
Pagi berikutnya Maya yang sedang duduk di meja kerjanya dan mulai mencari kontak catering yang tepat untuk mengurus keperluan selamatan rumah barunya. Dia ingin acara ini diadakan dengan sederhana namun tetap meriah. Setelah melihat beberapa pilihan, Maya memutuskan untuk menghubungi salah satu catering terpercaya yang dianjurkan oleh Ibu Melan.
Maya menekan nomor telepon catering tersebut dan segera dihubungkan dengan seorang koordinator acara. "Halo, selamat pagi. Saya Maya, saya ingin mengadakan selamatan rumah dan mencari catering yang bisa membantu kami dengan keperluan makanan dan minuman," ucap Maya dengan ramah.
Koordinator acara mendengarkan dengan saksama dan menanyakan detail acara yang diinginkan Maya. Maya menjelaskan bahwa mereka ingin membuat acara yang sederhana namun tetap berkesan, dengan hidangan yang lezat dan variasi menu yang mencerminkan keberagaman cita rasa.
Maya juga menekankan bahwa mereka ingin memastikan acara ini berjalan lancar, dengan porsi yang cukup untuk semua tamu serta pelayanan yang baik. "Kami ingin memberikan suasana yang hangat dan menyenangkan bagi keluarga dan teman-teman yang hadir," tambah Maya.
Setelah mendiskusikan detail acara, seperti jumlah tamu, menu yang diinginkan, dan budget yang tersedia, Maya dan koordinator acara sepakat untuk membuat proposal penawaran. Koordinator acara berjanji akan segera mengirimkan proposal tersebut agar Maya dapat meninjau dan memutuskan apakah sesuai dengan harapannya.
^^
Setelah itu Maya beranjak menuju ruangan ibu melan dengan penuh semangat dan setelah di dalamnya ia pun menyampaikan niatnya. "Permisi, bu. Saya ingin memberitahu bahwa besok saya akan pindah ke rumah baru dan akan mengadakan acara selamatan kecil-kecilan. Saya berharap Ibu bisa hadir," ucap Maya dengan senyum.
Ibu Melan yang tengah sibuk dengan pekerjaannya mengangkat kepalanya dan tersenyum. "Tentu, Maya. Saya akan sangat senang hadir dan mendukung langkah baru yang kamu ambil. Jangan ragu untuk memberi tahu saya jika ada yang bisa saya bantu dalam persiapan acara tersebut," ujar Ibu Melan dengan ramah.
“Baik bu terima kasih, akan saya lakukan, Permisi”
Maya mengucapkan terima kasih dan meninggalkan ruangan Ibu Melan dengan rasa lega. Selanjutnya, dia menuju ruangan Pak James untuk memberi kabar serupa. Dia mengetuk pintu dengan hati-hati dan masuk setelah mendapat izin.
__ADS_1
"Maaf Pak James, saya hanya ingin memberitahu bahwa besok saya akan pindah ke rumah baru dan akan mengadakan acara selamatan kecil-kecilan. Saya berharap bapak bisa ikut hadir dan turut merayakan bersama," kata Maya dengan penuh harap.
Pak James yang tengah membaca dokumen, mengangkat kepalanya dan tersenyum dan hatinya berdegub kencang mendapat undangan tersebut. "Oh tentu dong. Akhirnya kamu pindah juga, aku kira setelah mendapatkan rumah itu hanya di jadikan pajangan saja. Baiklah saya akan dengan senang hati hadir, Semoga rumah barumu menjadi tempat yang nyaman dan membawa kebahagiaan bagi kamu," ujar Pak James dengan tulus.
“Baik pak terimakasih banyak, saya permisi dulu” Ucap maya sambil menganggukkan kepala memberi hormat pada sang bos.
Setelah memberikan kabar kepada kedua atasan tersebut, Maya merasa lega dan siap untuk melanjutkan persiapan acara selamatan dan pindahan ke rumah barunya.
Esok hari, Maya berharap acara selamatan tersebut akan menjadi momen yang membahagiakan dan menyatukan keluarga, teman-teman, serta rekan kerjanya. Dia berharap bahwa semua yang hadir dapat merasakan kehangatan dan kebersamaan dalam perayaan ini.
Maya pun kembali ke pekerjaannya dengan semangat yang tinggi. Dia tahu bahwa di balik perubahan dan tantangan, ada banyak hal baik yang menanti di depan. Dia siap untuk menghadapi perubahan ini dengan penuh keberanian dan kegembiraan, serta dengan dukungan dari orang-orang terdekat di sekitarnya.
^^
Dia bertanya-tanya, apa yang sebenarnya dia rasakan terhadap Maya? Apakah itu hanya rasa kagum profesional sebagai bosnya, ataukah ada perasaan yang lebih dalam? James merasa seperti pisau yang membelah hatinya menjadi dua. Di satu sisi, dia ingin menjaga hubungan profesional dengan Maya, menghargai kerjanya dan membantu dalam pengembangan karirnya. Tetapi di sisi lain, ada keinginan yang kuat untuk lebih dekat dengan Maya, untuk mengenalnya lebih baik sebagai pribadi.
James merasa bingung dengan perasaannya yang bertentangan. Dia mengingatkan dirinya sendiri bahwa dia harus tetap profesional dalam hubungannya dengan Maya. Mereka memiliki tanggung jawab di tempat kerja, dan hubungan mereka seharusnya tetap fokus pada tugas dan tujuan perusahaan.
Namun, setiap kali dia melihat Maya, hatinya berdebar dan pikirannya melayang ke masa depan yang tidak bisa dia gambarkan dengan pasti. Dia tahu bahwa dia harus mencari kejelasan dalam dirinya sendiri sebelum mengambil langkah lebih jauh. Namun, bagaimana caranya? Bagaimana dia bisa menemukan jawaban yang dia cari tanpa mengacaukan dinamika hubungan profesional mereka?
__ADS_1
James menghela nafas panjang, menyadari bahwa ini adalah perjalanan yang harus dia lalui dengan hati-hati. Dia tidak ingin mengambil risiko yang dapat merusak hubungan profesional mereka atau merugikan perusahaan. Dia akan terus memantau perasaannya dan mencari kejelasan dalam waktu yang tepat.
Sementara itu, James berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan tetap menjadi mentor dan atasan yang baik bagi Maya. Dia akan terus mendukung dan membantu dalam perkembangan karirnya, serta memberikan kesempatan yang adil dan setara. James berharap bahwa dengan menjaga hubungan profesional yang kuat, dia dapat menyelesaikan pertanyaan dalam dirinya sendiri dan menemukan kejelasan yang dia cari.
Dalam hatinya, James berjanji untuk tetap fokus pada tanggung jawabnya sebagai bos dan menjaga profesionalitas dalam hubungannya dengan Maya. Dia mengingatkan dirinya sendiri bahwa ini adalah perjalanan yang harus dia lalui dengan hati-hati, dengan mempertimbangkan kepentingan semua pihak yang terlibat.
^^
Maya membuka grup di WhatsApp teman kuliah dan dengan senang hati mengirim undangan kepada kedua sahabatnya, Rani dan Siska, serta kepada Shanty, teman sekamarnya di asrama kampus dulu. Dia ingin berbagi kebahagiaan ini dengan mereka, yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya selama ini.
Dalam pesan undangan, Maya menuliskan dengan penuh kegembiraan bahwa dia akan mengadakan acara selamatan kecil-kecilan untuk merayakan kepindahannya ke rumah baru. Dia juga menyertakan informasi tanggal, waktu, dan lokasi acara, serta permohonan agar mereka bisa hadir bersama pasangan masing-masing.
Maya berharap agar kedua sahabatnya dan Shanty bisa menghadiri acara ini. Baginya, kehadiran mereka adalah dukungan dan kebersamaan yang sangat berarti. Maya ingin berbagi momen bahagia ini dengan orang-orang terdekatnya, yang selalu mendukung dan menginspirasinya.
Dalam grup tersebut, tanggapan positif segera mengalir. Mereka saling bertukar pesan, berbagi kebahagiaan, dan berencana untuk memberikan kejutan atau hadiah kecil sebagai ucapan selamat untuk Maya.
“Eh Pe’a kamu kan sekamar sama aku, ngapain perlu ngechat gini, kan bisa nanti di bahas di rumah” Tulis Rani membalas undangannya.
“Selamat maya, aku pasti datang” Jawab siska dan memberikan emotion tertawa pada balasan rani.
__ADS_1
“Iyaaa tauk, tapi kan kalo gini terlihat resmi dong” Jawab rani. “Aku tunggu besok ya.”