
"Apakah benar semua yang dikatakan oleh mami papi, kak? Kalau kak Sandro saat ini sudah pindah keyakinan dan kepercayaan lain?" tanya Alexa yang saat ini mendatangi apartemen milik Sandro. Apartemen itulah satu-satu nya aset milik Sandro yang dibeli dengan usahanya sendiri.
"Benar, dik! Dan yang perlu digaris bawahi. Di sini aku memutuskan untuk pindah keyakinan dan kepercayaan, bukan atas dasar paksaan atau karena Zian. Sebenarnya aku sejak dari dulu merasakan tergerak hati ku untuk masuk ke tempat ibadah itu dan melakukan gerakan sujud, ruku'," ucap Sandro.
"Aku tidak menyalahkan kakak dalam menentukan pilihan ini. Toh tujuan kita tetap sama, ingin dekat dan lebih mengenal Tuhan. Ajaran agama apapun selalu mengajarkan kebaikan dan kebagusan akhlak. Akhlak manusia inilah yang perlu diperbaiki. Agama hanyalah atribut dan jembatan untuk merubah perilaku tatanan manusia ke arah lebih baik. Akhlak yang mulai saling memahami, menolong sesama manusia. Tidak mengatasnamakan kekuasaan untuk semenang- menang dalam bertingkah laku," ucap Alexa panjang lebar.
"Meyakini bahwasanya kita hidup di dunia ini untuk tunduk patuh dengan perintah Nya dan menjauhi segala larangan Nya," sahut Sandro.
"Kak Sandro! Aku salut dengan kak Sandro! Walaupun papi mami menarik semua aset-aset yang sudah diberikan terhadap kak Sandro. Ditambah lagi kak Sandro sudah tidak menjabat sebagai pimpinan perusahaan, kak Sandro tetap bersikukuh terhadap pendirian, kakak Sandro. Terlebih lagi kak Zian juga sama halnya, ketika melihat kondisi kakak Sandro yang sekarang tidak memiliki apapun, tapi tetap tidak mempermasalahkan nya. Bagaimana dengan orang tua kak Zian, melihat calon suami kak Zian sekarang sudah tidak memiliki apapun dan saat ini menjadi pengangguran?" tanya Alexa.
"Papi mami Zian tidak mempermasalahkan semua ini. Mereka hanya ingin melihat kebahagiaan putri nya. Dan kebahagiaan Zian saat sudah bersama dengan kakak," ucap Sandro. Spontan saja Alexa memukul lengan Sandro. Hingga kakak beradik itu akhirnya kembali bergulat di atas kursi sofa ruangan itu.
Sandro kini mulai jahil, di siang bolong itu di mana Sandro masih menjalankan ibadah puasa ramadhan. Sandro meniupkan bau mulutnya ke arah Alexa. Alexa seketika mengernyitkan dahinya lalu menutup hidung nya.
"Ih kakak jail sekali, loh! Bau bener sih kak?" ucap Alexa seraya memukul lengan kakaknya. Sandro tertawa cekikikan dengan kejahilan nya.
"Dik, sebentar lagi ikut kakak yu!" kata Sandro.
__ADS_1
"Kemana?" tanya Alexa.
"Ke rumah Zian! Kakak mau mengajak buka puasa bersama dengan Zian. Kamu ikut yah! Kita makan bersama dengan calon kakak ipar kamu," ucap Sandro. Alexa menjulurkan lidahnya ke arah kakaknya itu.
"Tapi aku kan tidak ikut berpuasa seperti kakak Sandro dan juga kak Zian," sahut Alexa.
"Tidak apa-apa dong! Kita kan makan bersama. Aku dan Zian buka puasa dan kamu makan seperti biasanya," kata Sandro.
"Sekarang?" tanya Alexa.
"Baiklah! Biar kali ini aku yang traktir kakak Sandro dan kak Zian untuk berbuka puasa," kata Alexa.
"Aku yang mengajak kamu, seharusnya aku yang traktir kamu dong! Gimana sih?" protes Sandro.
"Kak Sandro kan belum bekerja dan masih menjadi pengangguran. Jadi biar aku saja yang mentraktir kakak kali ini," sahut Alexa.
"Kalau hanya satu milyar di kartu debit masih ada, dik. Ditambah kartu kredit juga limitnya masih banyak. Kamu kok menyepelekan kakak kamu sih? Begini- begini dulu juga CEO di perusahaan ternama dan salah satu pengusaha muda yang sukses di urutan sepuluh besar," kata Sandro dengan bangganya.
__ADS_1
"Hehehe, iya, iya! Tapi ijinkan adik kakak yang cantik ini mentraktir kakak Sandro dan juga kak Zian untuk berbuka puasa bersama. Hitung-hitung aku biar dapat pahala juga, kak," kata Alexa.
"Oh begitu yah? Baik, baik! Kamu yang traktir!" sahut Sandro.
"Kak Zian dan kak Sandro mau makan di mana? Aku sudah siap kok!" tantang Alexa.
"Waduh, nantang nih?" sahut Sandro.
"Hehehe, mau di restoran masakan nusantara, Chinese, Jepang atau yang lain?" tantang Alexa.
"Zian tidak suka aneh-aneh. Dia suka masakan Indonesia seperti iga bakar, sup iga, planning sambal asam, sayur asem, uh lezat! Daging kambing dengan sambal kacang juga bikin selera makan," kaya Sandro.
"Wah seperti nya aku juga mau iga bakar, sup iga, pelencing kangkung dengan sambal asam nya," ucap Alexa.
" Oke, kamu kakak siap-siap dulu. Kita jemput kakak ipar kamu di kantor saja. Tadi dia gak bawa mobil kok. Karena kakak yang antar ke kantor pagi tadi," kata Sandro.
"Astaga! Sekarang sudah jadi pacar teladan yah!" sahut Alexa. Sandro hanya terkekeh saja mendengar julukannya itu.
__ADS_1