Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
Akhir PKL


__ADS_3

Setelah seminggu yang penuh tantangan, PKL Maya akhirnya berakhir. Maya merasa bangga dan bersyukur atas pengalaman berharga yang telah dia dapatkan selama masa PKL tersebut. Selama sembilan bulan yang dari rekomendasi awal hanya tiga bulan tetapi atas permintaan Trotoarts maka penelitian itu di perpanjang hal ini pun berefek kepada wisuda Maya yang juga ikut mundur, Tetapi menurut maya pengalaman di lapangan adalah guru terbesar untuk melanjutkan karirnya setelah wisuda, apalagi dia sudah memiliki jalan yang mulus ke arah itu. Dan dia juga telah belajar banyak tentang dunia kerja, meningkatkan keterampilan praktis, dan memperluas jaringan profesionalnya.


Di hari terakhir PKL, Maya memberikan laporan penelitian dan hasil kerjanya kepada tim proyek serta pihak manajemen. Mereka memberikan apresiasi atas kontribusinya yang berharga dan mengakui hasil penelitiannya yang mendalam. Maya tidak pernah pelit akan hasil temuan nya dan ia pun merasa puas dengan capaian ini dan senang dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam proyek tersebut serta kontribusi dalam perusahaan, apalagi sekelas Trotoarts inc.


Saat Maya akan meninggalkan lantai atas kantornya menuju ke lantai bawah, dia merasakan perasaan lega dan bersemangat. PKL telah memberinya wawasan yang mendalam tentang dunia kerja yang sesungguhnya dan menguatkan keyakinannya dalam memilih jalur karir yang tepat.


Reny yang memang sudah membencinya sejak awal dan di saat melihat Maya keluar dari lift, Ia saat itu sedang duduk di resepsionis saat Maya keluar. Dia melihatnya dengan tatapan sinis dan penuh kebencian seperti akan mencabik-cabiknya menjadi daging cincang. Tiba-tiba saja, Reny merasakan sesuatu yang tidak terkendali dan tanpa berpikir panjang, Tanpa tau rasa malu sama sekali dia meludahi Maya dengan penuh kebencian. Melampiaskan segala kekesalannya selama ini karena dia merasa yakin ini merupakan hari terakhirnya bertemu dengan maya dan tidak mungkin kembali lagi.


“Cuiiih, wanita kampungan, balik sana ke habitat mu” Ucapnya penuh kebencian


“Terima kasih” Balas maya berusaha tenang menghadapi itu semua, sedangkan Yatno sang security plontos hendak bergerak melerai tapi di beri kode agar tetap tenang, toh setelah ini semua akan baik-baik saja.


Maya memang terkejut dan terkecoh oleh tindakan tak terduga tersebut. Dia tidak mengerti apa yang telah dilakukan oleh Reny adalah sikap yang tidak bisa di tolerir. Tetapi, Maya memilih untuk tetap tenang dan tidak mempermasalahkan insiden ini. Dia tidak ingin menjatuhkan diri ke dalam permainan kebencian dan pertengkaran.


Dalam hati Maya, dia berpikir bahwa sikap dan tindakan Reny mungkin dipicu oleh ketidakbahagiaan atau rasa frustasi yang ada di dalam dirinya. Maya memilih untuk tidak membalas atau memperburuk situasi tersebut. Dia memahami bahwa setiap orang memiliki masalah dan perjuangan mereka sendiri.


Meskipun Maya merasa sedih dan terluka dengan perlakuan Reny, dia memilih untuk membiarkan waktu menyembuhkan luka tersebut. Dia tidak ingin kejadian ini mengganggu semangat dan fokusnya dalam meraih tujuan dan kesuksesannya.


“Sampai ketemu lagi” tambah maya setelah itu dia beranjak masuk ke mobil yang sudah terbuka pintunya untuk segera pergi.


Reny hanya melongo penuh tanda tanya, tetapi dengan percaya diri ia yakin bahwa itu hanya sementara. “halah kan itu atas hadiah kemarin dan Cuma di pakai selama PKL, toh habis ini di kembalikan lagi.” Batinnya


**


Tidak berselang berapa lama dan ketika Maya tiba di asrama kampus, dia disambut oleh kedua sahabatnya, Rani dan Siska serta teman kamarnya shanty. Mereka ingin segera merayakan berakhirnya PKL dengan makan malam bersama dan berbagi cerita tentang pengalaman mereka masing-masing.

__ADS_1


Malam itu, perayaan dilakukan bersama sahabat-sahabatnya, Rani datang dengan pasangannya, Siska pun tidak kalah mengajak pasangannya, sedangkan Shanty teman sekamarnya yaaa seperti yang di duga. Mereka semua berkumpul di sebuah restoran yang dipilih dengan saksama, tempat yang memberikan suasana yang hangat dan akrab dan ingin menjadikan momen spesial bagi Maya untuk di kenang.


Mereka duduk bersama di meja yang panjang, dipenuhi tawa, cerita, dan kebersamaan yang erat. Mereka saling berbagi tentang perjalanan hidup masing-masing, prestasi yang telah dicapai, serta mimpi dan harapan untuk masa depan. Ada banyak perasaan syukur dan kegembiraan di antara mereka, mengingat semua tantangan dan perjuangan yang telah mereka lalui bersama.


Rani, dengan senyum lebar, mengucapkan selamat kepada Maya atas keberhasilannya menyelesaikan PKL dan lulus dari kampus. Dia juga menyampaikan rasa bangganya terhadap kemajuan Maya dalam mencapai impian dan cita-citanya. Pasangannya memberikan ciuman di kening rani, sebagai tanda dukungan dan kebahagiaan mereka atas pencapaian yang luar biasa.


Siska, yang kini sudah jadian juga dengan pasangannya Felix, ingin berbagi kebahagiaan dan rasa syukurnya. Dia mengucapkan terima kasih kepada Maya atas dukungan dan persahabatan yang tak tergoyahkan. Mereka saling menguatkan dan mendukung satu sama lain, menghadapi rintangan dan kesulitan dalam hidup.


Shanty, teman sekamar Maya yang selalu hadir dalam setiap momen penting, juga memberikan ucapan selamat dan kebanggaannya terhadap prestasi yang telah Maya capai. Dia mengingatkan Maya untuk selalu memegang teguh nilai-nilai persahabatan dan menjaga hubungan yang telah terjalin dengan baik.


Malam berlangsung dengan penuh keceriaan dan kebersamaan. Mereka menikmati hidangan lezat, menari bersama di tengah lantai dansa, dan mengabadikan momen dengan foto-foto yang penuh tawa. Semua kesedihan dan rintangan yang pernah mereka hadapi, kini terasa jauh di belakang.


Di antara canda tawa dan kebahagiaan, Maya merasa diberkati memiliki sahabat-sahabat sejati yang selalu mendukungnya. Mereka adalah orang-orang yang selalu ada di sisinya, menemani dalam suka dan duka, serta mendorongnya untuk terus berkembang.


Ketika malam perayaan berakhir, mereka berjanji untuk terus menjaga dan merawat persahabatan yang telah terjalin dengan baik. Maya merasa diberkati memiliki sahabat-sahabat yang begitu berarti dalam hidupnya, dan dia berkomitmen untuk selalu memberikan dukungan dan kebahagiaan kepada mereka seperti yang mereka berikan padanya. Maya tahu bahwa persahabatan yang tulus dan mendalam adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupnya, dan dia berencana untuk menjaga dan merawatnya seumur hidup.


Malam perayaan yang penuh keceriaan dan kebersamaan itu menjadi tonggak penting dalam perjalanan persahabatan mereka. Mereka mengerti bahwa dalam hidup, tidak selalu mudah untuk menemukan orang-orang yang benar-benar peduli dan siap mendukung tanpa pamrih. Oleh karena itu, mereka berjanji untuk tetap saling mendukung, menghargai, dan meluangkan waktu untuk bersama-sama, baik dalam kebahagiaan maupun kesedihan.


Maya dan sahabat-sahabatnya meninggalkan restoran dengan hati yang penuh kebahagiaan dan rasa syukur. Mereka merasa diberkati karena memiliki orang-orang istimewa dalam hidup mereka yang selalu siap berada di samping mereka. Persahabatan mereka telah teruji oleh waktu, dan mereka bersyukur karena bisa tumbuh bersama dalam perjalanan hidup mereka.


**


Setelah perayaan akan berakhir, Maya merasa bahwa inilah saat yang tepat untuk mengungkapkan sesuatu kepada sahabat-sahabatnya. Dia meminta mereka untuk duduk bersama dan dengan hati yang berdebar, Maya berbicara dengan tulus.


"Temanku yang tercinta, aku ingin berbagi kabar yang sangat berarti bagi hidupku," ucap Maya dengan suara yang penuh emosi. "Setelah wisuda nanti, Trotoarts telah meminta aku untuk bergabung dengan mereka dan melanjutkan penelitian yang aku lakukan selama PKL. Mereka juga telah mempertimbangkan untuk memberiku kesempatan untuk menggantikan posisi ibu Melan sebagai asisten pribadi pak James."

__ADS_1


Semuanya terdiam sejenak, sahabat-sahabat Maya menatapnya dengan campuran kejutan, bangga, dan sedikit khawatir. Rani menjadi orang pertama yang memberikan tanggapan.


"Maya, ini adalah berita yang luar biasa!" ujar Rani dengan penuh kegembiraan. "Aku sangat bangga padamu dan yakin bahwa kamu akan menjadi sukses dalam karirmu. Namun, apakah kamu sudah memikirkannya dengan matang? Ini adalah tanggung jawab yang besar loh."


Siska mengangguk setuju, tetapi dia menambahkan, "Maya, kami selalu mendukungmu dalam apa pun yang kamu pilih. Tapi pastikan kamu mengambil keputusan ini berdasarkan impian dan keinginanmu, bukan hanya karena tekanan dari orang lain. Pertimbangkan dengan matang dan dengarkan hatimu bahwa itu sudah sesuai kapasitasmu."


Shanty menyela, "Saya setuju dengan apa yang Siska katakan. Ini adalah kesempatan besar untukmu, Maya. Tetapi jangan biarkan tekanan atau ekspektasi orang lain mempengaruhi keputusanmu. Dengarkanlah suaramu sendiri dan ikuti apa yang membuatmu bahagia. Sejujurnya kamu sudah memiliki kompetensi di posisi itu"


“Ya tapi kamu masih perlu pengalaman di lapangan untuk memperkuat posisimu menggantikan ibu melan.” Tambah Felix.


“Aku malah melihat semuanya akan baik-baik saja karena kamu tidak seperti yang terlihat, kamu lebih mengagumkan di dalamnya.” Uap Ryan.


Maya menghela nafas lega mendengarkan nasihat sahabat-sahabatnya. Dia merasa terpenuhi dengan dukungan dan kejujuran mereka. Dalam hatinya, dia sudah mempertimbangkan dan mempersiapkan diri dengan matang sebelum mengambil keputusan ini. Dia yakin bahwa ini adalah langkah yang tepat untuk kemajuan kariernya.


"Dari dalam hati yang terdalam, aku mengucapkan terima kasih atas dukungan dan cinta kalian," kata Maya dengan senyuman. "Aku sudah mempertimbangkannya dengan matang dan aku yakin bahwa ini adalah langkah yang tepat bagiku. Aku siap untuk menghadapi tantangan baru dan melanjutkan penelitianku di Trotoarts. Aku akan memikirkan segala kondisi dan situasi akan usulan kalian."


Sahabat-sahabatnya tersenyum dan dengan penuh kehangatan, mereka memberikan pelukan pada Maya. Mereka merasa bangga dan bahagia melihat Maya mengambil keputusan yang berani dan mengikuti impian dan passionnya.


Perjalanan Maya bersama sahabat-sahabatnya terus berlanjut, dan mereka tetap saling mendukung dan membangun kebersamaan yang kuat. Maya tahu bahwa tak ada hal yang lebih berharga daripada memiliki sahabat-sahabat yang selalu ada di sisinya dalam setiap langkah kehidupannya.


Ketika Maya pulang ke asramanya, dia merasa bahagia dan penuh semangat untuk melangkah ke masa depan. Dia tahu bahwa takdirnya masih penuh dengan tantangan dan perjalanan yang menarik. Tetapi dia memiliki keyakinan bahwa dengan sahabat-sahabatnya di sisinya, dia akan mampu menghadapi apapun yang datang.


Malam perayaan itu tidak hanya meninggalkan kenangan yang indah, tetapi juga memberikan kekuatan dan semangat baru bagi Maya dan sahabat-sahabatnya. Mereka siap untuk menghadapi apa pun yang ada di depan, karena mereka memiliki satu sama lain untuk saling mendukung dan menjadi pilar dalam hidup mereka.


Persahabatan mereka adalah anugerah yang tak ternilai harganya, dan mereka berkomitmen untuk menjaga dan merawatnya seiring berjalannya waktu. Maya tahu bahwa bersama dengan sahabat-sahabatnya, mereka akan terus melangkah maju, saling mendukung dan tumbuh bersama dalam perjalanan hidup yang penuh makna dan kebahagiaan.

__ADS_1


__ADS_2