
"Tapi kamu membohongi aku, kak Sandro! Kenapa harus bohong?" Aku tidak suka laki-laki yang suka berbohong!" ucap Zian.
"Karena aku takut, Zian! Takut kamu menjauh dari aku. Aku takut kamu tidak mau dekat dengan aku. Karena kita berbeda," sahut Sandro.
"Kak Sandro! Aku juga sudah terbiasa dengan kak Sandro! Perhatian kak Sandro, semua nya aku suka. Tetapi kak Sandro, tapi kita ternyata berbeda. Bagaimana reaksi dengan mami papi kak Sandro jika kak Sandro serius ingin menikahi aku? Aku tidak mau dianggap merebut kak Sandro dari mereka," kata Zian.
"Zian! Nanti kita pikirkan jalan yang terbaik untuk kita. Tapi tolong, setelah ini kamu jangan menjauhi aku. Bahkan meminta aku untuk melupakan hubungan indah ini," ucap Sandro. Zian menganggukkan kepalanya. Kedua netra mereka saling tatap. Ada butiran air mata kini jatuh di kedua sudut mata Zian. Sandro mengusap air mata itu.
"Hai, jangan menangis dong! Ini bukan masalah besar, Zian! Aku tidak bermain-main dalam masalah ini. Apalagi mempermainkan perasaan kamu. Aku tulus mencintaimu, Zian!" kata Sandro.
"Aku.. aku.. aku.. juga mencintaimu, kak Sandro!" sahut Zian. Sandro nekat merengkuh tubuh Zian hingga berada dalam dekapan hangat dada nya. Sumpah Demi apapun, itu benar-benar membuat hati Zian sangat damai dan nyaman. Ada ketentraman yang dirasakan Zian. Zian begitu menikmati pelukan itu hingga tidak memperdulikan apapun itu.
"Maaf, Zian! Aku tidak ingin melihat kamu bersedih. Bahkan meneteskan air mata. Cukup masa lalu kamu dulu bersama pria itu. Dan aku janji tidak akan membuat kamu menangis lagi. Aku ingin melihat kamu selalu tersenyum, Zian," kata Sandro. Zian tersenyum setelah Sandro melepaskan pelukan nya.
"Nah begitu dong. Kalau kamu tersenyum itu sangat cantik sekali," kata Sandro.
"Kak Sandro! Aku takut," ucap Zian.
"Hem, apa yang kamu takutkan, Zian? Aku di sini kok," tanya Sandro.
"Takut kamu pergi dariku," kata Zian. Sandro tersenyum lebar.
"Nah sekarang aku tahu jawabannya. Kita sama-sama takut kehilangan bukan? Jadi kita akan selalu berusaha untuk selalu bersama. Kita akan berjuang demi cinta kita," ucap Sandro.
"Walaupun kita berbeda?" sahut Zian. Sandro tersenyum lebar. Kembali ditatapnya wajah anggun wanita di depan nya itu.
"Aku janji, tidak akan menyia-nyiakan kamu, Zian!" ucap Sandro. Zian menyipitkan dua bola matanya melihat dua bola mata Sandro yang benar-benar serius berbicara.
"Baiklah, Zian! Aku pulang dulu yah! Aku harus berkumpul dengan keluarga besar ku. Perayaan natal tahun ini, semua keluarga besar ku berkumpul. Aku tidak mau menghilang diantara mereka," kata Sandro.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan, kak Sandro!" ucap Zian Sandro tersenyum lebar menunjukkan gigi putih nya yang berderet dengan rapi.
"Iya, aku akan pelan-pelan menyetir mobilnya," kata Sandro. Sandro meninggalkan rumah tinggal Zian. Namun sebelum Sandro melangkahkan kakinya keluar pintu rumah Zian, kembali Zian memanggilnya.
"Kak Sandro!"
"Hem, iya Zian! Ada apa?" sahut Sandro.
"Selamat Natal dan Tahun Baru!" kata Zian. Sandro menyipitkan bola matanya mendengar ucapan selamat dari Zian.
"Terimakasih banyak, Zian! Semoga damai Natal selalu hadir di hati kita. Semoga Tuhan selalu memberkati kita dalam setiap langkahku kebersamaan ini," kata Sandro.
"Aamiin!" sahut Zian. Kembali Sandro tersenyum lebar. Kini Sandro berjalan kembali mendekati Zian.
"Bolehkah aku memelukmu sebentar saja?" tanya Sandro. Zian menganggukkan kepalanya pelan. Sandro kembali memeluk Zian dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih banyak Zian! Kamu memberikan warna untuk hidup ku. Mengajari aku bagaimana arti mencintai dan merindu," ucap Sandro. Zian kembali menitikkan air mata. Bahagia karena Sandro sangat menyayangi dirinya. Sandro begitu menjadikan Zian seperti selayaknya seorang putri.
Sepulangnya Sandro dari rumah Zian. Zian menghubungi Mariah. Awalnya Zian mengirimkan pesan chat pada Mariah. Namun Mariah lah yang melakukan panggilan suara masuk ke ponsel Zian.
"Hem, ada apa saudariku yang cantik?" tanya Mariah di seberang sana.
"Tapi, aku tidak sedang mengganggu kamu kan, Mariah?" tanya Zian.
"Mengganggu apa sih? Tidak kok! Makanya aku langsung menelpon kamu, Zian!" jawab Mariah.
"Tidak! Siapa tahu saja kamu saat ini sedang bersama suami kamu dan sedang.... " ucap Zian.
"Tidak kok! Suami ku baru saja pergi ke luar kota. Besok sudah harus mengurus bisnisnya di luar kota. Ada apa ini, ayo cerita!" ucap Mariah.
__ADS_1
"Mariah, aku tadi habis dari rumah kediaman utama keluarga besar Alexander, keluarga dari kak Sandro," cerita Zian.
"Apa? Benarkah? Lalu apa yang terjadi? Kalian sudah benar-benar serius?" kata Mariah di seberang sana.
"Mariah, tapi aku tidak akan menyangka nya kalau aku dengan kak Sandro ternyata berbeda," ucap Zian.
"Maksud kamu apa, Zian? Tentu saja kalian berdua berbeda dong! Kamu wanita sedangkan kak Sandro seorang pria. Bagaimana sih kamu Zian," sahut Mariah.
"Maksud aku, semua yang kamu duga tadi malam itu ternyata benar adanya. Kak Sandro beserta keluarga besarnya saat ini sedang merayakan hari raya mereka. Dan itu artinya aku dengan mereka berbeda server. Kamu paham kan maksud aku?" kata Zian.
"Astaghfirullah! Jadi, kamu dengan Sandro ternyata berbeda keyakinan dan kepercayaan? Tapi kenapa selama ini Kak Sandro berbohong dengan kamu, Zian?" sahut Mariah.
"Itulah yang akan aku ceritakan semua nya kepada kamu, Mariah," ucap Zian.
"Lalu bagaimana reaksi orang tuan dan keluarga besar Sandro saat bertemu dengan kamu, Zian?" tanya Mariah.
"Sementara ini tidak ada masalah, Mariah! Mereka tadi menyambut aku dengan ramah dan terbuka. Mereka benar-benar keluarga yang sangat baik, Mariah!" kata Zian.
"Hem, lalu setelah ini bagaimana? Apakah akan serius dan melanjutkan hubungan kamu dengan Sandro? Setelah kamu mengetahui kebenaran?" tanya Mariah.
"Aku dan Sandro masih memikirkan jalan penyelesaian untuk masalah ini. Karena kamu tahu? Antara aku dengan Sandro memiliki perbedaan dalam keyakinan," jelas Zian.
"Mariah, tapi aku sudah terlanjur menyayangi kak Sandro. Demikian juga dengan kak Sandro sendiri," tambah Zian.
"Tapi Zian! Menikah dengan seseorang yang memiliki perbedaan dalam keyakinan itu akan rumit, Zian!" protes Mariah.
"Mariah, bagaimana pun aku ingin antara aku dengan kak Sandro bisa bersatu. Aku ingin perbedaan itu berubah menjadi kesamaan. Supaya hubungan ini tidak rumit," kata Zian.
"Lalu? Apakah kamu sudah kembali merenungkan semua keputusan kamu ini, Zian? Coba kamu kembali melakukan sholat sunah untuk meminta petunjuk. Aku tidak mau kamu kembali menghadapi kegagalan rumah tangga yang kedua kalinya lagi," ucap Mariah.
__ADS_1
"Hem, iya! Seharusnya aku melakukan sholat sunah meminta petunjuk itu terlebih dahulu. Aku tidak mau salah dalam memilih kembali," kata Zian.
"Nah, benar! Kamu lebih baik melakukan itu! Supaya hati kamu tenang dan akan mendapatkan petunjuk Nya," sahut Mariah di seberang sana.