
Alexa Sandro menatap foto Zian di galeri handphone nya. Tentu saja tatapan kagum dan memuja di mata Sandro. Entah kenapa dirinya sangat mengagumi atau menyukai wanita yang mengenakan hijab seperti Zian. Karena sibuk menjalankan bisnisnya, Sandro sampai belum memikirkan untuk berumah tangga atau menikah. Bukan berarti Sandro tidak memiliki teman wanita. Bahkan sebagai CEO muda yang sukses mengembangkan bisnis keluarga besar yang turun temurun itu, Sandro menjadi pria idola. Tidak jarang wanita-wanita berusaha mendekati nya. Soal gaya hidup Sandro selayaknya anak muda zaman sekarang. Namun soal hubungan bebas, Sandro sangat menentang keras hubungan badan sebelum menikah.
Sandro termasuk pria yang taat beribadah. Setiap minggu, Sandro rajin pergi ke gereja. Keluarga besarnya menganut kepercayaan itu. Namun demikian, dalam bergaul Sandro tentu saja tidak membedakan agama dan kepercayaan masing-masing teman-teman maupun kolega bisnisnya. Tapi entah kenapa Sandro ketika melihat sosok wanita dengan mengenakan hijab hatinya merasa tersentuh. Ada ketertarikan dengan wanita sholehah seperti itu. Adik nya Sandro sendiri juga masih seorang kristiani juga lebih suka berpakaian tertutup walaupun tidak mengenakan hijab.
Sandro masih fokus menatap foto Zian. Dia benar-benar mengagumi dan ingin lebih dekat dengan wanita yang menabrak nya tanpa sengaja di toko bakery tadi. Tiba-tiba adik Sandro yang bernama Alexa Andrea nyelonong masuk di kamar Sandro dan bahkan merebut handphone yang berada di tangan Sandro.
"Eh, Andrea! Mana handphone kakak?" teriak Sandro yang berusaha merebut kembali handphone ditangan adiknya. Andrea melihat foto Zian di handphone Sandro. Andrea membulat matanya melihat foto itu. Sandro diam melihat reaksi adiknya itu.
"Siapa ini kak?" tanya Andrea sambil memberikan kembali handphone Sandro.
"Cantik tidak?" Sandro balik bertanya.
"Cantik dan anggun banget! Tetapi dia siapa kakak? Kakak suka wanita berhijab?" sahut Andrea.
"Hem wanita itu tadi sore menabrak kakak saat kakak beli roti di toko bakery. Namanya Zian," jelas Sandro.
"Hem, tapi dia beda keyakinan kita, kak!" sahut Andrea. Sandro menyipitkan matanya.
"Memang kenapa?" tanya Sandro.
"Tidak kenapa-kenapa sih. Cuma takut saja kalau kakak Sandro jadi mencintai wanita itu, eh kak Zian itu. Lalu kak Sandro ingin menikahi kak Zian. Bagaimana itu? Sedangkan antara kak Sandro dengan kak Zian berbeda keyakinan. Bagaimana dengan reaksi papa mama jika kak Sandro menikah dengan kak Zian?" kata Andrea sudah berpikir kemana-mana.
"Kok kamu sudah berpikir sejauh itu sih, dik? Sedangkan kakak saja belum juga dekat dengan Zian ini. Bahkan nomer WA nya saja kakak belum tahu. Em, tapi kakak sudah tahu rumahnya sih," kata Sandro sambil tersenyum. Andrea menyipitkan bola matanya melihat kakaknya itu.
"Tadi kakak diam-diam mengikuti mobilnya dari belakang," cerita jujur Sandro. Sandro dan Andrea ini memang sangat dekat satu sama lain. Mereka saling terbuka.
"Hem, nekat sekali! Itu berarti kakak sangat penasaran dengan kak Zian yah?" sahut Andrea.
__ADS_1
"Benar sekali! Kakak ingin memastikan kalau Zian ini sudah menikah atau belum. Jangan-jangan dia sudah berkeluarga dan menikah. Bisa kacau nanti urusannya nanti. Benar tidak?" kata Sandro.
"Heem, kak! Kakak tidak boleh mendekati bahkan menggoda istri orang. Itu tidak dibenarkan dalam ajaran kita. Lagipula kita menikah seumur hidup hanya sekali. Kita harus memikirkan lebih matang siapa pasangan kita yang bisa kita ajak jalan bersama baik suka maupun duka. Baik dalam sempit maupun lapang. Baik dalam sakit maupun sehat selalu setia mendampingi pasangan kita kelak," ucap Andrea.
Andrea ini memang dikenal gadis yang taat beribadah dan tidak aneh-aneh.
"Benar! Tapi aku melihat wanita ini, eh maksudnya Zian ini sangat polos sekali dan patuh. Itu sih menurut penilaian aku yah," kata Sandro.
"Iya deh! Sekarang apa yang akan kakak lakukan untuk mendekati kak Zian ini? Sedangkan kakak belum mendapatkan kontak handphone nya.
" Itulah yang sedang kakak pikirkan! Tapi kakak sudah mengetahui rumahnya kok. Kakak ingin tahu, Zian ini bekerja di mana?" kata Sandro.
"Oke! Kalau hanya ingin dekat tidak apa-apa yah kak! Tapi kakak jangan sampai jatuh cinta dengan kak Zian itu. Nanti ribet kalau kakak harus kepentok dengan kepercayaan dan keyakinan yang berbeda itu. Belum lagi papa mama pasti tidak akan setuju jika kakak menikah dengan wanita yang berbeda keyakinan," ucap Andrea.
"Hem, kakak sudah dewasa Andrea! Pasti papa mama tidak akan mempermasalahkan dalam masalah seperti ini," sahut Sandro. Andrea menyipitkan bola matanya. Dia masih belum mengerti jika kakak nya itu lebih cenderung menyukai orang-orang muslimah yang menutupi auratnya nya dengan hijab nya dibandingkan anak satu server dengannya.
"Hem," sahut Sandro dingin.
"Dia bilang kepada ku kalau sebenarnya sudah dari dulu menyukai kak Sandro. Tapi kak Sandro cuek dengan nya," kata Andrea lagi.
"Aku hanya menganggap Elisabeth seperti adik aku sendiri, seperti kamu Andrea! Aku tidak bisa menerima cinta nya," ucap Sandro.
"Memangnya Elisabeth sendiri pernah mengungkapkan perasaan nya itu pada kak Sandro?" tanya Andrea.
"Pernah!" jawab Sandro singkat.
"Kapan itu kak?" tanya Andrea.
__ADS_1
"Sepulang dari gereja saat aku mengantarkan Elisabeth pulang ke rumahnya," jawab Sandro. Andrea melebar matanya dengan sempurna.
"Andrea, lihat ini! Kakak menemukan Facebook Zian. Aduh ternyata dia sudah menikah, dik! Astaga lemes kakak dik," ucap Sandro.
"Sabar yah, kak! Mungkin bukan jodoh kak Sandro. Jodoh kak Sandro yang satu server dengan kakak," sahut Andrea. Sandro masih membuka foto-foto Zian bersama dengan keluarga besarnya dan juga suaminya.Foto sahabat-sahabatnya dulu juga tersimpan di Facebook Zian.
"Tampan, gagah banget suaminya. Tapi masih ganteng juga aku," kata Sandro masih saja membahas masalah seputar Zian. Andrea jadi ingin tahu suami Zian.
"Iya, ganteng juga kak Sandro. Tapi kak Zian ini menikah dengan laki-laki yang satu keyakinan dengan nya," sahut Andrea.
"Aku ingin lihat terakhir dia buat status apa?" gumam Sandro masih belum berhenti ingin tahu kehidupan Zian.
"Ini foto tahun kapan yah? Status nya menceritakan dirinya menjadi mualaf, dik!" kata Sandro. Andrea menyipitkan bola matanya.
"Di sana kan ada tanggal dan tahun nya kak," sahut Andrea.
"Hem, begitu rupanya! Dia seorang mualaf ternyata. Eh tapi dulu dia memiliki kepercayaan dan keyakinan apa? Di sini tidak diceritakan," gumam Sandro masih sibuk sendiri.
"Status terakhir dari Zian. Dia upload pengadilan negeri agama? Apa? Jangan-jangan dia sudah menjadi janda, dik?" kata Sandro.
"Itu tanggal berapa dulu, kak? Mungkin lagi sidang atau proses perceraian," ucap Andrea.
"Ya Tuhan! Semoga Zian diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi dan menyelesaikan segala urusan nya. Diberikan kesehatan lahir dan batin, aamiin," gumam Sandro.
"Aamiin! Sepertinya kakak benar-benar menjadi sangat senang saat mengetahui kalau kak Zian dalam proses perceraian dengan suaminya," tuduh Andrea.
"Bukan seperti itu! Paling tidak aku tidak salah jika menyukai seorang wanita kalau si Zian ini berstatus bebas tanpa ikatan pernikahan," sahut Sandro sambil mengacak rambut Andrea karena gemas.
__ADS_1
Kedua adik kakak itu akhirnya saling pukul dengan bantal dan guling karena ribut. Sedangkan hati kecil Sandro benar-benar sudah lega bahwasanya Zian akan berstatus seorang janda. Dia akan punya ruang untuk mendekati wanita yang sudah mencuri perhatian dirinya.