Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
BAB 52


__ADS_3

"Kak Sandro! Kakak serius menjalin hubungan dengan kak Zian? Lalu bagaimana dengan Elisabeth, kak Sandro? Elisabeth sudah menunggu kak Sandro sudah sejak lama. Apakah kakak tega membuat Elisabeth patah hati?" tanya Alexa.


Seperti biasa Alexa suka masuk ke kamar kakak nya. Mengganggu Sandro yang kini masih berkutat di depan laptop nya.


"Dik, rasa suka atau cinta tidak bisa dipaksakan, bukan? Kakak sudah menyukai kak Zian sejak pandangan pertama. Sedangkan kakak dengan Elisabeth sudah menganggap seperti adik. Bukankah kakak. sudah bilang kepada kamu? Kakak tidak bisa menerima Elisabeth,"


"Walaupun kak Sandro dengan kak Zian berbeda?" sahut Alexa.


"Iya, benar! Apakah perbedaan itu menjadi alasan untuk berpisah? Itu tidak akan kakak lakukan. Kakak tidak akan menyerah untuk mempertahankan hubungan dengan kak Zian. Walaupun saat ini kami berbeda," kata Sandro.


"Ya Tuhan! Ampunilah kak Sandro! Berikan cahaya di hatinya. Supaya tidak berpaling dari Engkau," sahut Alexa.


"Aamiin!" ucap Sandro. Alexa melebar matanya dengan sempurna dan menatap ke arah kakak nya itu.


"Kak Sandro! Aku menyukai kak Zian karena dia orangnya baik, ramah dan juga seperti nya tidak suka aneh-aneh. Namun kakak dengan kak Zian itu berbeda. Apakah tidak menjadi rumit jika kalian bersatu?" ucap Alexa.


"Alexa! Untuk saat ini biarkan kakak menikmati hubungan dengan kak Zian. Tanpa memperdulikan perbedaan itu sendiri,"kata Sandro.


" Hem, kak Sandro!" gumam Alexa seraya menjatuhkan tubuh nya ke atas tempat tidur.


*****


"Aku.lihat belakang ini kamu dengan Sandro sudah jarang sekali bertemu. Ada apa? Apakah kalian berantem, Zian?" tanya mami. Juan saat mereka di ruangan yang sama. Mereka saat ini berada di ruangan kerja mami Juan. Sedangkan Zian sendiri duduk di kursi sudut sambil makan makanan ringan.

__ADS_1


"Tidak kok, mami! Kami baru saja bertemu di hari besar umat nasrani. Bahkan kak Sandro mengajak aku ke rumahnya. Akhirnya aku bertemu dan berkenalan dengan orang tua serta keluarga besarnya di sana," jelas Zian. Mami Juan mengerutkan dahinya.


"Maksudnya?" tanya mami Juan.


"Mami, mereka sekeluarga besar termasuk dengan kakak Sandro sendiri ternyata merayakan Natal bersama. Mereka beribadah di gereja. Sedangkan aku di masjid," jelas Zian to the poin.


"Hah? Jadi kamu dengan Sandro itu berbeda? Lalu setelah kamu mengetahui hal ini apakah kalian putus?" tanya mami Juan.


"Tidak, mami! Bahkan kak Sandro semakin memberikan banyak perhatian padaku. Kami masih berhubungan. Bahkan kami semakin dekat dengan yang lain," jawab Zian.


"Walaupun kalian berbeda?" sahut mami Juan. Zian menganggukkan kepalanya pelan.


"Saat ini kami hanya menikmati rasa indah yang telah hadir dalam hati kami. Kami sama-sama saling menyayangi dalam bentuk memberikan perhatian dan saling mengingatkan untuk beribadah sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan kami. Untuk ke depan nya kami masih memikirkan bagaimana dari perbedaan itu tidak akan menjadi penghalang kami untuk bersatu," jelas Zian.


"Apakah kamu ingin mengikuti Sandro dan merubah keyakinan kamu, Zian?" tebak mami Juan. Zian terkejut. Netra Zian menatap ke arah mami nya.


"Aku tidak mungkin merubah keyakinan ini, mami!" sahut Zian.


"Ya sudah! Lebih baik kamu memutuskan hubungan spesial itu dengan Sandro. Sebelum kamu terlanjur cinta dan sangat sulit melepaskan diri," kata mami Juan.


"Tapi, haruskah seperti itu mami?" sahut Zian.


"Yah, mungkin kamu harus pelan-pelan menjaga jarak dengan Sandro terlebih dahulu. Berusaha melupakan dan setelah itu kamu baru memutuskan hubungan itu dengan Sandro. Jangan sampai kamu semakin besar cinta nya dengan Sandro. Kamu paham kan apa yang mami katakan?" tanya mami Juan.

__ADS_1


"Menjauh dari Sandro? Bagaimana itu aku bisa lakukan mami? Sedangkan Sandro setiap hari masih saja mengirimkan aku buket mawar dan tidak lupa makanan seperti ini. Ditambah setiap waktu selalu mengirim pesan chat dan juga menelpon ku baik dengan suara atau video call," ucap Zian.


"Kalau begitu, dalam satu bulan ini kamu pergi lah ke luar negeri. Kamu bantu perusahaan milik paman kamu di sana. Bagaimana? Ini dalam rangka supaya kamu bisa belajar melupakan Sandro dan Sandro tidak bisa mendekati kamu dan menghubungi kamu," kata mami Juan.


"Bagaimana itu mungkin, mami! Sandro itu CEO yang kaya raya. Dia bisa mendatangi aku ke luar negeri jika mau. Apa sulit nya bagi Sandro soal itu?" sahut Zian.


"Hem, begitu yah? Mami jadi bingung memikirkan hal ini. Kamu tidak mau mengikuti Sandro dalam merubah keyakinan kamu. Sedangkan Sandro itu jelas tidak mungkin karena Sandro lahir dari keluarga yang taat beribadah," ucap mami Juan.


"Sudahlah, mami! Untuk sementara ini biarkan kami seperti ini dulu. Mungkin setelah Sandro bosan dia juga akan memutuskan hubungan ini. Kami tidak akan lagi serius ke jenjang pernikahan," ucap Zian.


"Eh? Bagaimana dengan hati kamu nanti saat itu benar-benar terjadi? Kamu diputusin Sandro di saat kamu sudah terbiasa mendapatkan perhatian setiap hari dari Sandro," sahut mami Juan.


"Itu sudah menjadi resiko berpacaran. Putus atau berlanjut ke jenjang pernikahan. Tapi setelah aku mengetahui kalau kami berbeda, aku tidak lagi mengharapkan aku dengan kak Sandro ke jenjang pernikahan. Karena kita berbeda. Dan aku pun tidak akan memaksakan kak Sandro untuk mengikuti aku," kata Zian.


"Hem, kamu bermain api Zian! Bagaimana kalau kamu terbakar sendiri nantinya?" tanya mami Juan.


"Aku harus siap menerima rasa sakitnya, mi! Jika aku harus terbakar dengan api itu," jawab Zian.


"Benar-benar rumit! Tapi jujur saja, Zian! Mami papi sangat setuju jika kamu bisa menikah dengan Sandro. Selain dia pria yang baik dan penuh perhatian. Dia terlihat sangat mencintai kamu. Dia terlihat pria yang bertanggung jawab dan juga setia dengan pasangan nya. Jadi mami berharap, kamu dan Sandro bisa menjadi suami istri sampai nenek kakek seperti mami papi kamu ini," kata mami Juan.


"Kak Sandro memang baik. Sangat baik!" salut Zian.


"Benar! Tidak seperti mantan suami kamu dulu! Dia tidak jelas sama sekali!" tambah mami Juan. Zian menyipit matanya mendengar umpatan itu dari mami nya.

__ADS_1


"Sepertinya bang Genta sudah berubah kok, mi!" sahut Zian.


"Mami tidak yakin itu! Sekali dia pernah mengkhianati pasangan nya, dia akan terbiasa untuk mengulangi nya. Lihat saja! Hubungan dia dengan wanita itu pasti tidak akan lama," kata mami Juan. Zian melebar matanya dengan sempurna mendengar ucapan dari mami nya.


__ADS_2