Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
BAB 27


__ADS_3

"Kenapa jam segini, bang Genta belum kembali? Katanya cuma sebentar saja di rumah mama? Tapi kok belum juga pulang sih?" gumam Zian yang tiba-tiba menjadi resah dan gelisah menunggu kedatangan suaminya.


Zian berusaha tidur dan memejamkan kedua matanya, namun Zian tetap gelisah dan pikiran nya sangat kacau dan tidak karuan. Apalagi dada nya terasa sesak dan seperti nyeri. Jantung nya berdebar hebat. Ini sangat aneh.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa aku merasakan tidak tenang seperti ini? Apa yang dilakukan oleh Bang Genta di rumah mama?" Gumam Zian. Zian berusaha berpikir positif dengan segala nya. Karena Zian tahu kalau suaminya berada di rumah orang tua nya mana Zian tidak berpikir buruk.


Untuk memastikan lagi dengan semua kegelisahan dan kekhawatiran yang Zian rasakan, akhirnya Zian menyambar handphone nya dan segera menelpon Fauzi, adik dari Genta.


*****


"Fauzi, apakah bang Genta masih di sana?" tanya Zian yang kebingungan lantaran suami nya tidak kunjung tiba. Fauzi bingung harus menjawab apa lagi.


"Zian! Bang Genta sudah dari tadi pulangnya. Apakah belum sampai rumah?" tanya Fauzi. Kini giliran Fauzi yang kembali berpikiran buruk dengan abangnya itu.


"Belum, Fauzi! Bang Genta belum pulang dari tadi. Lalu kalau bang Genta tidak ada di sana, bang Genta kemana Fauzi?" tanya Zian mulai berpikiran yang tidak-tidak.


"Hem, mungkin saja bang Genta mampir dulu ke rumah temannya, Zi!?" sahut Fauzi.


"Aduh, pasti bang Genta ke rumah Miska," pikir Fauzi dengan sangka buruknya.

__ADS_1


"Mungkin saja! Iya benar, bang Genta paling main dulu ke tempat temannya," kata Zian.


"Kamu sudah menghubungi bang Genta?" tanya Fauzi.


"Sudah, Fauzi! Tapi handphone nya tidak aktif!" jawab Zian.


"Tuh kan? Benar dugaan ku! Jangan-jangan bang Genta di rumah wanita penggoda itu," batin Fauzi.


"Ya sudah, kamu tenang dulu Zian! Paling sebentar lagi abang Genta pulang ke rumah. Lebih baik kamu tidur dan istirahat saja. Oke?" kata Fauzi.


"Iya! Aku lebih baik istirahat dan tidur. Tapi aku belum bisa tenang kalau belum mengetahui kabar dari bang Genta," sahut Zian. Fauzi semakin merasa kasihan dengan kakak iparnya sekaligus sahabat nya itu.


"Ya Tuhanku, lindungi lah suamiku dari sesuatu yang menjerumuskan dirinya dan lalai dari ajaran Mu. Ampunilah dosaku, suamiku dan tetapkan kami dalam kebenaran dan ajaran Mu, ya Rabb," Zian berdoa setelah menunaikan dua rekaan sholat hajatnya.


*****


"Aku pulang yah, Miska!" ucap Genta. Namun Miska langsung berlari dan memeluk Genta dari belakang.


"Jangan pulang! Aku butuh kamu malam ini, Genta! Temani aku kali ini saja," rengek Miska.

__ADS_1


Sejak kapan Miska menjadi wanita manja dan tergantung pada seorang pria? Bukankah Miska sering melalui perjalanan dengan beberapa pria cinta satu malam. Kenapa Miska menjadi mengikat Genta?


"Ada apa dengan kamu, Miska?" tanya Genta.


"Maaf, Genta! Perasaan ini benar-benar aneh! Aku pikir ini hanya mengisi kekosongan aku bersama dengan kamu. Tetapi nyatanya semakin kesini aku semakin ingin selalu dekat dengan kamu. Aku sudah terbiasa dengan kamu. Bisakah kita menjalin hubungan lebih dari teman dan hanya hubungan cinta satu malam saja? Sungguh, aku terlanjur menyukai kamu, Genta!" kata Miska. Genta membulat matanya.


"Aku sudah punya istri dan Zian pasti sudah menunggu ku di rumah," sahut Genta.


"Lalu, bagaimana dengan aku, Genta?" kata Miska. Genta menarik rambutnya sendiri.


"Bukannya kita melakukan ini hanya saling membutuhkan dan suka sama suka serta tidak ada status dalam hubungan kita? Kenapa sekarang kamu menuntut aku, Miska?" tanya Genta.


"Apakah tidak boleh? Jika aku sudah mulai menyukai kamu?" sahut Miska.


"Tidak boleh! Kita hanya bermain-main saja. Oke?" ucap Genta.


"Baiklah! Aku tidak mau memaksa kamu! Tapi aku mohon, sering-seringlah datang kepada mu jika kamu tidak mendapatkan kepuasan bersama istri kamu," kata Miska sambil menundukkan kepalanya.


Baru kali ini Miska merasakan sedih dengan perasaan yang dia rasakan. Biasanya Miska cuek saja dalam menjalin hubungan dengan beberapa pria.Tanpa mengindahkan Miska lagi, Genta meninggalkan Miska di sana. Genta harus pulang. Mungkin setelah mengetahui Miska menjadi memiliki harapan dengan dirinya, Genta akan menjaga jarak dan tidak akan mengulangi permainan bebas itu bersama dengan Miska.

__ADS_1


"Tampaknya aku harus menjauh dari Miska sebelum dia benar-benar menghancurkan rumah tanggaku. Bagaimana pun aku tidak ingin melukai Zian kalau Zian mengetahui kebejatan ku selama ini," Gumam Genta sambil berlalu meninggalkan rumah Miska.


__ADS_2