
Sekembalinya dari kantor anak nya, ibu james terus memikirkan tentang Maya lebih lanjut. Saat ini Ia duduk di ruang keluarga, memikirkan perbincangan singkatnya dengan Maya tadi. Dia merasa semakin penasaran dengan latar belakang dan sepak terjang Maya. Ibu James ingin memastikan apakah Maya adalah orang yang tepat untuk James.
Dengan berpikir keras, ibu James mengingat percakapan dengan Melan. Mungkin Melan bisa memberikan informasi lebih lanjut tentang Maya. Ibu James mengambil ponselnya dan menghubungi Melan.
"Halo, Melan. Ini ibu James. Maaf mengganggu, tapi aku ingin berbicara tentang Maya," kata ibu James dengan hati-hati.
Melan yang mendengar suara ibu James langsung menjawab dengan sopan, "Halo, bu. Tentu, ada yang bisa saya bantu?"
Ibu James menjelaskan keinginannya untuk mengetahui lebih banyak tentang Maya. Dia ingin memastikan bahwa putranya akan bahagia dengan pasangannya di masa depan.
"Apakah kamu bisa memberikan informasi lebih lanjut tentang Maya? Saya ingin tahu tentang latar belakangnya, pendidikan, dan pengalaman kerjanya," ucap ibu James dengan hati-hati.
Melan memahami kekhawatiran ibu James. Dia menjelaskan dengan jujur bahwa Maya adalah seorang yang sangat berbakat dan berdedikasi. Dia memiliki latar belakang pendidikan yang solid dan telah menunjukkan kemampuan yang luar biasa dalam penelitian dan kolaborasi mereka.
"Maya memiliki gelar sarjana di bidang yang relevan dengan pekerjaannya saat ini," kata Melan. "Dia telah berhasil menyelesaikan PKL dengan hasil yang sangat baik dan telah memberikan kontribusi signifikan di perusahaan kami. Saya melihatnya sebagai seorang yang bertanggung jawab, pekerja keras, dan memiliki kualitas kepemimpinan yang bagus."
Ibu James mendengarkan dengan saksama. Dia merasa lega mendengar bahwa Maya memiliki latar belakang yang baik dan telah menunjukkan kinerja yang solid di perusahaan. Namun, masih ada rasa penasaran yang mengganjal dalam hatinya.
"Apakah kamu juga tahu tentang kehidupan pribadi Maya? Apakah dia memiliki nilai-nilai yang sesuai dengan James?" tanya ibu James dengan hati-hati.
Melan memahami kekhawatiran ibu James dan menjelaskan bahwa Maya adalah sosok yang baik, ramah, dan memiliki nilai-nilai yang baik. Dia adalah sosok yang mandiri, pekerja keras, dan memiliki integritas tinggi.
"Maya adalah seseorang yang peduli terhadap orang lain dan memiliki sikap yang rendah hati. Dia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam segala hal," kata Melan dengan tulus.
__ADS_1
Ibu James merasa sedikit lebih tenang mendengar penjelasan Melan. Dia merasa bahwa Maya memiliki kualitas yang baik dan dapat menjadi pasangan yang baik untuk James.
"Terima kasih, Melan, atas informasinya. Saya menghargainya," ucap ibu James dengan tulus. "Saya akan terus mendukung James dan Maya sebagai asisten pribadinya menggantikan mu di kemudian hari. Semoga semuanya berjalan baik."
Melan mengucapkan terima kasih atas dukungan ibu James. Dia berharap bahwa James dan Maya akan memiliki masa depan yang cerah bersama.
Melan duduk diam, merenungkan kata-kata ibu James. Dia mulai mempertimbangkan kemungkinan bahwa ibunya mempertimbangkan Maya sebagai calon jodoh untuk James. Namun, pikirannya juga melayang pada wanita bernama Ivon yang telah dijodohkan oleh ibunya.
Melan menarik napas dalam-dalam, berusaha memikirkan dengan jernih. Dia mengingat bagaimana James telah berbagi ketidakcocokan dan ketidaknyamanan yang dirasakannya terhadap Ivon. James tidak tertarik pada Ivon dan tidak merasa hubungan itu akan berhasil.
Ibu James merasa terjebak dalam situasi yang sulit. Di satu sisi, ada Ivon, anak sahabatnya, yang ingin segera menikah dengan James. Namun, James merasa tidak cocok dengan Ivon dan tidak memiliki perasaan cinta yang mendalam terhadapnya.
Di sisi lain, ada Maya, seorang wanita baru yang baru saja muncul dalam kehidupan James. Ibu James belum begitu mengenal Maya dan tidak tahu banyak tentang latar belakang dan kepribadiannya. Namun, dia melihat bahwa James terlihat bahagia dan nyaman di sekitar Maya.
Ibu James memutuskan akan mendiskusikan masalah ini dengan James secara terbuka dan jujur. Dia meminta James untuk berbagi perasaannya tentang Ivon dan Maya, serta apa yang dia inginkan dalam hidupnya.
^^
Tanpa membuang waktu banyak, Melan mengajak Maya untuk makan siang bersama. Mereka memilih sebuah restoran yang nyaman dan tenang untuk duduk dan berbincang. Saat mereka duduk di meja, suasana terasa santai dan ramah.
Melan memulai pembicaraan dengan bertanya tentang kabar Maya dan bagaimana perasaannya setelah menyelesaikan PKL dan menjalani proses persiapan skripsi hingga saat ini. Maya menjawab dengan senyum, menceritakan pengalamannya dan perasaannya yang campur aduk selama masa-masa tersebut.
Selama makan siang, mereka berbagi cerita dan pengalaman mereka di perusahaan Trotoarts. Melan memberikan pujian kepada Maya atas dedikasinya dan hasil kerjanya yang menakjubkan selama PKL. Dia melihat potensi besar dalam Maya dan yakin bahwa dia memiliki masa depan yang cerah di dunia kerja.
__ADS_1
Selain membahas pekerjaan, mereka juga berbicara tentang kehidupan pribadi. Melan bertanya kepada Maya tentang hobinya, minatnya, dan impian-impian masa depannya. Maya dengan antusias menceritakan tentang passionnya bertiga dengan sahabatnya dalam memajukan desanya.
Selama makan siang tersebut, Maya merasa nyaman berbicara dengan Melan. Dia merasa terbuka untuk berbagi impian-impian dan ketidakpastian yang ada dalam dirinya. Melan, sebagai seorang mentor dan senior di perusahaan, memberikan dukungan dan inspirasi kepada Maya untuk terus mengembangkan diri dan mengejar passionnya.
“Bagaimana tanggapan mu tentang bos kita, Pak James.” Tanya Melan
“Beliau ramah, rendah hati dan sedikit dingin selalu focus on target,” Jawab melan
“Menurutmu Pak James merupakan orang yang tipikal Cinta lokasi?”
Maya sangat antusias menceritakan tentang apa saja, dan ia memiliki pandangan yang berbeda tentang James. Perasaannya terhadap James bisa mencakup rasa terima kasih atas dukungan dan kesempatan yang diberikan olehnya selama bekerja di perusahaan, serta penghargaan terhadap kepemimpinan dan kebijakan yang diterapkan oleh James. Namun, perasaan Maya terhadap James juga dapat dipengaruhi oleh insiden dan situasi tertentu yang mungkin mempengaruhi hubungan mereka, seperti ketidaksenangan Maya terhadap kehadiran Ivon dan perasaan campur aduk yang muncul setelah peristiwa di restoran. Hanya Maya yang dapat mengungkapkan secara pasti perasaannya terhadap James.
“Jadi kamu cemburu ada Ivon?”
“Eeee, bukan begitu bu, maksud saya saat itu saya tidak ingin mengganggu urusan pribadi mereka.” Jawab Maya gelabakan.
“Berarti kamu suka” Tutup melan.
Maya ingin memprotes tapi di beri kode untuk diam dan menikmati makanan yang ada di depan, dan selama itu mereka hanya diam yang membuat Maya merasa tidak nyaman dengan situasinya. Melan sebagai karakter dalam cerita mungkin memiliki pandangan dan penilaian pribadinya sendiri. Jika Melan menganggap bahwa Maya memiliki sedikit perasaan terhadap James, itu mungkin didasarkan pada pengamatannya terhadap interaksi mereka atau perasaannya sendiri terhadap situasi tersebut. Namun, hanya Maya yang tahu dengan pasti perasaannya terhadap James.
Setelah makan siang selesai, mereka berterima kasih satu sama lain atas waktu yang menyenangkan dan berharga. Melan mengatakan kepada Maya bahwa dia selalu tersedia untuk memberikan bantuan dan dukungan dalam perjalanan karir Maya.
Maya pergi dengan perasaan campur aduk tapi juga termotivasi setelah makan siang itu. Dia merasa dihargai dan didukung oleh Melan, serta memiliki keyakinan lebih besar dalam dirinya sendiri dan masa depannya tapi di lain pihak mengapa menuduhnya jika ia suka dengan james.
__ADS_1