
Zian dan Genta datang terlambat ke kantor. Keduanya sudah menyampaikan keterlambatan mereka pada pemilik perusahaan itu sendiri. Siapa? Pemilik perusahaan itu tidak lain adalah mertua Genta atau kedua orang tua Zian sendiri. Genta ingin mengajak Zian untuk memeriksakan ke dokter. Dari tanda-tanda yang dialami dan dirasakan oleh Zian, Genta menduga kalau Zian telah hamil atau mengandung. Namun karena keinginan besar dari harapan sebagai suami akan hadir nya buah hati itulah, Genta menjadi berpikiran kalau Zian telah hamil. Tentu saja bayangan Genta untuk segera menjadi ayah akan segera terwujud. Kini mereka sudah di depan meja dokter praktek itu. Genta dan Zian menyimaknya dengan serius. Tentu saja Genta ingin mendengar kabar gembira kalau Zian telah hamil.
"Maaf, pak Genta dan bu Zian. Ini sebenarnya belum serius penyakit yang diderita oleh bu Zian. Namun jika dibiarkan terlalu lama, hal ini akan menjadi sangat serius. Apalagi jika tidak segera diobati," jelas dokter wanita itu yang terlihat masih muda dan cantik. Genta dan Zian sama-sama saling berpandangan. Lalu keduanya menatap dokter wanita itu dengan mengerutkan dahinya.
"Maksud, dokter apa? Istri saya sakit apa? Bukannya istri saya muntah-muntah dan itu tandanya istri saya hamil dan di dalam rahim istri saya ada janin yang mulai berkembang kan, dokter?" sahut Genta sok tahu. Dokter wanita itu tersenyum saja mendengar nya.
"Maaf, pak Genta! Bu Zian hanya masuk angin biasa. Itu karena asam lambung bu Zian sedang tinggi sehingga bu Zian merasakan pusing juga mual. Jadi tidak semua gejala-gejala rasanya mual dan muntah itu karena hamil, pak!" kata dokter wanita itu. Genta tertunduk lesu. Genta pikir hari ini dia akan mendapatkan kabar gembira itu tapi nyatanya hanya sebatas angan dan harapan indahnya saja. Ternyata Zian hanya masuk angin biasa lantaran asam lambung nya sedang naik. Hal itu karena Zian seharian stress dan menunggu suaminya sampai diujung malam.
Zian melihat Genta, suaminya yang lemas karena mendengar kenyataan bahwa dirinya ternyata belum diberikan kepercayaan untuk mengandung.
"Bang Genta! Maaf, jika aku telah mengecewakan kamu, bang!" ucap lirih Zian sambil mengusap punggung tangannya Genta. Genta memaksakan diri untuk tetap tersenyum dengan istrinya itu.
"Selain itu, bu Zian ada masalah di kista nya pak. Ini juga harus diperhatikan supaya kista nya tidak membesar. Setelah ini akan saya berikan resep obatnya yah, pak. Bu Zian mulai sekarang harus memperhatikan dari makanan yang dimakannya. Kurangi makanan instan dan banyak mengandung penyedap rasa," jelas dokter wanita itu.
__ADS_1
"Apakah penyakit ini serius dokter?" tanya Genta.
"Penyakit ini bisa menjadi sangat serius jika si penderita tidak memperhatikan larangan dan tidak berusaha mengobati nya, pak. Kista ini sewaktu-waktu bisa berkembang dan akan menjadi membesar. Sebelum itu terjadi, pola hidup sehat dan minum obat secara rutin bisa menghambat pertumbuhan penyakit yang akan menjadi berbahaya,"kata dokter wanita itu.
"Baik dokter! Saya akan lebih memperhatikan istri saya untuk menjaga pola hidup sehat," sahut Genta.
"Sebenarnya masalah kista ini bisa bersih kembali setelah si pasien bisa hamil dan melahirkan bayi nya. Namun penyakit kista ini akan berakibat parah dan yang paling fatal yaitu jalannya pengangkatan rahim yang rusak karena kista," jelas dokter wanita itu.
Genta dan Zian saling berpandangan lagi. Jika penyakit kista itu akan berakibat operasi pengangkatan rahim, jelas Zian tidak bisa hamil dan menjadi seorang ibu. Apalagi semua rahim diangkat. Penyakit kista sendiri akan memperlambat pembuahan janin sehingga sulit untuk mendapatkan keturunan.
"Bang Genta! Aku minta maaf kalau aku belum bisa memberikan kamu seorang putra. Semua diluar kemampuan dan ketentuan dariku," ucap Zian.
"Zian, sayang! Kita akan selalu berdoa dan berusaha sayang! Kita akan membersihkan dan mengobati penyakit kista kamu. Sekarang sudah banyak pengobatan alternatif dan obat herbal yang bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Kamu harus semangat yah, sayang! Aku juga akan memberikan support untuk kamu. Oke?" kata Genta.
__ADS_1
"Terimakasih bang! Maaf jika membuat bang Genta kecewa karena tadi yang aku perhatikan bang Genta sudah senang dan mengira kalau aku hamil. Tetapi nyatanya aku hanya masuk angin biasa dan asam lambung lagi naik," kata Zian.
"Inilah yang harus kita ambil hikmahnya, sayang! Dengan kita periksa seperti ini, kita menjadi tahu kalau kamu ada penyakit kista kan?" kata Genta.
"Benar! Tapi kenapa kemarin saat aku memeriksakan diri di dokter kandungan ditemani mami Juan, dokter itu mengatakan tidak masalah dengan rahim aku, bang. Bahkan tidak ada dokter itu mengatakan kalau aku ada masalah penyakit kista," kata Zian.
"Ya sudah, jangan terlalu dipikirkan! Yang penting sekarang, kamu mulai sekarang menjaga pola makan yang sehat dan jangan makan makanan instan yah sayang! Selain itu kita juga akan berobat ke pengobatan alternatif untuk pencegahan supaya kamu tidak memiliki penyakit yang disebutkan oleh dokter tadi. Lebih baik mencegah dan mengobati nya bukan?" kata Genta panjang lebar.
"Baik bang Genta! Tapi apakah ada pengibaran alternatif untuk bisa mendapatkan keturunan?" sahut Zian.
"Nanti kita akan mencarinya yah sayang! Biasanya pengobatan alternatif tersebut akan mengobati pasien supaya memiliki rahim yang kokoh dan kuat serta meningkatkan stamina dan vitalitas bagi suami istri. Nanti kita coba yah, sayang!" jelas Genta.
"Iya, bang! Aku ikut apa kata kamu saja bang!" sahut Zian.
__ADS_1
"Kamu yang semangat dong! Jangan stress memikirkan ini yah sayang!" ucap Genta dengan tersenyum lebar. Zian kini tidak lagi bersedih lagi karena Genta bisa membuat dirinya tenang.
Mobil itu membelah jalanan yang tidak lagi macet. Genta menjalankan mobilnya dengan semangat. Genta yakin jika semuanya sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Segala rejeki baik harta dan anak, jodoh, maut, sudah menjadi ketentuan dariNya.