Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
Niat jahat Merlin


__ADS_3

Berita tentang kedatangan James Arthur, CEO Trotoarts Inc, di acara wisuda Universitas mendapatkan sorotan utama di berbagai media. Headline news yang menyebutkan kehadiran James sebagai donatur terbesar universitas dalam beberapa dekade menjadi berita yang menarik perhatian banyak orang.


Merlin, yang merupakan salah satu orang yang membenci Maya, mendapati dirinya terkejut dan semakin membenci Maya setelah melihat berita tersebut. Bagi Merlin, kehadiran James di acara wisuda merupakan bukti lagi bahwa Maya mendapatkan perhatian dan penghargaan yang tidak seharusnya dia dapatkan.


Merlin merasa tidak adil dan cemburu melihat Maya terus mendapatkan perhatian positif. Dia mempertanyakan mengapa Maya bisa menjadi pusat perhatian, sementara dia sendiri merasa diabaikan dan tidak diakui. Rasa iri dan kebencian dalam dirinya semakin menguat, dan ia semakin terobsesi untuk membuat Maya merasakan hal yang sama seperti yang dia rasakan.


Namun, tidak semua orang menanggapi berita ini dengan sikap yang sama seperti Merlin. Banyak orang yang melihat kehadiran James sebagai penghargaan dan dorongan bagi Maya. Mereka mengakui prestasi Maya dan berharap bahwa kesempatan yang diberikan oleh James dapat membuka pintu kesuksesan yang lebih besar baginya.


Sementara itu, Maya sendiri tetap fokus pada perjalanan kariernya. Dia menyadari bahwa tidak semua orang akan selalu mendukungnya, dan dia tidak dapat mengendalikan bagaimana orang lain merespons keberhasilannya. Yang penting baginya adalah memanfaatkan kesempatan dan pengalaman yang dia dapatkan untuk tumbuh dan berkembang.


Mungkin waktu dan usaha yang Maya curahkan dalam menjalani pkl di Trotoarts Inc akan membuka pintu-pintu baru dalam hidupnya. Dia berharap dapat membuktikan kepada dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya bahwa keberhasilan tidak tergantung pada apa yang orang lain pikirkan atau katakan tentangnya.


Dalam perjalanan menuju kesuksesan, Maya tetap berpegang pada prinsipnya, menjaga integritas, dan fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Meskipun Merlin mungkin tetap membencinya, Maya tidak membiarkan itu menghambat langkahnya. Dia berkomitmen untuk terus maju dan meraih impian-impian yang lebih besar.


**

__ADS_1


Disisi lain Merlin, yang terbakar oleh api cemburu dan kebencian, memutuskan untuk mencari berbagai cara untuk menjegal Maya. Dia ingin menghancurkan reputasi dan kesuksesan Maya agar bisa merasa puas dengan kesedihan dan kegagalan yang dialami Maya. Dia yakin tidak mungkin maya bisa menjadi seorang mahasiswi dengan predikat cum laude pasti ada hal lain yang belum terekspos.


Merlin mencoba memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyebarkan fitnah dan rumor negatif tentang Maya kepada beberapa teman dan dosen di kampus maya. Dia berusaha mencari kelemahan Maya dan menggunakan informasi itu untuk merusak citranya. Tidak hanya itu, dia juga mencoba mengisolasi Maya dari teman-temannya dengan menciptakan konflik dan intrik di antara mereka.


“Hei, apa kamu tahu tentang Maya? Aku dengar dia pasti melakukan hal-hal yang tidak pantas di belakang layar. Secara kami hidup bersama dari kecil bagaimana aku tidak mengenal sifat buruknya itu.” Katanya mulai menebar virus


“Serius? Apa yang kamu maksud?” Jawab mahasiswa itu penasaran.


“Yah aku memang tidak selalu bersamanya saat ini, tapi menurut sumber terpercaya, dia selingkuh dengan seorang dosen dan memanfaatkannya untuk mendapatkan nilai yang lebih tinggi.”


“Benarkah? Aku tidak pernah mendengar hal seperti itu sebelumnya.”


Di kampusnya ia berusaha memberi info kepada salah satu dosennya “Pak, kamu tahu kan Amaya Thamrin itu pintar? Tapi aku dengar bahwa dia selingkuh dengan salah satu dosennya, dan aku tau betul orang seperti apa dia semenjak dulu. Kami ini berteman semenjak masih kecil.” Jelasnya


“Serius kamu? Apa kamu punya bukti atau informasi yang lebih jelas tentang hal ini? Jawab dosen tersebut tidak ingin langsung mempercayainya.

__ADS_1


“Sayangnya itu dia kuliah di beda kampus, dan aku tidak punya bukti fisik. Info ini datang dari teman sekamarnya di asrama, Aku merasa mungkin dia menyembunyikan sesuatu.” Ucap merlin menambah bumbu.


Pada salah seorang wartawan yang juga merupakan teman satu desa untuk meliput berita itu. Dan ingin bahwa gossip ini segera menyebar luas. “Judith, aku pikir Maya sebenarnya hanya mengejar popularitas. Dia tidak peduli dengan kita. Kamu tau kan, dia itu selingkuh dengan salah satu dosen pembimbingnya untuk mendapatkan predikat itu.”


“Bagaimana kamu tau itu? Maya selalu bekerja keras untuk mencapai itu, dan semua orang juga tau, jika kamu merasa tersaingi kenapa bukan kamu saja yang selingkuh sama dosenmu untuk menyainginya.” Balas Judith acuh tak acuh karena tau sebatas mana kapasitas otak merlin, cewek manja yang terpaksa kuliah karena kehadiran orang tuanya.


“Itu hanya pura-pura, percayalah. Dia hanya ingin tampil baik di mata orang lain tanpa benar-benar melakukannya.”


Merlin berusaha keras untuk menjadikan dirinya sebagai pusat perhatian dengan menciptakan konflik dan drama di sekitar Maya. Dia terus mencari cara untuk menjatuhkan Maya dan menghancurkan segala hal yang berhubungan dengannya. Namun, Maya tetap tegar dan tidak terpengaruh oleh upaya Merlin. Dia tetap fokus pada tujuan dan integritasnya, tidak membiarkan fitnah dan kebencian tersebut mengganggu perjalanannya menuju kesuksesan. Tapi bertemu Judith adalah pilihan yang salah, karena sebagai wartawan resourcenya lebih kompeten dari info celemek dari merlin yang sangat membenci Maya. Selain itu Judith pun Maya terkoneksi dengan CEO Trotoarts, siapa yang akan membuat berita tidak penting seperti itu sama saja menggaling lubang sendiri.


Merlin, yang semakin terobsesi dengan niat jahatnya, memutuskan untuk menambahkan Judith dalam daftar musuhnya yang baru. Dia melihat Judith sebagai ancaman potensial yang bisa memberikan dukungan kepada Maya, dan dia tidak ingin ada siapapun yang berdiri di samping Maya.


Merlin mulai mencari cara untuk memanfaatkan kelemahan Judith dan menciptakan konflik di antara mereka. Dia menyebarkan rumor palsu dan menciptakan situasi yang memancing reaksi negatif dari Judith. Dia ingin melihat pertentangan antara Judith dan Maya, dan berharap itu akan mengganggu hubungan persahabatan mereka.


Merlin juga berusaha mendapatkan dukungan dari orang-orang lain untuk memusuhi Judith. Dia memanfaatkan rasa iri dan kecemburuan beberapa orang terhadap Judith untuk menciptakan aliansi yang bisa mempengaruhi opini publik terhadap Judith. Dia berusaha keras untuk menjatuhkan reputasi Judith dengan fitnah dan gosip yang tidak berdasar.

__ADS_1


Namun, Merlin tidak menyadari bahwa upayanya untuk merusak hubungan persahabatan Maya dengan orang lain sebenarnya hanya merusak dirinya sendiri. Kekejaman dan niat jahatnya semakin terlihat oleh orang lain, sementara Maya tetap tegar dan tidak terpengaruh oleh semua fitnah dan intrik yang dilancarkan Merlin.


Pada akhirnya, usaha Merlin untuk menjatuhkan Maya dan orang-orang di sekitarnya tidak berhasil kali ini dan itu membuatnya semakin frustasi karena merasa kalah. Di sisi lain Maya tetap kuat dan tegar dalam menghadapi semua fitnah dan intrik tersebut. Sementara itu, Merlin terus terperangkap dalam siklus kebencian dan kejahatan yang ia ciptakan sendiri. Karma yang ia peroleh dari niat jahatnya akan datang, dan dia akan belajar dari kesalahannya bahwa mencoba merusak kehidupan orang lain hanya akan merusak dirinya sendiri.


__ADS_2