Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
BAB 21


__ADS_3

"Seharusnya saat kamu mulai menghadapi krisis keuangan di perusahaan kamu, kamu datang kepada papa. Siapa tahu papa bisa membantu menyelesaikan masalah di perusahaan kamu. Ini setelah semuanya sudah hancur dan kamu menjadi gembel dan laki-laki tidak bekerja baru berpikir minta pekerjaan, papa. Sebenarnya kamu itu menganggap papa, orang tua kamu tidak, hah?" ucap papa Fendy, orang tua Genta.


"Maaf, pa! Aku mau semuanya aku selesaikan sendiri! Perusahaan yang aku rintis dari nol tidak terlibat dan campur tangan dari papa," sahut Genta.


"Itulah bodohnya kamu, Genta! Dalam dunia bisnis segala cara bahkan bisa dilakukan untuk mendapatkan sumber dana jika sedang membutuhkan. Ini kamu? Sombongnya selangit. Pada akhirnya kamu menerima kehancuran dari kesombongan kamu sendiri, bukan?" ucap pak Fendy.


"Sekarang kamu datang kepada papa untuk mengadu kepada papa kalau kamu menjadi pengangguran dan tidak memiliki pekerjaan. Dan bahkan saat ini kamu sudah tidak bisa menghidupi istri kamu dengan nafkah lahirnya. Kamu tidak punya uang bukan? Rumah utama kamu, kamu jual dan banyak aset kamu jual untuk membayar hutang di bank bukan? Dan yang lebih terdengar memilukan, kamu sekarang tinggal di rumah istri kamu, rumah pemberian orang tua nya yang kafir dan tidak memiliki agama itu bukan? Benar-benar memalukan sebagai laki-laki!" kata Pak Fendy mengomentari Genta panjang lebar. Genta hanya tertunduk lesu.


Saat ini Genta sengaja mampir ke rumah kedua orang tuanya setelah bekerja di perusahaan mertuanya bersama dengan Zian. Posisi yang diberikan oleh mertuanya cukup bagus untuk mengawali kembali sebagai karyawan dari nol.


"Aku datang kemari tidak meminta pekerjaan dari papa. Aku hanya memastikan kalau papa dan mama selalu baik-baik saja dan sehat. Dan satu hal lagi yang harus papa ingat. Jangan mengatakan mertuaku kafir karena tidak memiliki agama. Jika semua didengar oleh Zian, apakah Zian tidak akan sakit hati dengan semua ini. Bagaimana pun mertuaku memiliki adab dan budi pekerti yang baik. Tidak kalah dengan seorang sholeh," ucap Genta. Pak Fendy tertawa terbahak-bahak mendengar nya.


"Hahaha bagus! Bagus! Ternyata kamu sangat membela istri kamu yah! Luar biasa! Tapi bagaimana kamu bisa bermain api dengan wanita bebas seperti Miska?" sahut Pak Fendy yang membuat Genta terkejut dibuatnya.


"Kenapa? Kamu terkejut Genta? Aku pikir kamu tidak akan pernah berkhianat dengan istri kamu. Tapi kenapa kamu masih suka bermain api dengan wanita bebas seperti teman-teman kamu itu, hah?" ucap Pak Fendy.


"Aku aku mabok, saat itu!" sahut Genta.


"Kamu pikir orang-orang papa tidak melihat gerak-gerik kamu?" kata pak Fendy.


"Cukup, papa! Berhenti memantau aku! Aku sudah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri! Jangan mencampuri urusanku lagi, pa!" ucap Genta berapi-api.

__ADS_1


"Sampai kapanpun kamu adalah putraku! Sebelum kamu bisa bertanggungjawab, papa akan selalu mengawasi kamu! Dan satu hal lagi! Silahkan kembali dan bergabung di perusahaan papa. Papa yakin jika kamu yang mengambil alih kepemimpinan perusahaan keluarga itu, perusahaan akan semakin berkembang. Papa sungguh tidak rela jika. kamu bekerja di perusahaan mertua kamu yang kafir itu. Apalagi kamu diposisi yang rendah. Padahal kamu adalah menantunya," kata Pak Fendy.


"Tidak pa! Aku akan tetap bekerja di perusahaan itu. Sepertinya aku sudah sangat nyaman bekerja di sana. Lagipula aku dan istriku akan bekerja bersama-sama di sana. Itu sungguh berbeda dari dulu yang pernah aku lakukan," kata Genta.


"Dasar anak keras kepala! Di kasih enak malah tidak mau!" sahut Pak Fendy.


*****


Di kafe tempat tongkrongan.


"Apa yang sudah kamu lakukan dengan Thomas di malam itu?" tanya Edison.


"Itu sudah hal yang biasa kita lakukan bukan? Laki-laki dan perempuan di satu ruangan yang sama, apa lagi yang akan dilakukan kalau tidak melakukannya hubungan badan?" kata Miska. Edison terkekeh dibuatnya.


"Awalnya aku dipaksa oleh Genta. Tapi ternyata aku sudah tidak bisa melawan, akhirnya daripada aku membuang-buang waktu untuk memberontak lebih baik aku menikmati nya," ucap Miska.


"Hahaha dasar wanita tidak ada akhlak!" sahut Edison.


"Tapi aku tidak akan merusak rumah tangga nya kok. Aku anggap kejadian semalam itu hanya suka sama suka saja. Butuh sama butuh dan enak sama enak serta setelah itu yah sudahlah dilupakan semuanya," kata Miska.


"Baguslah! Lebih baik begitu! Kamu tidak akan bahagia jika merebut suami orang!" ucap Edison.

__ADS_1


"Benar! Enjoy saja teman! Oh iya, aku mendengar Genta sudah kembali bekerja di perusahaan mertua nya," kata Miska.


"Iya, benar! Genta sudah terbiasa melakukan kesibukan setiap hari untuk bekerja dan berbisnis. Ketika mengalami kebangkrutan kemarin, Genta pasti sangat kacau dan juga stress. Dengan seperti ini, aku rasa hidup Genta akan semakin seimbang. Karena Genta tipe laki-laki yang suka bekerja keras dan bertanggung jawab dengan diri sendiri dan istrinya.


"Genta laki-laki yang matang dan baik! Seandainya saja aku wanita baik. Mungkin saja aku akan dipilih Genta menjadi istrinya. Istrinya Genta orang baik. Aku tidak akan merusak rumah tangga nya. Walaupun itu sangat mudah jika aku mau melakukan nya. Apalagi Genta sudah pernah bermain dengan ku," ucap Miska.


"Berhenti mengacaukan kehidupan orang, Miska! Lebih baik kamu kejar impian kamu sendiri bersama orang yang kamu sukai," kata Edison.


"Orang yang aku sukai sudah pergi meninggalkan aku! Aku sekarang ini adalah wanita bebas. Aku tidak akan menikah, Edison!" kata Miska.


"Apa kamu akan seperti ini terus tanpa kembali ke kodrat kamu untuk menjadi seorang wanita. Menjadi istri, mengandung, merawat anak, membesarkan anak-anak mu kelak," kata Edison.


"Entahlah, Edison! Siapa laki-laki yang mau bersama dengan aku yang memiliki masa lalu yang buruk. Suka bergonta-ganti pasangan dan bebas berkeliaran. Kamu pun pasti akan mencari wanita yang baik untuk menjadi istri atau pendamping hidup kamu suatu saat nanti. Walaupun kamu juga memiliki masa lalu yang penuh dramatis. Suka membuat wanita-wanita patah hati dan berganti pacar. Benarkan?" kata Miska.


"Tentu saja, Miska! Aku akan mencari wanita yang bisa menjadi istri yang baik dan penurut. Bisa menyenangkan hatiku dan bisa menjadi ibu dari anak-anak ku kelak. Bertanggungjawab menjadi istri yang selalu menunggu aku ketika aku belum pulang dari bekerja," kata Edison penuh khayalan.


"Apakah kamu belum menemukan wanita seperti itu?" tanya Miska.


"Hem, belum! Entahlah apakah wanita seperti yang aku harapkan itu akan dikirim Tuhan untuk ku? Aku ingin seperti Genta yang mendapatkan istri sabar seperti nya," kata Edison.


"Hem, aku menjadi sangat penasaran dengan istri Genta itu. Apakah dia seperti malaikat sesuai dengan apa yang kamu katakan?" sahut Miska.

__ADS_1


"Dia wanita hebat menurutku! Dibandingkan dengan kamu, kamu kalah jauh Miska!" kata Edison.


"Ah wanita sama saja di dunia ini! Hanya mengandalkan air mata untuk menaklukkan seorang laki-laki," sahut Miska. Edison cekikikan mendengar nya.


__ADS_2