Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
Healing ke pantai


__ADS_3

Setelah edi turun ke lantai bawah menuju parkiran, maya masih berdiri depan pintu apartemen rani dengan tatapan kosong dan masih belum mempercayai kejadian pagi ini barusan.


Maya masih terdiam di depan pintu apartemen, mencoba meresapi semua perubahan yang baru saja terjadi. Ia merasa beruntung dan terharu dengan dukungan yang diberikan oleh Melan dan kehadiran Edi sebagai sopir pribadi. Namun, kejutan-kejutan ini juga membuatnya merasa sedikit khawatir tentang apa yang akan terjadi di kantor pusat Trotoarts.


Setelah beberapa saat terpaku, Maya akhirnya menghela nafas dan melangkah masuk ke dalam apartemen. Rani yang tidak bisa melanjutkan tidur segera beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke dapur. Ia merasa perlu membuat secangkir teh hangat untuk menenangkan pikirannya yang masih dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang perubahan yang sedang terjadi dalam hidup Maya.


Rani mengisi teko dengan air dan menyalakan kompor untuk mendidihkan air. Sambil menunggu air mendidih, ia membuka kotak teh dan memilih varian teh favorit Maya. Setelah air mendidih, Rani menuangkan air panas ke dalam cangkir dengan hati-hati, menyeduh teh dengan penuh perhatian.


Dengan cangkir teh hangat di tangannya, Rani kembali ke kamar dan duduk di samping Maya yang sudah terbaring di tempat tidur. Ia menyerahkan cangkir teh kepada Maya sambil berkata dengan lembut, "Ini minum dulu siapa tau bisa bantu menenangkan pikiranmu."


Maya tersenyum dan mengucapkan terima kasih sambil menerima cangkir teh. Ia menghirup aroma teh yang harum dan merasakan kehangatan menyusuri tenggorokannya. Perlahan, rasa tenang mulai menyelimuti pikirannya yang tadinya gelisah.


Rani duduk di samping Maya, memandangnya dengan penuh perhatian. "Masih bengong? Kamu tau perubahan memang kadang menakutkan, tapi itulah bagian dari hidup. Kita harus berani menghadapinya dan percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja."


Maya mengangguk sambil tersenyum, "Tapi masa secepat itu?"


“Emang kamu mau nunggu kapan?”


“Aku jadi memikirkan tentang semua yang terjadi, apa ini tidak terlalu berlebihan?” Tanya maya balik.


Rani sambil tersenyum, "Kamu berurusan dengan Trotoarts, apalagi kamu sudah di anggap menjadi asset mereka. Ya pastilah ini tidak ada apa-apanya."


Keduanya menghabiskan pagi itu dengan duduk bersanding, menyeruput teh hangat, dan berbagi pikiran serta harapan mereka untuk masa depan. Dalam kehangatan persahabatan mereka, perasaan cemas dan kekhawatiran Maya mulai reda, digantikan oleh keyakinan bahwa bersama dengan Rani dan dukungan dari orang-orang terdekatnya, ia mampu menghadapi segala tantangan yang ada di hadapannya.

__ADS_1


**


Selama beberapa waktu setelah menerima hadiah mobil Audi A8 L, Maya belum pernah sekali pun menggunakan mobil tersebut. Meskipun mobil tersebut merupakan hadiah kelulusan yang sangat istimewa, Maya merasa sedikit enggan untuk menggunakannya. Hal ini di karenakan maya sudah terbiasa hidup sederhana, dan selama kuliah dia sering menggunakan jasa ojek online kecuali saat PKL menggunakan mobil perusahaan Trotoarts itu pun di antar oleh Edi.


Mobil itu terparkir dengan mulus di tempat saat pertama kali datang di samping rumah orang tua Maya, dan selama itu hampir tidak pernah diganggu atau diperhatikan oleh Maya. Ia lebih memilih untuk menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki ke tempat tujuan, meskipun mungkin lebih nyaman dan praktis menggunakan mobil pribadinya tapi pertanyaannya, bagaimana mengemudikannya biar jalan.


Bagi Maya, memiliki sebuah mobil mewah adalah sesuatu yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia merasa canggung dan tidak terbiasa dengan kemewahan tersebut. Selain itu, mobil itu juga mengingatkannya pada perubahan-perubahan yang sedang terjadi dalam hidupnya, yang terkadang membuatnya merasa tidak nyaman.


Meskipun begitu, Maya tahu bahwa ada saat-saat tertentu di mana mobil itu akan sangat berguna, terutama jika ia memiliki jadwal yang padat atau harus bepergian jauh. Ia menyadari bahwa dia harus melampaui ketidaknyamanan dan menghadapi perubahan tersebut dengan penuh keberanian.


^^


Setelah berselang beberapa saat Maya dan Rani merasa perlu mengambil sedikit waktu untuk bersantai dan menghilangkan kebingungan dan kekhawatiran mereka. Mereka memutuskan untuk pergi ke pantai dan menikmati suasana yang menenangkan. Maya segera menghubungi Siska melalui telepon untuk mengajaknya bergabung.


Siska yang menjawab telepon dengan suara malas, "Apa? Pantai? Aku tidak tahu. Aku punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini."


Rani merebut telepon dari tangan Maya, "Heh pe’a, ini Rani. Kamu tahu, kita butuh hiling sejenak. Ayoklah, ikutlah bersama kami, awas lu banyak alesan."


Siska terdiam sejenak, kemudian suaranya berubah sedikit ceria, "Issh ya sudah, kalau begitu aku akan ikut. Tetapi hanya sebentar ya, aku masih harus menyelesaikan pekerjaan ini."


Maya dan Rani tertawa lega mendengar persetujuan Siska. Mereka sepakat untuk menjemput Siska di Rumah pamannya dan melanjutkan perjalanan ke pantai bersama-sama. Mereka berharap dapat menghabiskan waktu yang menyenangkan dan menghilangkan beban pikiran sejenak.


Beberapa saat kemudian, mereka bertiga bertemu di depan gerbang rumah paman Siska. Maya, Rani, dan Siska naik ke dalam mobil bersama Edi sebagai sopir. Mereka berangkat menuju pantai dengan semangat dan harapan untuk mengisi hari dengan keceriaan dan kesenangan.

__ADS_1


Perjalanan ke pantai penuh dengan tawa dan obrolan hangat. Ketiganya saling berbagi cerita dan memperkuat ikatan persahabatan mereka. Sesampainya di pantai, mereka melihat ombak yang tenang dan pasir putih yang menawan. Mereka melepas sepatu mereka dan berjalan di sepanjang pantai, menikmati angin laut yang segar dan matahari yang hangat.


Maya, Rani, dan Siska menyebar di sekitar pantai, menikmati keindahan alam dan mengambil foto bersama untuk mengabadikan momen itu. Mereka berenang, bermain bola, dan sekadar duduk bersama di tepi pantai sambil bercanda dan tertawa.


Siska merasa sedikit pusing dengan keadaan. Awalnya, dia hanya berniat untuk ikut Maya dan Rani ke pantai sebentar saja. Namun, seiring berjalannya waktu, mereka justru menghabiskan seharian di pantai. Siska tidak menyangka bahwa waktu berlalu begitu cepat dan mereka terus asyik berada di sana.


Saat matahari mulai terbenam, Siska melihat jam tangannya dan terkejut melihat waktu yang telah berlalu. Dia merasa agak khawatir karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Namun, ketika dia melihat Maya dan Rani begitu bahagia dan santai, Siska memutuskan untuk menikmati momen itu tanpa memikirkan tugas yang menumpuk.


Seiring berjalannya waktu, Siska merasa rileks dan terbebas dari tekanan pekerjaan. Dia tertawa bersama teman-temannya, berenang di laut, dan menikmati cahaya matahari yang hangat. Walaupun semula dia hanya berniat sebentar, dia merasa bahwa waktu yang mereka habiskan di pantai benar-benar berharga.


Saat setelah matahari mulai terbenam dan menghilang, mereka kembali ke mobil dengan senyuman di wajah mereka. Perjalanan kembali ke kota penuh dengan keceriaan dan kepuasan. Meskipun hanya sebentar, hari itu memberikan mereka kebahagiaan dan ketenangan yang mereka butuhkan.


Ketiganya tiba di apartemen dengan hati yang ringan dan pikiran yang lebih jernih. Mereka berjanji untuk selalu saling mendukung dan mengatasi rintangan bersama-sama. Hari itu menjadi salah satu momen berharga dalam persahabatan mereka, yang menguatkan ikatan mereka lebih dari sebelumnya.


^^


Saat mereka mengantar pulang ke rumah pamannya, Siska tiba di ruang kerjanya dan melihat tumpukan pekerjaan yang masih menunggu di mejanya. Meskipun dia merasa sedikit khawatir, tetapi dia juga merasa lebih bugar dan bersemangat untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Dia menyadari bahwa kadang-kadang melepaskan diri sejenak dari rutinitas sehari-hari adalah hal yang penting untuk menjaga keseimbangan hidup.


Dengan pikiran yang jernih dan semangat yang baru, Siska memulai pekerjaannya dengan lebih fokus dan produktif. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik, sambil tetap memprioritaskan waktu untuk bersantai dan bersenang-senang bersama teman-temannya.


Pengalaman seharian di pantai telah memberikan Siska pelajaran berharga tentang pentingnya mengambil waktu untuk diri sendiri dan menikmati hidup. Dia belajar bahwa terkadang, merenggangkan diri dari rutinitas sejenak dapat memberikan energi baru dan kebahagiaan yang lebih besar.


Dengan pikiran yang tenang dan semangat yang baru, Siska siap menghadapi tugas-tugasnya dengan penuh semangat dan kepercayaan diri. Dia tahu bahwa persahabatan dengan Maya dan Rani adalah salah satu hal yang berharga dalam hidupnya, dan dia akan terus menjaga hubungan tersebut dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2