Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
BAB 44


__ADS_3

"Kamu menyesal telah bercerai dengan istri kamu itu, Genta? Bukannya sudah ada aku di samping kamu yang selalu mengerti kemauan kamu," ucap Miska.


"Menyesal tidak! Zian yang menginginkan perceraian itu. Sekarang sudah ada kamu, kenapa aku harus merengek dengan seorang wanita. Ada kamu yang membutuhkan aku dan juga sudah banyak memberikan manfaat kepada ku. Kamu memberikan aku kesempatan untuk bekerja dan kembali mengembangkan bisnis. Dan juga memberikan kenyamanan di rumah kamu. Sebagai pria, aku sudah sangat dimanjakan oleh kamu, sayang! Terlebih lagi kamu benar-benar sangat berpengalaman menyenangkan seorang pria. Beda dengan mantan istriku yang kampungan itu," ucap Genta. Miska duduk di atas kedua paha Genta sambil melingkarkan tangannya ke leher Genta.


"Kamu bicara seperti karena saat ini aku di dekat kamu bukan? Mungkin nanti kamu akan kembali bicara manis dengan wanita lain yang lebih seksi daripada aku," ucap Miska.


"Hahaha, aku tidak akan munafik Miska. Aku masih laki-laki normal yang memiliki fantasi yang membuat kesenangan ku terpuaskan," sahut Genta.


"Sampai kapan kamu akan merasa cukup dan puas dengan satu saja?" tanya Miska.


"Entahlah! Setelah Zian wanita yang aku hisap sari madu nya adalah kamu. Tidak ada yang lain lagi," kata jujur Genta.


"Benarkah? Kalau begitu lebih baik kita resmikan hubungan suami istri kita. Aku tidak mau hanya sekedar nikah siri saja," ucap Miska.


"Kamu yakin hubungan suami istri kita ini akan kamu publikasikan?" tanya Genta.


"Iya, aku sudah mantap kok!" sahut Miska.


"Tapi mama dan juga keluarga ku akan sangat terkejut jika aku buru-buru menikah setelah baru saja aku bercerai dengan Zian. Lebih baik kita seperti ini dulu yah! Lagi pula kita sudah nikah secara siri," kata Genta.


"Hem, sebenarnya dari dulu aku tidak perduli dengan hubungan terikat dalam pernikahan seperti itu. Makanya aku masih enjoy menikmati kebebasan ku yang beberapa kali menjalin hubungan dengan beberapa pria dan hanya sebatas hubungan kekasih saja. Setelah dirasa tidak cocok akhirnya putus juga. Yah walaupun kami gaya pacarannya sudah seperti hubungan suami istri," cerita jujur Miska.

__ADS_1


"Tapi selama menjalin hubungan dengan aku, aku tidak mau berhubungan lagi dengan laki-laki lain. Karena kamu sudah menjadi istriku walaupun kita nikah secara agama saja," sahut Genta.


"Kamu benar-benar egois, Genta! Tapi karena aku sudah sangat menyayangi kamu, maka aku akan berusaha setia dengan kamu," ucap Miska.


"Pokoknya kalau aku sampai melihat kamu bermain api dengan laki-laki lain, aku akan menghabisi laki-laki itu dan aku juga akan menghukum kamu juga, Miska!" ancam Genta.


"Wow, takuttt! Kamu mengerikan sekali Genta! Tapi aku suka laki-laki yang protektif dengan pasangan nya. Hem apakah kamu mulai menyayangi aku juga, Genta?" Ucap Miska.


"Masih sedikit!" jawab Genta. Miska langsung cemberut mendengar nya.


"Hahaha, jangan cemberut dong! Tapi kamu adalah istriku satu-satu nya yang aku miliki saat ini," sahut Genta.


"Aku pemenangnya bukan? Karena aku membuat Zian mundur dan menjauh dari kehidupan mu," ucap Miska.


*****


Setelah bertemu dengan Zian di restoran itu, Sandro kini lebih intens menghubungi Zian melalui pesan Chat. Setiap hari Sandro mengirimkan buket mawar mawar dengan warna-warni beserta makanan untuk Zian. Zian benar-benar seperti dimanjakan dengan perhatian itu.


Saat ini Zian di ruangan nya memeriksa laporan keuangan di perusahaan milik keluarga nya itu. Setelah beberapa jam berkutat dengan kerjaan nya, Zian membuka-buka sosial media nya. Zian menemukan di beranda nya ada foto kebersamaan mantan suami nya bersama dengan Miska. Mereka sudah tidak malu dan sungkan lagi mempublikasikan hubungan mereka.


"Jadi mereka sudah berpacaran? Kenapa tidak menikah saja? Lagipula mereka terlihat cocok juga. Sepertinya bang Genta sangat bahagia dengan Miska. Senyuman nya juga lepas dan bebas. Demikian juga halnya dengan Miska. Aku ikut bahagia melihat Bang Genta bisa mendapatkan kebahagiaan nya. Mungkin saja aku bukanlah wanita yang terbaik buat bang Genta. Nyatanya dia masih mencari yang lain setelah bersama dengan aku. Tidak ada yang bisa menetapkan hati kecuali kehendak Nya dan niatan untuk saling setia," gumam Zian.

__ADS_1


Tidak ada penyesalan dan kesedihan dari mata Zian mengetahui bahwa mantan suami nya sudah dekat dengan seorang wanita. Bagi Zian, dia harus tetap berdamai dengan masa lalu yang sudah ia lewati. Mendoakan yang terbaik dan memberikan maaf pada seseorang yang pernah menyakiti dan mengecewakan nya itu lebih membuat damai dan tentram hati. Jalan yang penuh kebahagiaan teruntuk bagi orang yang berdamai dan tidak mendendam.


"Halo Zian! Pasti melamun yah, sayang!" Tiba-tiba mami Juan masuk ke ruangan Zian tanpa Zian menyadari nya. Mami Juan sempat menangkap foto yang di lihat Zian di media sosial itu. Mami Juan hanya tersenyum sinis menatapnya.


"Eh mami, bikin kaget Zian!" sahut Zian dan menutup aplikasi media sosial yang baru saja dibuka nya.


"Kenapa? Kamu melihat mantan suami kamu sudah berani menunjukkan kemesraan nya di sosial media dengan wanita selingkuhan nya dulu?" tebak mami Juan.


"Mami! Bang Genta juga butuh bahagia. Walaupun itu tanpa aku, mami. Dan mungkin juga bang Genta sudah mendapatkan kenyamanan itu bersama wanita seperti Miska," kata Zian.


"Hem, ya sudah! Kita tidak usah membahasnya lagi. Oh iya, bagaimana hasil laporan keuangan nya. Apakah ada yang terselip kesalahan?" tanya Mami Juan.


"Tidak mami! Sekretaris dan bendahara di perusahaan ini benar-benar dapat diandalkan. Laporan nya benar-benar sangat terperinci dan rapi. Nyaris sempurna! Aku ingin lebih dekat dan mengenal Leni dan Lukas," kata Zian.


"Leni dan Lukas sudah bekerja di perusahaan ini cukup lama. Jadi apa yang sudah diarahkan oleh papi, dia selalu perhatikan dan dibenahi jika ada kekurangan nya. Papi Leo kan orangnya benar-benar perfect," ucap mami Juan.


Kini pandangan mata Mami Juan menangkap tumpukan buket mawar warna- warni di meja sudut ruangan itu. Lalu beralih ke buket mawar berwarna putih di atas meja kerja Zian. Itu baru saja datang beserta paper bag berisi makanan untuk siang Zian yang dikirim oleh seseorang.


"Zian, sejak kapan kamu mengoleksi buket-buket itu. Sampai menumpuk begitu banyak. Yang lama pun masih kamu simpan dan layu seperti ini tidak kamu buang. Sebenarnya dari siapa sih, sayang?" tanya mami Juan Kepo. Zian tersenyum dan wajahnya tiba-tiba memerah.


"Hayo, putriku sudah ada penggemar yah sekarang? Ayo katakan dan cerita dengan mami! Dan ini juga, pasti paket makanan ini juga pemberian dari orang yang sama bukan?" ucap mami Juan benar-benar kepo.

__ADS_1


"Mami ini. loh! Dia bukan siapa-siapa kok!" sahut Zian dengan berbinar matanya.


__ADS_2