
Ke esokan hari saat masuk kantor maya di panggil oleh CEO ke ruangannya membahas beberapa tugas yang perlu di kerjakan olehnya. Setelah pembahasan hampir selesai, CEO langsung menanyakan tempat tinggal Maya. Maya dengan rasa canggung menjawab bahwa dia tinggal di sebuah apartemen yang terletak di kota dan tinggal bersama teman masa kecilnya berbagi kamar.
Namun, kejutan yang lebih besar menanti Maya ketika CEO menjelaskan bahwa apartemen tempat tinggalnya saat ini sebenarnya adalah salah satu aset perusahaan yang ditujukan bagi masyarakat menengah kebawah. CEO menjelaskan bahwa perusahaan memiliki program sosial yang bertujuan untuk menyediakan tempat tinggal yang terjangkau bagi mereka yang membutuhkan.
Maya merasa terkejut dan terharu mendengar hal ini. Dia tidak menyangka bahwa apartemen tempat tinggalnya sekarang merupakan bagian dari program sosial perusahaan. Maya merasa terhormat dan bersyukur bisa menjadi bagian dari inisiatif yang positif ini. Dia merasa bahwa tinggal di apartemen tersebut memiliki makna yang lebih dalam, karena ia sekarang ikut serta dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Setelah mengetahui jika Maya tinggal di apartemen itu, James juga menginstruksikan kepada maya untuk mencari tempat tinggal yang sepadan. Maya diberikan tugas yang mengejutkan oleh perusahaan. Sebagai eksekutif, ia diminta untuk memilih beberapa perumahan mewah yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijadikan tempat tinggalnya. Permintaan ini bertujuan untuk menjaga integritas dan image perusahaan dengan memberikan fasilitas tinggal yang sesuai dengan posisi dan jabatannya.
Maya merasa terhormat dan bersyukur atas kesempatan ini. Dia menyadari bahwa perusahaan memberikan perhatian khusus pada kesejahteraan dan kepuasan para eksekutifnya. Maya memahami pentingnya citra perusahaan dan peran yang harus ia jalankan sebagai eksekutif yang representatif.
Maya memutuskan untuk meminta saran dari atasannya Melan, asisten pribadi CEO, terkait pemilihan perumahan mewah milik perusahaan yang akan dijadikan tempat tinggalnya. Melan telah lama bekerja di perusahaan dan memiliki pengetahuan yang mendalam tentang berbagai aspek perusahaan, termasuk properti yang dimiliki oleh perusahaan.
Saat sedang melakukan pertemuan dengan Melan di ruang kerjanya untuk membicarakan tugas-tugas yang akan dilakukan. Setelah selesai pembahasan dan berbagi kejadian terkini, Maya dengan sopan mengajukan permintaan bantuan kepada Melan.
"Bu Melan, saya ingin meminta saranmu terkait pemilihan perumahan milik perusahaan. Sebagai asisten pribadi CEO, mungkin anda memiliki informasi lebih mendalam tentang properti yang tersedia dan rekomendasi yang bisa diberikan. Apakah ibu bisa membantu saya dalam proses pemilihan perumahan ini?" Tanya Maya
Melan mengangguk dengan ramah, menunjukkan kesiapannya untuk memberikan bantuan.
Melan: "Yang pertama panggil saja nama saya tidak perlu terlalu formal. Dan untuk itu saya dengan senang hati akan membantu. Perusahaan memiliki beberapa perumahan mewah yang dapat kamu pilih. Namun, sebelum kita melanjutkan, mungkin kamu bisa memberi tahu saya beberapa preferensi dan kebutuhanmu. Apakah kamu lebih suka lokasi yang dekat dengan kantor atau lebih mengutamakan fasilitas dan lingkungan yang eksklusif?"
__ADS_1
Maya berpikir sejenak sebelum memberikan jawaban.
"Oh Baik, Aku lebih condong pada lokasi yang dekat dengan kantor, Melan. Aku menginginkan aksesibilitas yang mudah dan meminimalisir waktu perjalanan. Namun, tentu saja, juga penting untuk memiliki fasilitas yang memadai dan suasana yang nyaman di sekitar perumahan. Apakah ada rekomendasi spesifik yang kamu miliki?" Jawab maya.
Melan mulai menjelaskan opsi perumahan yang tersedia dan memberikan penjelasan rinci tentang keunggulan masing-masing properti. Ia memberikan informasi tentang keamanan, fasilitas, aksesibilitas, dan keunikan setiap lokasi.
Maya mendengarkan dengan seksama dan mencatat beberapa pilihan yang menarik perhatiannya. Ia bertanya lebih lanjut tentang detail seperti ukuran, desain, dan harga.
"Makasih, atas informasinya. Aku akan mengevaluasi semua pilihan ini dan mempertimbangkan kebutuhan dan preferensiku. Apakah anda memiliki saran tambahan atau tips yang mungkin perlu aku pertimbangkan dalam pemilihan perumahan ini?"
Melan tersenyum dan memberikan beberapa saran berharga kepada Maya terkait proses pemilihan perumahan.
Maya mengangguk dan berterima kasih pada Melan atas nasihatnya.
“Makasih, Sarannya yang sangat berharga. Aku akan melakukan kunjungan dan evaluasi lebih lanjut sebelum membuat keputusan. Apabila ada perkembangan selanjutnya, aku akan meminta pendapatmu kembali. Aku sangat menghargai bantuannya."
Keduanya berjabat tangan dan Maya meninggalkan ruangan Melan dengan keyakinan bahwa ia telah mendapatkan panduan yang baik dalam pemilihan perumahan mewah milik perusahaan. Ia siap melanjutkan proses pemilihan dengan informasi yang telah diberikan oleh Melan.
Pada sore hari setelah jam kantor berakhir dengan panduan dari Melan dan tim perumahan perusahaan, Maya mulai melakukan penjelajahan untuk memilih perumahan mewah yang cocok untuk dijadikan tempat tinggalnya. Dia mengunjungi beberapa properti yang memiliki fasilitas dan desain yang eksklusif, serta lokasi yang strategis.
__ADS_1
Maya mempertimbangkan berbagai faktor dalam memilih perumahan tersebut, termasuk keamanan, kenyamanan, aksesibilitas, dan fasilitas yang ada di sekitarnya. Dia ingin memastikan bahwa tempat tinggalnya memberikan kualitas hidup yang tinggi dan mendukung kebutuhan sehari-hari serta kegiatan profesionalnya.
Setelah melalui proses pemilihan yang cermat, Maya akhirnya menentukan perumahan mewah yang menjadi pilihannya. Ia merasa senang dan bersemangat untuk segera menetap di tempat baru yang mewah dan representatif ini.
Dengan pemilihan perumahan mewah tersebut, Maya merasa bahwa perusahaan memberikan penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya. Selain itu, tempat tinggal baru ini juga mencerminkan statusnya sebagai eksekutif perusahaan yang sukses.
Maya merasa terinspirasi untuk terus berkinerja baik dan memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya. Ia berkomitmen untuk menjaga integritas perusahaan dan menjadi teladan bagi rekan-rekannya. Tinggal di perumahan mewah ini juga memberikan motivasi bagi Maya untuk terus berusaha dan meraih kesuksesan yang lebih besar lagi.
Maya menghubungi Rani dan Siska untuk meminta bantuan dan ide terkait pemilihan tempat tinggal baru. Ia ingin melibatkan mereka dalam proses pengambilan keputusan tersebut, karena mereka adalah teman dekatnya dan memiliki pengetahuan yang berharga tentang preferensi dan kebutuhan mereka.
Maya menjelaskan bahwa perusahaan telah memberikan opsi perumahan mewah untuk dipilih, dan ia ingin memastikan bahwa pilihan tersebut sesuai dengan keinginan dan kenyamanan mereka. Ia menjelaskan bahwa penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi, fasilitas, keamanan, dan aksesibilitas dalam memilih tempat tinggal yang baru.
Rani dan Siska merasa senang dan terhormat karena Maya mengajak mereka untuk berpartisipasi dalam proses ini. Mereka menyadari bahwa keputusan ini akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari mereka dan mereka berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang terbaik.
Ketiganya berkumpul di suatu tempat yang nyaman, membawa daftar kriteria yang mereka inginkan dalam tempat tinggal baru. Mereka saling bertukar pendapat, membagikan pengalaman, dan memberikan saran satu sama lain. Diskusi tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban, dengan tujuan mencari solusi terbaik bagi mereka semua.
Setelah berdiskusi cukup lama, Maya, Rani, dan Siska akhirnya berhasil mencapai kesepakatan tentang tempat tinggal yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Mereka merasa lega karena dapat melibatkan teman-teman mereka dalam pengambilan keputusan penting ini.
Maya mengucapkan terima kasih kepada Rani dan Siska atas kontribusi mereka, dan mereka berjanji untuk saling mendukung dalam proses transisi menuju tempat tinggal baru. Mereka bersemangat untuk memulai babak baru dalam hidup mereka, dengan harapan bahwa tempat tinggal yang baru akan memberikan kenyamanan dan kebahagiaan bagi mereka semua.
__ADS_1
Dengan semangat yang membara, Maya bersiap-siap untuk memulai babak baru dalam hidupnya dengan tempat tinggal yang mewah dan prestisius. Ia siap menghadapi tantangan dan tanggung jawabnya sebagai eksekutif perusahaan yang mengemban tugas dan tanggung jawab yang besar.