
Beberapa minggu berlalu. Puasa ramadhan kini sudah di penghujung. Hari raya Idul fitri tinggal dua hari lagi. Zian, Sandro mulai sibuk membayar zakat dan membagi-bagi sedekah ke anak-anak yatim, janda tidak mampu dan kaum duafa. Papi Leo beserta mami Juan pun ikut serta membagi-bagi bingkisan tunjangan hari raya juga pada karyawan-karyawannya yang beragama Islam. Keseruan hari ini membuat hati mereka merasakan kebahagiaan bisa berbagi dengan sesama. Harta mereka yang berlebih bisa mereka salurkan pada orang-orang yang berhak menerimanya.
"Bagaimana kalau besok kita ke yayasan panti asuhan untuk berbuka puasa bersama dengan mereka dan juga kita bagi-bagi bingkisan hari raya untuk anak-anak yatim," usul Zian. Sandro dan juga mami papi Zian menerima usulan Zian dengan senyuman yang mengembang.
"Besok yah? Boleh-boleh! Tapi kita belum memesan makanan untuk mereka dan juga bingkisan bagi mereka anak-anak yatim piatu di yayasan itu," sahut Sandro.
"Itu bisa diatur. Serahkan semuanya pada mami deh! Kalau soal makanan dan juga bingkisan lebaran bagi anak-anak yatim piatu," ucap mami Juan.
"Hem, tapi kita tidak tahu loh mi! Berapa jumlah anak-anak yatim piatu dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Alangkah baiknya dan lebih praktis kita siapkan amplop saja untuk mereka. Bagaimana?" sahut papa Leo.
"Benar! Aku sangat setuju dengan ide papi Leo! Karena kalau kita hendak membelikan pakaian muslim pria dan wanita, kita tidak tahu jumlahnya. Karena ini rencana mendadak bukan? Nanti kalau besok kita ke yayasan yatim piatu kita bisa mendata lagi kalau mau memberikan sumbangan lagi berupa pakaian muslim," kata Sandro.
"Wah, memang calon imam ku selalu cerdas dalam segala hal," sahut Zian membuat wajah Sandro seketika memerah karena malu. Apalagi di sana ada calon mertua nya.
"Zian, lihat! Wajah Sandro jadi seperti kepiting rebus, hehehe," ucap Mami Juan. Zian jadi terkekeh melihat perubahan wajah Sandro yang malu-malu kalau dirayu oleh Zian di depan mami papi nya.
*****
Siang ini, Sandro mengajak jalan-jalan dan shoping bersama Zian. Sandro ingin mengajak Zian berbelanja untuk menyambut hari lebaran. Tahun ini adalah kali pertama Sandro merayakan hari lebaran Idul Fitri.
"Sekarang kamu pilih saja, mana baju muslim dan mukena yang kamu sukai, Zian! Aku akan membelikan untuk kamu," kata Sandro.
"Ih, kak Sandro! Aku masih banyak pakaian muslim dan mukena yang masih baru dan belum dipakai. Lagipula, kak Sandro dapat duit dari mana kok mau belikan aku banyak pakaian muslim sih? Kak Sandro kan beberapa minggu ini tidak bekerja, jadi entar kalau tabungan kak Sandro habis bagaimana?" kata Zian.
"Astaghfirullah! Aku tidak se miskin itu, Zian sayang! Tabungan ku masih lumayan banyak. Percaya deh sama aku. Dan setelah habis lebaran nanti aku akan bekerja kembali," ucap Sandro.
"Tapi kan, kak Sandro belum mendapatkan pekerjaan setelah tidak menyerahkan semua kepemimpinan perusahaan keluarga kak Sandro. Tabungan kak Sandro untuk bekal dulu selama kak Sandro belum bekerja," kata Zian.
__ADS_1
"Zian, ayo pokoknya kamu harus ambil pakaian muslim dan mukena ini beberapa setel. Percaya deh sama calon suami mu ini kalau tabunganku masih sangat cukup untuk hidup selama beberapa tahun," kata Sandro.
"Astaghfirullah! Sombong banget!" sahut Zian seraya mencubit lengan Sandro.
"Eh? Bukan muhrim!" protes Sandro. Zian menjulurkan lidahnya ke arah Sandro.
*****
Setelah jalan-jalan dengan Zian dan berbuka puasa bersama dengan Zian. Berlanjut dengan taraweh bersama di masjid terdekat, Sandro kembali pulang ke apartemen nya.
Sandro segera merebahkan tubuh nya dan hendak beristirahat. Namun tiba-tiba ponselnya berbunyi. Alexa telah menelponnya.
"Halo adik! Ada apa?" sapa Sandro.
"Kak, Sandro! Ada pesan dari mami papi, supaya besok kakak Sandro ke rumah. Dan jangan lupa kak Zian diajak juga," kata Alexa di seberang sana.
"Ada apa? Bukannya papi mami masih marah dengan aku? Dan aku belum dikasih ijin datang ke rumah utama, sebelum aku mengakui kesalahan ku karena berpindah agama?" sahut Sandro.
"Hem, InsyaAllah!?" sahut Sandro.
"Kak Sandro! Beneran yah, harus datang ke rumah utama! Awas kalau tidak!" ucap Alexa.
"Iya, InsyaAllah, adikku yang bawel," kata Sandro.
Percakapan antara Sandro dengan Alexa akhirnya terputus setelah panggilan suara itu ditutup oleh Sandro. Sandro akhirnya mulai berpikir, kenapa papi mami nya menyuruh dia dan Zian datang ke rumah utama untuk menjumpai nya.
"Ada apa yah? Apa mami papi akan memarahi Zian dalam masalah ini?" gumam Sandro.
__ADS_1
"Sudahlah! Besok juga tahu! Aku tidak boleh berprasangka buruk dengan mami papi," gumam Sandro.
*****
Esok hari di sore itu di kediaman utama mami Natalia dan papi Alexander.
"Kamu tahu Sandro? Kenapa mami papi menyuruh kamu datang ke rumah ini?" tanya Pak Alexander. Zian dan Sandro saling berpandangan.
"Tidak papi!" sahut Sandro.
"Papi mami sudah berunding bersama dengan keluarga besar Alexander. Sepertinya tidak ada gunanya mami papi marah dengan kamu gara-gara kamu sudah pindah keyakinan dan kepercayaan. Maka dari itu, mami papi akan mengembalikan kembali aset-aset yang seharusnya menjadi milik kamu. Dan kamu mulai besok sudah bisa kembali bekerja memimpin perusahaan. Papi sudah cukup tua untuk mengurus semuanya sendirian. Jadi tolong kamu kembali saja ke perusahaan dan mengembangkan usaha bisnis kita," ucap Papi Alexander.
Sandro melongo dengan semua yang dikatakan oleh Papi nya. Sandro kini melihat mami nya tersenyum lebar padanya.
"Dan juga alangkah baiknya hubungan kamu dengan Zian segera diresmikan. Nikahilah Zian. Kasihan anak orang kamu gantung dan hanya di pacari saja. Nikahilah dia supaya bisa mengurus kamu," tambah Papi Alexander. Kini Sandro dan juga Zian saling berpandangan lalu mereka kini menatap ke arah Papi mami secara bergantian.
"Sandro! Ayo salim sama Papi kamu! Dan minta maaf serta berterimakasih lah pada papi yang sudah mengikhlaskan kamu memilih jalan hidup kamu sendiri," kata mami Natalia.
"Papi, terimakasih banyak pi! Maafkan aku yang sudah mengecewakan papi dan mami," ucap Sandro seraya bersimpuh dan bersalaman pada papi nya. Zian pun ikut bersalaman kepada mami Natalia.
Betapa bahagia saat ini yang dirasakan oleh Sandro. Dia mendapatkan kebahagiaan karena orang tua nya tidak lagi mempermasalahkan dirinya pindah keyakinan. Bahkan orang tua nya menyuruhnya untuk segera menikahi Zian.
*****
Sementara itu rumah tangga Genta dan Miska masih terlihat adem ayem saja. Walaupun diam-diam Genta berselingkuh dengan mantan pacarnya dulu yaitu Sukma. Sampai saat ini Genta dan Sukma masih pandai menyimpan hubungan terlarang itu. Dan bahkan Sukma semakin terlena dengan hubungan itu. Ketika Miska pergi ke kantor, Genta terkadang pulang lebih dahulu untuk menjumpai Sukma. Dan kembali mereka meluapkan segala rasa.
🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
Kitab-kitab Nya turun secara bertahap untuk membenahi akhlak manusia. Sejatinya adalah tunduk patuh terhadap perintahNya dan menjauhi larangan Nya. Jangan lagi disibukkan dengan perbedaan. Karena tujuan kita sama untuk lebih mengenal Tuhan-Nya. Yang Menciptakan Alam Semesta Beserta Isi nya.
TAMAT