Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
Ivon jodoh pilihan mama


__ADS_3

Maya memasuki ruangan rapat bersama James dan tim manajemen Trotoarts. Hari itu, mereka memiliki agenda penting yang melibatkan presentasi keuangan kepada pemegang saham dan diskusi tentang proyek pengembangan bisnis baru.


Maya duduk di samping James, merasa tegang dan bersemangat sekaligus. Ini adalah kesempatan baginya untuk terlibat langsung dalam proses pengambilan keputusan perusahaan. James memberikan pandangannya kepada Maya, memberikan dukungan dan kepercayaan.


Presentasi dimulai, Maya dengan percaya diri memaparkan laporan keuangan yang telah dia persiapkan dengan cermat. Dia menjelaskan dengan jelas tentang kinerja keuangan perusahaan, proyeksi pertumbuhan, dan langkah-langkah strategis yang akan diambil untuk memaksimalkan nilai bagi investor.


Presentasi berlangsung dengan baik, dan pemegang saham memberikan apresiasi atas laporan keuangan yang disajikan. Maya merasa bangga dan senang bisa menjadi bagian dari momen ini. Setelah presentasi selesai, James mengajak Maya untuk berbicara di ruang kerjanya.


Di ruang kerja James, mereka melanjutkan diskusi mengenai proyek pengembangan bisnis baru yang sedang direncanakan oleh Trotoarts. Maya menyimak dengan seksama dan memberikan masukan berdasarkan pengetahuannya dan pengalamannya selama PKL.


"Saya berpikir bahwa untuk proyek ini, kita perlu mempertimbangkan pendekatan pemasaran yang lebih terfokus pada generasi milenial. Mereka adalah segmen pasar yang sangat potensial untuk produk-produk kita." Ucap maya memulai pertemuan.


"Saya setuju. Generasi milenial adalah pasar yang strategis, dan kita harus memahami kebutuhan dan preferensi mereka. Apakah kamu punya ide lebih lanjut tentang bagaimana kita dapat menjangkau mereka?"


"Kita dapat memanfaatkan media sosial dan platform digital untuk mempromosikan produk kita secara kreatif. Selain itu, membangun kemitraan dengan influencer atau menciptakan konten yang relevan juga dapat menjadi strategi yang efektif." Kata Maya


James mengangguk mengerti, terkesan dengan saran-saran Maya.


**


James yang sedang dalam pertemuan dengan Maya di ruang kerjanya ketika tiba-tiba pintu terbuka dengan paksa dan terlihat lagi adu argument dengan melan yang ingin menahannya masuk. Maya terkejut melihat seorang wanita cantik dengan postur tinggi dan tampilan yang sedikit menor masuk ke dalam ruangan. Di belakangnya, James melihat Melan dengan tatapan meminta maaf.


Wanita itu adalah Ivon, wanita yang dijodohkan oleh ibu James untuknya. James segera merasa tidak nyaman dengan kehadiran Ivon, karena dia tidak memiliki ketertarikan terhadapnya dan tidak ingin terlibat dalam pernikahan yang diatur secara paksa.


"Oh ternyata kamu! Pantas saja semua chat dan teleponku tidak di angkat, Hei kau perempuan ******, kau telah merebut James dari tanganku! Berani sekali kau melakukannya?"


Maya terkejut melihat reaksi wanita itu yang begitu marah terhadapnya. Dia mencoba tetap tenang dan menenangkan situasi.


"Maaf, bu. Aku mengerti apa yang kamu maksud."

__ADS_1


"Ivoon, apa yang kamu lakukan di sini? Aku sedang dalam pertemuan penting." Bentak james marah.


"Jangan berpura-pura tidak tahu! Aku melihat kalian berdua begitu akrab. Kalian berusaha menutupinya dari aku!"


James, yang merasakan emosinya meningkat tapi berusaha menahannya karena bagaimana pun juga wanita ini pilihan ibunya dan ibu Ivon adalah teman kuliah ibunya. Ia pun segera berdiri untuk menghentikan Ivon, karena ini di ruang kantornya sementara ada rapat penting.


"Ivon, hentikan! Maya adalah asisten pribadi dan kami hanya sebatas memiliki hubungan yang profesional. Jangan membuat dugaan yang tidak berdasar."


Ivon, yang masih penuh amarah, tetap pada pendiriannya.


"Aku tahu apa yang kulihat! Aku tidak butuh penjelasan darimu, James. Kau telah menyakitiku dengan mengabaikan ku dan membiarkanku ditinggalkan begitu saja."


Maya mencoba berbicara lagi untuk menenangkan Ivon.


"Bu, aku tidak ada niat untuk merebut siapapun. Pak James dan aku hanya memiliki hubungan profesional yang baik. Aku tidak ingin terlibat dalam masalah pribadi kalian."


Melan segera memberi kode kepada Maya untuk keluar dari ruangan itu, membiarkan james yang menyelesaikan urusan pribadinya dengan wanita itu.


“Permisi pak, james rapat ini mungkin di tunda dulu, saya permisi sebentar” Ucap maya menundukkan kepala memberi hormat dan ingin pergi.


“Kamu mau lari dari tanggung jawab hah, dasar wanita ******.”


“Ivon, cukup” Bentak James sekali lagi, dia sudah tidak tahan dengan ketidaksopanan calon yang telah di pilih oleh ibunya.


"Maaf, Pak James. Aku sudah menahannya tapi dia memaksa untuk masuk” Kata Melan meminta maaf.


James melihat Melan dengan pandangan tajam. Dia merasa kesal dan kecewa pada Melan karena melepas Ivon tanpa izin untuk masuk.


Namun, saat itu Ivon terlalu marah untuk mendengarkan penjelasan drama semua orang disana. Dia melangkah mendekati Maya dengan penuh kemarahan untuk menampar Maya, tetapi dengan cekatan James segera menghalanginya.

__ADS_1


"Ivon, itu sudah cukup! Saya meminta kamu untuk meninggalkan ruangan ini sekarang. Kami sedang dalam pertemuan penting." Ucap james sambil memegang tangan ivon yang hendak menampar maya.


"Melan, aku sudah jelas menyampaikan bahwa aku tidak ingin terlibat dalam jodoh yang diatur oleh ibu. Mengapa tidak kamu suruh pihak keamanan mengusir dia, aku tidak ingin dia ada dalam kehidupanku?"


"Maaf, pak. Segera saya lakukan.”


“Oh jadi seperti itu sikapmu terhadapku, ingin mengusirku dari sini, ingat saya akan menyampaikan ini kepada ibumu” Ucap Ivon marah dan melotot ke arah james berusaha menggunakan tameng menakutinya.


“Lakukan sesukamu, aku tidak perduli.” Ucap james acuh tak acuh.


Tidak berselang beberapa lama, Yatno sang kepala security plontos memimpin beberapa orang memasuki ruangan dan mempersilahkan dengan hormat kepada ivon untuk pergi dari sana.


Maya diam-diam mengamati situasi ini. Dia bisa merasakan ketegangan antara James, Ivon, dan Melan. Dia memutuskan untuk tetap tenang dan melihat bagaimana James akan menangani situasi ini.


Ivon, masih terengah-engah karena kemarahan, memutuskan untuk keluar dari ruangan dengan marah. Dengan tersenyum getir dan kemudian meninggalkan ruangan dengan Melan mengikutinya. Maya dan James mengambil beberapa detik untuk meredakan napas mereka, akhirnya memutuskan kembali fokus pada pertemuan mereka.


Maya dan James melanjutkan diskusi mereka dengan berusaha mengabaikan gangguan yang terjadi sebelumnya. Mereka berusaha mengembalikan fokus pada pekerjaan dan mencari solusi untuk masalah yang sedang mereka hadapi.


Meskipun insiden dengan Ivon telah mengganggu keadaan, Maya dan James tetap menjaga profesionalisme mereka dan berusaha melanjutkan pertemuan dengan tujuan yang jelas. Mereka menyadari bahwa ada tantangan dan gangguan yang mungkin muncul di sepanjang jalan, tetapi mereka bersama-sama menghadapinya dengan kepala tegak dan tekad yang kuat.


Setelah pertemuan selesai, James merasa lega bisa kembali ke topik yang lebih relevan. Dia meminta maaf kepada Maya atas gangguan yang terjadi.


"Maya, atas gangguan tadi. Saya berharap kamu tidak terganggu oleh situasi ini."


"Tidak masalah, Pak James. Saya memahami bahwa situasi pribadi bisa menjadi rumit. Kita bisa melanjutkan diskusi kita sekarang."


James merasa terhormat dengan sikap profesional dan pengertian Maya. Mereka kembali melanjutkan pembahasan dengan fokus pada pekerjaan dan tujuan mereka di perusahaan.


Di tengah kekacauan yang terjadi, Maya dan James berhasil menjaga profesionalisme dan tetap fokus pada tugas masing-masing. Meskipun ada gangguan dari kehadiran Ivon, mereka tidak membiarkan itu menghambat kemajuan mereka. Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka dengan tekad dan semangat, siap menghadapi tantangan yang ada di depan.

__ADS_1


__ADS_2