
Ketika Farhan dan Orly tiba di rumah baru Maya, mereka langsung terkagum-kagum dengan keindahannya. Rumah tersebut memang besar dan terlihat sangat mewah dan elegan. Dari luar, rumah itu tampak megah dengan taman yang rapi dan kolam renang yang indah di halaman belakang.
"Masya Allah, Maya? Ini sungguh luar biasa! Sangat besar dan indah sekali." Ucap Farhan Ayah Maya.
"Benar, ini seperti istana! Maya kamu pasti merasa bahagia tinggal di sini." Tambah ibunya.
Mereka berdua melangkah masuk ke dalam rumah dan melihat desain interior yang sangat cantik dan modern. Perabotan dan dekorasi rumah terlihat mewah dan terawat dengan baik. Ruang tamu yang luas dengan perabotan berwarna cokelat muda membuat suasana menjadi hangat dan nyaman.
"Wah, interiornya sangat indah. Semua terlihat begitu elegan dan berkualitas tinggi."
"Semua detailnya begitu rapi dan terawat. Maya kamu pasti sangat mencintai rumah ini." Kata Ibunya.
Maya dengan senang hati memandu kedua orang tuanya berkeliling di rumah barunya. Ia cerita tentang setiap sudut rumah, mulai dari ruang keluarga yang nyaman, dapur yang modern dan lengkap, hingga kamar tidur yang mewah dengan kamar mandi pribadi.
"Anakku kamu sudah menjadi wanita hebat, Membeli rumah seperti ini adalah pencapaian yang luar biasa. Kami sangat bangga padamu." Kata Ayahnya.
"Iya, kami sangat bahagia untukmu, sayang. Semoga rumah ini membawa kebahagiaan dan kesuksesan untukmu dan masa depanmu."
"Makasih, Ayah, Ibu. Saya senang bisa berbagi momen ini dengan kalian. Rumah ini tidak hanya untuk saya, tapi juga untuk keluarga kita semua, Oh iya karena tidak begitu paham dengan beberapa dekorasi nanti aku minta tolong kepadamu Yah, membantu mendekorasi sisa ruangan lain."
Mereka berdua merangkul Maya dengan penuh kasih sayang. Kedua orang tua merasa bangga dengan putrinya yang telah berhasil mencapai impian dan kesuksesannya. Semua perjuangan dan kerja keras Maya telah membuahkan hasil yang manis.
^^
Rani dan Maya memang sudah tiba beberapa jam lebih dulu sebelum kedua orang tua Maya datang. Ia pun mengikuti Maya dan kedua orang tuanya yang dengan penuh semangat memandu mereka berkeliling di rumah barunya.
Rani memutuskan untuk memberi mereka sedikit ruang pribadi dan sengaja mengikuti mereka dari belakang, tidak ingin mengganggu momen indah mereka. Dia terus melihat Maya, Farhan, dan Orly saling berbincang dan tertawa dengan bahagia. Melihat ekspresi wajah Maya yang penuh kegembiraan, hati Rani pun ikut bahagia.
Ketika Rani melihat mereka bertiga saling berpelukan dengan penuh kasih sayang, ia merasa hangat di dalam hatinya. Meskipun Rani merasa sedikit iri dengan kedekatan Maya dengan orang tuanya, dia juga merasa senang melihat persahabatan dan cinta yang begitu kuat di antara mereka.
“Ikuuuut” Ucapnya langsung memeluk mereka bertiga.
__ADS_1
“Issh merusak suasana aja” Goda Maya
“Aaaaaah, aku jadi kangen orang-orang desa” Rengek Rani.
Mereka pun berpelukan bersama, Rani tersenyum bahagia dan mengapresiasi keberhasilan Maya. Ia ingin memberikan dukungan dan kebahagiaan untuk temannya. Dia merasa beruntung memiliki teman sebaik maya, yang selalu berbagi kebahagiaan dan dukungan dalam setiap momen hidup.
Ketika Rani bergabung dengan mereka, Maya dan orang tuanya menyambutnya dengan hangat. Mereka bertiga berbagi cerita tentang momen-momen indah dan perjuangan dalam perjalanan kehidupan mereka. Ketiganya tertawa dan berbicara dengan penuh kebahagiaan, menikmati momen spesial bersama.
Sambil menikmati kebersamaan, Rani merasa bersyukur telah menjadi bagian dari kehidupan Maya dan keluarganya. Ia merasa bahagia dapat berbagi kebahagiaan ini dan selalu mendukung teman-temannya dalam setiap langkah perjalanan hidup mereka.
Malam itu, Siska merasa sangat menyesal karena tidak bisa ikut hadir. Tugas akhirnya yang menumpuk membuatnya harus begadang untuk menyelesaikannya. Ia merasa sedih karena acara itu merupakan momen spesial bagi Maya, dan Siska ingin memberikan dukungan dan kebahagiaan untuk temannya tersebut.
Saat Siska memberitahukan hal ini kepada Maya melalui pesan teks, Maya dengan penuh pengertian mengatakan bahwa tidak apa-apa dan mengerti jika tugas kuliah menjadi prioritas. Maya juga mengatakan bahwa acara besok malam masih akan menjadi momen yang berarti untuk mereka bertiga.
**
Pagi berikutnya, suasana di rumah Maya sudah mulai ramai dengan kehadiran para petugas katering dan Event Organizer (EO) acara yang sibuk menata tempat acara selamatan rumah barunya. Maya berencana memberikan kepercayaan penuh kepada Rani dan kedua orang tuanya untuk membantu mengatur segala sesuatu, tetapi tiba-tiba ponselnya berdering. Dan itu adalah pesan dari Melan, asisten pribadi CEO, yang memberitahu Maya bahwa hari ini dia tidak perlu masuk kerja untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Melan menawarkan untuk mengambil alih urusan kantor agar Maya bisa fokus pada acara selamatan.
"Makasih, bu. Aku sangat menghargai ini. Semoga acaranya nanti berjalan dengan baik," tulis Maya dalam pesan balasannya.
"Tidak masalah, Aku senang bisa membantu. Pastikan kamu menikmati momen ini dan jangan khawatir tentang pekerjaan. Aku akan memastikan semuanya berjalan lancar di kantor," balas Melan penuh semangat.
Setelah berkomunikasi dengan Melan, Maya merasa lega karena dia sekarang bisa fokus sepenuhnya pada acara selamatan rumah barunya tanpa perlu khawatir tentang pekerjaan di kantor. Dia merasa bahagia karena memiliki orang-orang seperti Rani dan Ibu Melan yang selalu ada untuk mendukungnya.
Sementara itu, Rani dan kedua orang tua Maya juga nampak bersemangat membantu para petugas yang keluar masuk. Mereka bergerak lincah dan penuh semangat untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Rani berbicara dengan antusias kepada para pelayan dan menyambut mereka dengan senyuman hangat.
"Semuanya tampak cantik, kan?" ujar Rani girang kepada salah satu dekorasi yang terpasang.
Sambil menikmati sarapan pagi, Maya, Rani, dan kedua orang tua Maya pun berdiskusi dan menentukan beberapa detail terakhir acara selamatan. Mereka saling memberikan ide dan saran untuk memastikan bahwa semuanya berjalan dengan sempurna.
Pagi hari yang cerah dan penuh semangat ini menjadi awal yang baik untuk acara selamatan rumah baru Maya nanti malam. Semua orang berharap agar acara ini menjadi momen yang berkesan dan membawa kebahagiaan bagi Maya dan keluarganya.
__ADS_1
^^
Setelah membantu bagian dekorasi dengan semangat, Rani bergerak menuju dapur untuk membantu ibu Maya mengatur menu-menu spesial yang akan dihidangkan pada acara selamatan malam nanti. Ibu Maya menyambut kedatangan Rani dengan senyuman hangat.
"Terima kasih sudah mau membantu, Nak. Kamu sungguh berbakat dalam urusan dekorasi," ujar Ibu Maya.
"Tidak masalah, Bu. Saya senang bisa membantu," jawab Rani sambil tersenyum.
"Hmm Sudah lama sekali kita tidak mengadakan acara besar seperti ini, terakhir kali itu Wisuda Maya tapi tidak serepot ini karena saat itu di bantu orang se kampung," kata ibu Maya dengan senyum bahagia.
"Semoga semuanya berjalan lancar ya," jawab Rani dengan semangat.
Mereka pun bahu-membahu mengatur dan menyusun hidangan-hidangan lezat di atas meja dapur. Makanan tradisional khas yang disajikan dengan indah menambah keindahan suasana acara selamatan. Rani membantu menyajikan hidangan-hidangan tersebut dengan hati-hati, sementara ibu Maya memastikan semuanya terlihat menarik dan lezat.
Di sela-sela kerja keras, Rani juga bertanya kepada ibu Maya tentang beberapa resep masakan khas yang akan disajikan. Ibu Maya dengan senang hati membagikan rahasia resep keluarga yang sudah diwariskan dari generasi ke generasi.
"Rasanya pasti enak sekali," ujar Rani antusias.
"Semoga semuanya disukai oleh para tamu nanti," jawab Ibu Maya.
Sementara itu, di ruang tamu, Maya berbicara dengan ayahnya tentang beberapa perincian terkait selamatan malam nanti. Ayahnya memberikan saran dan dukungan, mengatakan bahwa semuanya pasti akan berjalan dengan baik.
"Jangan terlalu khawatir, Nak. Semua tamu pasti akan senang dan menyambutmu dengan tangan terbuka," ujar ayah Maya dengan penuh keyakinan.
Maya tersenyum dan mengangguk, semangatnya semakin berkobar untuk membuat acara ini menjadi momen berharga bagi semua orang yang hadir.
"Terima kasih atas semuanya. Aku sangat berterima kasih kepada kalian," kata Maya dengan tulus kepada ayah.
"Tidak usah berterima kasih, Nak. Semua ini untukmu dan kami sangat bahagia bisa melihatmu senang," ujar ayah Maya.
Dengan semangat dan kegembiraan, persiapan selamatan rumah baru terus berlanjut hingga menjelang malam.
__ADS_1
Sementara itu, di kantor Trotoarts, Melan sibuk mengatur segala urusan dan menjalankan tugas-tugas Maya. Ia berkomunikasi dengan lancar dengan para staf dan menjalankan tugas-tugas rutin yang biasanya dipegang Maya. Meskipun Maya tidak ada di kantor, semangat dan kerja kerasnya tetap terasa hadir melalui peran Melan.