Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
BAB 8


__ADS_3

"Papi mami! Sebelumnya Zian minta maaf telah membohongi mami papi. Zian sudah dua bulan ini memeluk dan meyakini agama ini. Bahkan Zian Sudah belajar ilmu agama dan mengerjakan amalan yang diajarkan dalam agama yang Zian pilih. Namun begitu, Zian tetap menghormati mami papi yang tidak memeluk dan menyakini salah satu pun kepercayaan di negara ini," ucap Zian akhirnya.


Pak Leo dan juga bu Juan saling pandang. Namun pada akhirnya bu Juan menundukkan kepalanya. Betapa sedih rasanya bu Juan saat ini karena dirinya teringat akan dulu yang sudah taat beribadah pada akhirnya meninggalkan kepercayaan nya. Namun sekarang seperti tamparan yang keras dan pedih yang dirasakan oleh bu Juan. Sekarang dirinya menjadi manusia yang tanpa pegangan seperti terombang-ambing dalam lautan luas.


"Mami, papi! Apapun keputusan mami papi, akan Zian terima, jika papi mami mau mengusir Zian dari rumah ini sekalipun Zian akan menerima nya dengan ikhlas dan lapang dada. Zian sudah menyadari kalau Zian bersalah dan telah membohongi mami papi selama ini," ucap Zian sambil berkaca-kaca.


"Tidak sayang! Kamu tetap lah putri mami dan papi. Kamu tetap di rumah ini sebagai anak kami yang cantik dan paling baik. Mami akan menghargai segala keputusan kamu dalam memilih agama itu. Benarkan papi?" sahut mami lalu meminta pendapat kepada pak Leo. Pak Leo mengangguk pelan tanda menyetujui ucapan istrinya, bu Juan.


Zian menangis terharu karena apa yang sudah disangka nya ternyata salah. Zian mengira kalau mami papi nya akan mengusirnya dari rumah mewah itu lantaran dirinya mengakui kalau sudah memeluk agama dan keyakinan nya. Zian berdiri dan menyalami tangan mami dan papi nya secara bergantian. Lalu bu Juan memeluk Zian dengan perasaan haru.


"Sayang! Kerjakan semua yang sudah diajarkan dalam agama itu. Jauhilah segala laranganNya. Mami papi paham dan sangat tahu jika semua agama mengajarkan untuk berbuat kebaikan dan menjauhi segala laranganNya. Kamu harus belajar ilmu agama itu dan mendalaminya supaya kamu tidak setengah-setengah untuk menjadi umatNya. Mami papi akan mendukung kamu, sayang! Kamu tahu kan? Bibi Retno juga sama halnya memeluk dan meyakini agama yang sama dengan apa yang kamu pilih. Kamu bisa belajar dan bertukar pikiran dengan Bibi Retno, sayang," ucap mami Juan. Papi Leo hanya bisa diam mendengar ucapan istrinya.


"Benar! Kamu boleh melakukan apa saja di rumah ini untuk menyembah Tuhan kamu, nak! Papi dan mami tidak akan lagi melarang nya. Dan kamu tidak perlu bersembunyi atau diam-diam melakukannya. Kamu tidak perlu berbohong lagi dengan kamu, sayang!"kata pak Leo akhirnya.


" Terimakasih banyak papi, mami! Papi mami adalah orang tua Zian yang paling bijaksana," sahut Zian menghambur memeluk papi Leo. Papi Leo mengusap pundak Zian dengan kasih sayang.


"Papi minta maaf telah membakar mukena kamu, Zian. Besok papi akan membelikan untuk kamu, nak!" kata Pak Leo. Mami Juan mengangguk dan tersenyum lebar. Air matanya kini telah berjatuhan melihat adegan seorang anak dan ayah saling berpelukan.


Ini bukan masalah kecil. Sebenarnya ini masalah besar karena ini menyangkut hidup dan jalan kehidupan yang dipilih seseorang. Dan Zian adalah anak dari kedua orang tua beda generasi itu. Karena mereka memiliki kebijaksanaan yang tinggi serta memiliki toleransi, demokrasi yang besar, rela memberikan hak sepenuhnya kepada Zian untuk memilih jalan hidup nya.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Allah! Engkau selalu memberikan kemudahan kepada ku untuk menuju jalan lurus Mu. Semoga kelak kedua orang tuaku mendapatkan hidayah serta petunjuk dariMu ya Allah!" batin Zian dengan buliran air mata yang menetes deras.


"Alhamdulillah ya Allah! Engkau selalu memberikan kemudahan kepada ku untuk menuju jalan lurus Mu. Semoga kelak kedua orang tuaku mendapatkan hidayah serta petunjuk dariMu ya Allah!" batin Zian dengan buliran air mata yang menetes deras.


Setelah perbincangan serius antara orang tua dan anak itu, mereka kembali ke kamarnya masing-masing. Zian sangat lega karena mami papi nya mengikhlaskan dirinya untuk memilih keyakinan dan kepercayaan nya memeluk salah satu agama yang diakui di negara ini. Betapa hal ini membuat Zian sangat bahagia. Pertama kali yang dihubungi oleh Zian adalah Mariah.


📱📲 "Mariah, kamu sudah tidur?" tanya Zian.


📱📲 "Belum! Ada apa Zian? Tumben kamu menelpon aku Malam-malam begini," sahut Mariah di seberang sana.


📱📲 "Mariah, aku sangat bahagia malam ini. Kamu tahu gak?" tanya Zian.


📱📲 "Pokoknya malam ini aku seneng sekali. Mami papi aku dengan bijaksananya mengijinkan dan merestui aku untuk memilih dan memeluk agama yang sudah aku peluk selama ini. Bahkan mereka sangat mendukung aku untuk belajar ilmu agama. Betapa aku sempat tidak mempercayai nya. Mami papi ku mengikhlaskan aku menjalankan ibadah dari agama dan kepercayaan yang sudah aku anut," jelas Zian.


📱📲 "Jadi? Papi mami kamu sudah tahu kalau kamu selama ini sudah memeluk agama seperti agama aku? Wah senang sekali aku mendengar berita ini. Ya Tuhan! Semoga mami papi kamu kelak juga akan mendapatkan hidayah serta petunjuk Nya," sahut Mariah.


📱📲 "Aamiin!" kata Zian akhirnya.


📱📲 "Kalau begitu, besok harus kita rayakan kebahagiaan ini, Zian! Kamu harus banyak-banyak bersedekah supaya mami papi kamu secepatnya bisa menyusul seperti kamu. Mendapatkan hidayah dan petunjuk kebenaran dari Tuhan Yang Maha Esa," ucap Mariah.

__ADS_1


📱📲 "Tentu saja! Bagaimana kalau besok kita ke panti asuhan setelah usai kuliah? Kita ajak Fauzi juga," kata Zian.


📱📲 "Harus itu! Kita jangan melupakan Fauzi, dong! Tanpa adanya Fauzi, dunia seperti sepi kayak kuburan. Fauzi kan super ramai dan bisa membawakan suasana," ucap Mariah.


📱📲 "Oke, kalau begitu aku mau sholat syukur dulu. Karena aku sangat gembira dengan semua ini," kata Zian akhirnya.


Setelah Zian menghubungi Mariah dengan menelponnya, Zian segera mengambil air Wudhu lalu mulai menjalankan ibadah sholat Isyak lalu sholat syukur. Betapa hati Zian merasakan kelegaan saat mami papi nya sudah mengetahui semuanya kalau dirinya sudah menjalankan ibadah sesuai tuntunan agama yang dianut oleh Zian.


🦋🦋🦋🦋🦋


Setelah menjalankan ibadah sholat, kini Zian mulai membuka aplikasi online untuk berbelanja. Matanya kini mulai tertarik dengan busana muslim beserta hijab nya yang cantik- cantik berwarna-warni. Zian ingin merubah penampilannya menjadi muslimah sejati yang menutupi auratnya.


"Apakah mami papi akan menyetujui aku yah jika aku merubah penampilan ku dengan berbusana muslim serta tertutup? Aku rasa mereka tidak akan melarang ku jika aku bisa menjelaskan alasan nya aku merubah penampilan ku dengan memakai hijab," gumam Zian.


Zian mulai mencari-cari busana muslim yang sesuai dengan karakter nya. Ini adalah awal bagi Zian untuk memulai belajar menjadi seorang muslimah yang sejati. Namun Zian juga tidak mau memaksakan dirinya sebelum dirinya sudah siap. Mariah sudah mengenakan hijab dan suka mengenakan gamis panjangnya. Mariah terlihat sangat cantik dan terlihat anggun.


"Besok aku akan bertanya dengan Mariah soal ayat-ayat yang menjelaskan soal menutup aurat atau berhijab," pikir Zian akhirnya.


Rasa kantuknya akhirnya membuat kedua mata Zian tertutup dan tidur dalam hati yang penuh kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2