bulan terakhir. Dia mengumpulkan data, menganalisis tren, dan membuat presentasi yang jelas dan komprehensif.
Setelah selesai dengan evaluasi, James memberikan apresiasi kepada Maya atas kinerjanya yang luar biasa. Dia melihat potensi besar dalam Maya dan menyatakan kebanggaannya memiliki seorang profesional muda yang berbakat di perusahaan.
Maya merasa senang dan bangga dengan pencapaian dan pengakuan yang diterimanya. Hari ini adalah hari yang berarti baginya, di mana dia dapat berkontribusi secara nyata dan mendapatkan pengalaman berharga dalam dunia bisnis.
Setelah hari yang penuh dengan aktivitas, Maya pulang dengan perasaan puas dan semangat yang tinggi. Dia merasa termotivasi untuk terus berusaha dan berkembang dalam karirnya di Trotoarts Inc.
^^
Pada saat malamnya Maya duduk di ruang tamu apartemennya, masih terbayang akan kunjungan James ke rumah yang dia pilih. Rani, yang datang mendekat, melihat wajah Maya yang terlihat sedikit bingung.
"Apa yang terjadi? Terlihat ada yang mengganggu pikiranmu."
__ADS_1
"Eh tau gak”
“Gak” Jawab rani ingin menggoda maya.
“Isssh, tadi siang James mengajakku ke rumah yang pernah aku pilih. Aku masih terkejut dengan kebaikan dan perhatian yang diberikannya."
"Aku bilang juga apa lakban plastik, dia itu suka sama kamu.” Jawab Rani melotot.
“Iiihhh tunggu dulu belum selesai, dia juga memberikan ide untuk dekorasi di beberapa ruangan”.
“Sudahlah, itu luar biasa! James memang orang yang istimewa. Dia tidak hanya peduli dengan kesuksesanmu di Trotoarts, tetapi juga ingin melihatmu bahagia di kehidupan pribadimu."
"Tapi Rani, aku masih bingung. Kenapa dia begitu peduli padaku? Apa betul aku membuatnya tertarik?"
"Eh amplas kertas, jangan ragu dengan dirimu sendiri. Kamu memiliki banyak potensi dan keistimewaan yang membuat James tertarik padamu. Dia melihat kemampuanmu, dedikasimu, dan kualitas dirimu yang luar biasa."
"Tapi Rani, aku takut ini hanya sebuah kesalahpahaman. Mungkin dia hanya ingin menjaga hubungan baik antara Trotoarts dan aku."
"Jangan terlalu meragukan dirimu sendiri. Jika James benar-benar hanya memikirkan hubungan bisnis, dia takkan membuang waktu untuk membawamu ke rumah yang kau pilih sendiri. Dia itu suka sama kamu titik, bukan hanya sebagai seorang pekerja, tetapi juga sebagai individu yang memiliki impian dan kebahagiaan."
Maya mengangguk perlahan, merenungkan perkataan Rani. Rani benar, dia harus lebih percaya pada dirinya sendiri dan menghargai perhatian yang diberikan oleh James.
"Kamu tahu, Maya, kamu adalah sosok yang luar biasa. Jangan ragu untuk mengambil peluang dan mengejar impianmu. Percayalah pada dirimu sendiri dan jadilah yang terbaik. Aku selalu ada untukmu." Kata Rani tersenyum dan memeluk Maya.
Maya tersenyum dan merasakan kehangatan persahabatan mereka. Dalam kegelapan malam, mereka bercengkrama lebih lama tentang masa depan dan mimpi-mimpi mereka. Maya merasa lebih yakin dan termotivasi untuk menjalani perjalanan hidupnya, dengan dukungan dari Rani dan sahabat-sahabatnya.
“Eh gimana kabar siska ya, udah lama kita tidak bertemu” Ucap maya.
__ADS_1
Malam itu, mereka menghubunginya dan membuat perbincangan mereka dengan tawa dan canda. Meski ada keraguan di hati Maya, dia tahu bahwa dia memiliki teman-teman yang selalu ada untuknya. Bersama mereka, Maya siap menghadapi segala tantangan dan peluang yang akan datang, termasuk hubungannya dengan James.