
Ponsel maya bergetar karena sebuah pesan masuk melalui whatsappnya, ia pun membuka dan terkejut jika pesan itu dari nomor tidak di kenal yang mengaku sebagai Rendra.
"Hi maya, Aku kangen dan ingin bertemu. Rendra" Tulis pesan singkat tersebut.
Maya yang membaca pesan singkat tersebut dan tau itu Rendra mulai merasakan perasaan campur aduk. Dia merasakan rasa sakit hati karena ingatan akan pengkhianatan Rendra yang terjadi di masa lalu, tetapi juga merasakan rindu yang masih ada dalam hatinya. Setelah beberapa saat berpikir, Maya memutuskan untuk memberikan kesempatan pada dirinya sendiri untuk mengatasi perasaan yang rumit ini.
Dengan hati yang sedikit berdebar, Maya merespons pesan dari Rendra dengan bijaksana. Dia mengungkapkan bahwa masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan di kehidupannya saat ini dan dia merasa penting untuk memberikan waktu dan ruang yang diperlukan untuk proses pemulihan dan pertumbuhan pribadinya. Maya juga menyampaikan bahwa dia menghargai masa lalu mereka bersama, tetapi perlu memprioritaskan kesehatan emosionalnya.
Maya menyarankan untuk memberikan waktu kepada keduanya untuk mengatasi perasaan dan melihat ke depan dengan kepala yang jernih. Dia mengatakan bahwa jika nanti ada kesempatan untuk bertemu, mereka dapat membicarakan hal-hal tersebut secara terbuka dan jujur. Maya ingin memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil dilakukan dengan hati yang tenang dan pikiran yang jernih.
Setelah mengirim pesan tersebut, Maya merasa sedikit lega karena telah mengungkapkan perasaannya dengan jelas dan bijaksana. Dia menyadari bahwa proses pemulihan dan pertumbuhan dirinya adalah prioritas utama saat ini, dan dia perlu menjaga keseimbangan antara emosi dan keputusan yang diambil. Maya berjanji untuk terus fokus pada perjalanan hidupnya yang sekarang dan memberikan dirinya kesempatan untuk menemukan kebahagiaan dan kesuksesan yang sejati.
Dalam keheningan yang mendalam, Maya berkomitmen untuk melangkah maju dan menemukan makna yang lebih dalam dalam hidupnya. Dia menyadari bahwa hatinya masih bisa terasa sakit dan rindu, tetapi dia juga tahu bahwa dia memiliki kekuatan untuk melewati rintangan ini dan membangun masa depan yang lebih baik.
Rendra merenung dalam pikirannya tentang pertemuan terakhirnya dengan Maya saat malam penggalangan dana. Dia merasa sangat menyesal karena tidak bisa konsentrasi dalam beberapa hari terakhir ini. Niatnya adalah untuk berbicara langsung dengan Maya dan meminta maaf atas kesalahannya.
Pada malam penggalangan dana, Rendra merasakan kehadiran Maya dan James yang membuatnya merasa terbebani oleh perasaan bersalah dan penyesalan. Namun, situasi yang tidak memungkinkan dan keadaan yang tidak tepat menghalangi Rendra untuk mengungkapkan permintaan maafnya. Sejak saat itu, pikirannya terus menerus dihantui oleh keinginan untuk bertemu dengan Maya dan memperbaiki kesalahannya.
Rendra menyadari bahwa tindakannya telah menyakiti hati Maya dan menghancurkan hubungan mereka. Dia merasa bersalah dan ingin memperbaiki kesalahan tersebut. Namun, Rendra juga merasa khawatir bahwa Maya tidak akan mau bertemu dengannya atau menerima permintaan maafnya.
Dalam beberapa hari terakhir, Rendra merasa terjebak dalam kegelisahan dan ketidakpastian. Dia menghabiskan waktu untuk memikirkan cara terbaik untuk mendekati Maya dan memperbaiki hubungan mereka. Rendra merasa bahwa bertemu langsung dengan Maya adalah cara terbaik untuk menyampaikan penyesalannya dengan tulus dan membuka ruang untuk memulihkan hubungan mereka.
__ADS_1
Meskipun pikirannya dipenuhi dengan penyesalan dan keinginan untuk meminta maaf, Rendra juga memahami bahwa keputusan akhir ada di tangan Maya. Dia hanya berharap bahwa Maya akan memberinya kesempatan untuk bertemu dan mendengarkan penjelasannya. Rendra berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi lebih baik dan belajar dari kesalahannya, tidak hanya untuk Maya, tetapi juga untuk dirinya sendiri.
Dalam kegelapan malam yang sunyi, Rendra bersujud dan berdoa. Dia berharap agar Maya bisa melihat perubahannya dan memberinya kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka. Rendra berjanji untuk tetap bersabar dan siap menghadapi apapun yang terjadi. Dia berharap agar kebaikan dan kesetiaan mereka dapat kembali terjalin, meski dia juga sadar bahwa proses ini tidak akan mudah.
Rendra semakin merasa frustrasi karena Maya terus mengulur waktu untuk bertemu dengannya. Setiap kali ia mengirim pesan atau mencoba mengatur pertemuan, Maya selalu memberikan alasan atau menjawab dengan singkat. Hal ini membuat Rendra semakin gelisah dan merasa diabaikan.
Terkadang, Rendra merasa ingin menyerah dan meninggalkan usaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Maya. Namun, saat itu juga, ia merasa sedih dan merindukan Maya. Perasaan campur aduk ini membuatnya semakin tertekan dan tidak tenang.
Rendra mencoba mencari tahu apa yang mungkin membuat Maya ragu-ragu atau enggan bertemu dengannya. Apakah itu karena luka yang dalam akibat pengkhianatan sebelumnya atau karena alasan lain yang tidak diketahuinya. Ia berharap dapat mencari cara untuk mengatasi hambatan ini dan memulihkan hubungan mereka.
Dalam keputusasaannya, Rendra terus memikirkan apa yang bisa dilakukannya untuk mengubah situasi ini. Ia menyadari bahwa ia harus memberikan ruang dan waktu bagi Maya untuk menyembuhkan diri dan memutuskan apakah ia siap untuk memberikan kesempatan kedua pada hubungan mereka.
Rendra juga menyadari bahwa ia perlu menghormati keputusan Maya. Jika Maya memang tidak ingin bertemu atau melanjutkan hubungan, Rendra harus belajar untuk menerima hal tersebut dan mencari cara untuk melanjutkan hidupnya.
Rendra menyadari bahwa memperbaiki hubungan yang rusak membutuhkan waktu, komunikasi yang baik, dan pengertian dari kedua belah pihak. Dia berharap bahwa suatu hari nanti, Maya akan membuka hatinya dan memberinya kesempatan untuk menjelaskan penyesalannya secara langsung.
Sementara itu, Rendra memutuskan untuk fokus pada dirinya sendiri dan sibuk dengan aktifitasnya mungkin itu bisa membantu melupakan. Ia memanfaatkan waktu ini untuk berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik. Dia terus bekerja keras dalam karir dan mengejar hobi serta minatnya. Rendra berharap bahwa dengan menjadi pribadi yang lebih baik, ia dapat menunjukkan kepada Maya bahwa dia benar-benar berubah dan siap memperbaiki hubungan mereka.
^^
Maya duduk di ruang tamu apartemen Rani, wajahnya terlihat khawatir. Rani yang duduk di sebelahnya, memperhatikannya dengan penuh perhatian.
__ADS_1
"Rani, aku benar-benar bingung dengan semuanya ini. Rendra terus mengajak bertemu tapi aku ragu-ragu. Aku masih merasa sakit hati dengan kejadian sebelumnya, tapi juga merindukannya." Kata Maya
"Eh tutup kipas angina duduk ngapain ngurusin laki-laki brengsek seperti dia,” Jawab rani ngamuk
“Aku bisa memahami apa yang kamu rasa. Tapi supaya kamu ya, malam itu ketika James mengantarmu pulang, aku melihat bagaimana dia memperlakukanmu dengan perhatian dan kebaikan. Aku tidak bisa menyangkal bahwa ada sesuatu di antara kalian."
"Hei, aku tidak pernah memikirkan James sebagai lebih dari seorang bos atau mentor. Ini hanya kebetulan bahwa dia yang mengantar pulang malam itu. Aku masih mencoba memperbaiki hubungan dengan Rendra."
"Halah, apa yang kamu rasakan terhadap James? Jika ada rasa saling tertarik, bukankah itu bisa menjadi kesempatan baru bagimu? Lupakan si Rendra tidak guna itu kalian sudah tidak lagi cocok untukmu."
"Aku gak yakin. Tap aku masih mencintai Rendra, meskipun ada luka yang belum sembuh. Tapi dengan James, aku hanya merasa ada ikatan khusus sebagai atasan dan bawahan."
"Duh, kamu ini polos atau bego sih, jelas-jelas james itu suka sama kamu. Mana ada seorang CEO eksekutif muda mau saja nganter cewek sampe depan pintu. Tapi ya sudahlah, aku tidak bisa memutuskan apa yang harus kamu lakukan. Semua keputusan ini ada di tanganmu. Tapi harus tetap pikir baik-baik tentang apa yang kamu rasakan terhadap James. Jangan biarkan masa lalu dengan Rendra menghalangi mu untuk menemukan kebahagiaan baru."
Maya terdiam sejenak, merenungkan kata-kata Rani. Dia memahami bahwa Rani hanya mencoba memberikan saran terbaik untuknya, meskipun sulit untuk menerima pemikiran itu.
"Issshh bingung jelasin sama kamu tapi makasih saja. Aku akan memikirkannya dengan serius. Mungkin ini saatnya aku mengambil langkah baru dalam hidupku. Tapi aku perlu waktu untuk merenung dan memahami perasaanku sendiri."
"Tentu itu harus tapi jangan rendra yang di pikirkan loh ya. Ambil waktu yang kamu butuhkan dan dengarkanlah hatimu. Aku akan selalu mendukungmu, apapun keputusanmu."
Maya tersenyum pada Rani, merasa lega memiliki sahabat seperti dia yang selalu ada di sisinya. Meskipun keputusan itu sulit, dia tahu bahwa dia memiliki dukungan dan persahabatan yang tulus.
__ADS_1
Setelah diskusi malam itu, Maya merasa lebih tidak tenang. Dia tahu bahwa dia harus memberikan waktu untuk dirinya sendiri dan menghormati perasaannya. Apapun yang dia pilih, dia harus yakin dan siap untuk menghadapi konsekuensinya.