
Rendra, yang merupakan seorang musisi, memiliki kesempatan untuk membuka acara penggalangan dana anak yatim dan korban bencana alam dengan penampilan musiknya malam itu. Dengan penuh semangat, ia memasuki panggung dihadapan para tamu yang hadir.
Dengan sorotan lampu yang memancar, Rendra memegang gitarnya dan memulai lagu pembuka dengan penuh energi. Suara merdunya memenuhi ruangan dan mengisi telinga semua orang yang hadir. Ia menyanyikan lagu dengan penuh emosi dan mengalirkan perasaannya melalui setiap catatan yang ia mainkan.
Tak hanya suaranya yang memukau, tetapi juga energi yang ditunjukkan oleh Rendra di atas panggung. Ia bergerak dengan lincah, memainkan gitarnya dengan mahir, dan menyebarkan semangatnya kepada penonton. Suara tepuk tangan dan sorakan tidak terelakkan saat Rendra mengiringi penampilannya dengan gaya yang mengagumkan.
Di satu sisi Maya yang ikut menyaksikan itu merasakan suasana hati yang campur aduk, antara senang bisa melihat penampilan rendra lagi, tapi ia masih kecewa dan sakit hati atas perlakuan di saat terakhir mereka bersama. Ia masih menyimpan rasa cinta tapi karena kesibukan ia telah melupakan rasa itu dan malam ini semua rasa itu tertumpah dan rasa kangen bercampur sakit hati dan marah ingin segera ia luapkan.
Panggung pun menjadi semarak dengan penampilan Rendra yang memukau. Dia berhasil membangkitkan semangat dan antusiasme semua orang di ruangan, menyatukan mereka dalam tujuan yang sama untuk membantu anak yatim dan korban bencana alam.
Setelah penampilannya selesai, Rendra diberi tepuk tangan meriah dan sorakan dari penonton yang terkesan. Dia berterima kasih dengan senyuman dan merasa bangga bisa menjadi bagian dari acara ini. Dengan musiknya, Rendra berhasil menyampaikan pesan dan menggerakkan hati semua orang untuk berbuat baik dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan.
Penampilan Rendra di acara tersebut membuktikan bakatnya sebagai musisi yang menginspirasi. Lagu-lagu yang ia ciptakan dan suaranya yang indah berhasil menyentuh perasaan banyak orang. Dalam momen itu, Rendra tidak hanya membawa hiburan, tetapi juga memberikan harapan dan semangat kepada mereka yang hadir.
Kesuksesan penampilan Rendra di acara ini menjadi pijakan bagi karir musiknya yang semakin cemerlang. Ia memberikan bukti bahwa musik bisa menjadi alat untuk menyampaikan pesan positif dan membuat perubahan di dunia. Apalagi malam ini ia beraksi di depan CEO Trotoarts dan dalam kesempatan itu ia menunjukkan semua skill yang ia punya, tanpa menyadari jika ada Maya di samping sang CEO karena banyaknya orang yang menonton.
__ADS_1
**
Perlu di ketahui bahwa Maya dan Rendra, setelah melewati lebih dari setahun tanpa bertemu, akhirnya memiliki kesempatan untuk berjumpa di malam yang spesial ini. Hubungan mereka retak dan terhenti, di karenakan Rendra berselingkuh dengan beberapa penggemar setianya saat itu.
Saat penampilan tadi rendra kaget saat melihat meja CEO Trotoarts ada maya disana, berbagai pertanyaan timbul dalam pikirannya, tapi dengan sikap profesionalnya ia menyelesaikan aksi panggungnya dengan apik.
Setelah selesai menghibur seluruh tamu yang ada ia berniat menemui Maya sekedar menyapa dan meminta maaf atas sikapnya dulu membuatnya kecewa, karena ia merasa inilah kesempatan yang baik. Dengan keteguhan hati yang kuat ia berjalan mendekati meja VIP dimana Maya dan CEO Trotoarts duduk. Ada kecanggungan dan rasa was-was di udara, tetapi juga ada kerinduan dan harapan untuk memperbaiki apa yang pernah terputus. Rendra saat mendekat mencoba mencari kata-kata yang tepat untuk memulai percakapan.
"Permisi dan selamat malam, maaf mengganggu waktunya.” Ucap Rendra saat berdiri di belakang kursi Maya.
“Kalian saling mengenal? Rendra merupakan musisi local yang saya kagumi.” Ucap James yang melihat maya seperti itu untuk mencairkan suasana.
“Selamat malam Pak James, dan terima kasih untuk itu malam ini aku ingin…..!” Rendra berhenti memikirkan kalimat yang tepat untuk menyampaikan niatnya.
“Maafkan aku, Maya," ucap Rendra dengan suara yang penuh penyesalan. "Aku tahu aku telah membuat kesalahan dan melukai perasaanmu. Aku benar-benar menyesal."
__ADS_1
Maya menatap Rendra dengan penuh emosi. Hatinya masih membawa luka, tetapi juga masih ada cinta yang tersimpan di dalamnya. "Tidak perlu di bahas, malam ini saya sedang bekerja berikan ruang untuk saya."
Rendra merasa seperti sebuah karung beras menimpanya dengan jawaban maya yang ketus seperti itu, apakah dia sudah melupakanku atau ia memang sedang berkencan dengan CEO. Harapan tadi tumbuh di dalam hatinya langsung runtuh seketika. "Aku bersedia melakukan apapun untuk memperbaiki kesalahanku, Maya. Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa menjadi pasangan yang baik bagimu."
Maya terdiam sejenak, merenungkan kata-kata Rendra. Setelah sekian lama merasa kehilangan dan bertahan tanpa kehadirannya, hatinya masih memendam kerinduan. Akhirnya, ia mengambil keputusan.
"Ini bukan waktu yang tepat, Rendra. Malam Ini aku sedang kerja”. Ucap maya untuk menjaga profesionalitasnya di depan James.
Entah mengapa james sang CEO terdiam seribu Bahasa mendengar percakapan kedua orang itu Maya dan rendra musisi kesukaannya. James merasa ada kekosongan, juga merasakan ada sesuatu yang hilang dalam perasaannya setelah menyaksikan adegan tersebut tapi tidak tau perasaan apa itu. Meskipun ia tidak sepenuhnya memahami apa yang sebenarnya terjadi, namun ada perasaan yang menggelitik dalam dirinya. Ia merasa ada sesuatu yang penting yang telah terlewatkan, tapi belum dapat mengidentifikasinya dengan pasti. Perasaan itu membuatnya berpikir lebih dalam tentang hubungannya dengan Maya, dan ia bertekad untuk mencari tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi di antara mereka.
Pihak keamanan yang melihat ketegangan antara Rendra dan maya Saat itu, menghampiri Rendra dan meminta dia pergi karena tidak ingin ada gangguan di antara tamu undangan VIP. Walau pun rendra sebagai salah satu pengisi acara, tapi itu adalah meja VIP dan tidak boleh ada orang yang merusak kesan baik dan mood salah satu donatur malam itu.
“Permisi anda sudah menggangu tamu undangan, silahkan” Ucap salah satu pihak keamanan memberi kode kepada rendra untuk menyingkir dari sana. Dengan perasaan kecewa, Rendra patuh dengan permintaan tersebut dan meninggalkan meja VIP dan menuju bekalang panggung tempat para pengisi acara. Ia berharap suatu saat nanti ada kesempatan lain untuk memperbaiki hubungan dengan Maya.
Melihat Insiden itu, maya pun sebenarnya ingin menghentikannya dan segera memeluk rendra karena perasaan kangen, tetapi rasa sakit yang ia alami selama ini mengalahkan rasa rindu yang ada, di tambah lagi pula saat ini ada sang bos. Semua masalah yang mereka hadapi sebelumnya tidak bisa dihapus begitu saja, Mereka menyadari bahwa setiap hubungan memiliki tantangan, tetapi yang penting adalah bagaimana mereka mengatasinya dan tumbuh bersama. Dan sikap profesionalitas yang ingin maya tunjukkan bahwa urusan pribadi tidak cocok di saat dia sementara menjalankan tugas.
__ADS_1