
Bulan Desember telah tiba. Sebentar lagi hari besar Natal akan tiba. Keluarga besar Alexa Sandro sudah mempersiapkan segala sesuatu nya dengan matang. Apalagi mami nya Sandro, sudah heboh menyiapkan beberapa roti kering beberapa jenis. Rasanya kurang mantap kalau roti-roti kering tidak buat sendiri. Walaupun nanti juga banyak yang dibeli untuk dikirim ke banyak keluarga besar, kolega bisnis parcel ucapan selamat tahun baru dan Natal.
Sandro sebagai CEO di perusahaan ternama pun menyerahkan ke bagian personalia untuk tunjangan dan bingkisan Natal dan tahun baru.
Seperti saat ini kehobohan yang terjadi di dapur rumah itu. Dimana mami nya Sandro bersama asisten rumah tangga beserta Alexa membuat kue-kue kering. Sandro yang baru tiba dari kantor mencium wangi nya roti kering yang dipanggang.
"Mami!" ucap Sandro sambil memeluk mami Natalia yang sedang sibuk membuat kue kering. Mami Natali yang super ramah dan keibuan mencium pipi putra nya.
"Sandro, sayang! Kamu harus cobain kue kering buatan mami," ucap mami Natalia sambil mengambil satu biji kue kering lalu memasukkan nya ke mulut Sandro. Sandro mulai menikmati setiap kunyahan kue kering itu. Rasanya begitu pas di lidah nya.
"Mami, ini benar-benar lezat! Aku mau sepuluh toples ada tidak?" ucap Sandro. Mami Natalia tertawa renyah. Demikian juga Alexa bersama dengan asisten rumah tangga di rumah itu.
"Enak yah, sayang? Tapi sayangnya stok hari ini sudah habis. Sudah di bagi-bagi kan ke saudara-saudara dekat dan jauh kita," ucap mami Natalia.
"Besok bikin lagi tidak? Aku pesan, mi! Nanti aku bayar deh!" ucap Sandro. Mami Natalia melotot matanya.
"Anak mami ini mentang-mentang punya duit banyak. Buat siapa sih, nak? Kamu bisa kok beli di kue bakery langganan kita itu. Di sana stok kue kering banyak dan berbagai jenis juga. Ada kue salju, kue nastar, dan masih banyak lagi. Kamu tinggal milih saja, sayang," kata mami Natalia.
"Hanya sepuluh toples saja kok, mami! Bikini kenapa? Lagipula hari raya kan masih satu minggu lagi. Kue mami enak banget soalnya," ucap Sandro memuji.
"Ya sudah, besok mami belanja bahan-bahan premium nya sama mbak uthe dan Mbak Sri," ucap mami Natalia akhirnya.
"Besok, aku tidak bisa bantu mi! Aku ada kerjaan," ucap Alexa.
"Tidak apa! Mami dengan mbak-mbak nya sudah bisa nangani sendiri kok," sahut mami Natalia.
"Terimakasih banyak, mami ku tersayang dan paling cantik," kata Sandro kembali menyosor pipi mami nya.
__ADS_1
"Sudah sana mandi! Kamu bau kecut," kata mami Natalia seraya mendorong badan Sandro ke arah kamar Sandro.
"Mana mungkin aku bau, mami! Parfum mahal ini yang aku pakai," ucap Sandro sambil menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Kamar Sandro memang di lantai atas. Sandro suka duduk di balkon kamarnya ketika malam hari saat bintang bertaburan dengan awan hitam. Rasanya begitu dekat dengan alam ketika duduk sendiri di sana.
*****
Di saat malam bertaburan bintang. Aku sendiri tanpa teman. Namun saat ini kesepian lah teman terbaik ku malam ini. Mungkinkah tergeser oleh kekecewaan? Oh tidak! Bahkan langkah ini masih dimulai. Dan bayangan itu masih di sini mengganggu. Demi apapun itu, rasanya sangat sulit untuk ditempuh. Menjangkau kamu seperti menangkap bayangan yang mengikuti ku. Setiap kali aku bergerak, dia tidak tinggal diam pasrah. Hanya waktu itu kan bicara, akankan kita bisa menyatukan asa.
"Sepertinya aku harus jujur dengan Zian. Kalau selama ini aku diam-diam menyukai dirinya. Tapi apakah ini terlalu cepat? Bagaimana kalau nanti Zian menjauhi aku kalau mengetahui aku mengejarnya karena begitu memuja nya. Bagaimana kalau Zian menjadi membenci aku? Setelah aku mengungkapkan perasaan ku kepada nya?" gumam Sandro.
Sandro tersenyum sendiri ketika bisa jalan bersama dengan Zian. Rasanya begitu manis dan indah.
"Sementara aku jangan dulu mengungkapkan segala perasaan ku pada Zian. Lagipula Zian sendiri belum tahu kalau diantara kita berbeda keyakinan. Buktinya saat itu Zian selalu mengingatkan aku sholat lima waktu dan juga ibadah sholat jumat. Ah, ini begitu manis sekali. Perhatian seperti ini yang aku sukai dari Zian," gumam Sandro.
Notifikasi pesan masuk berbunyi. Sandro langsung membuka handphone nya. Setelah mengenal Zian dan mendapatkan nomer WA nya, Sandro tidak mau jauh dengan handphone nya. Tentu saja dia menunggu balasan pesan chat dari Zian jika Sandro menanyakan kabar pada Zian seperti sudah makan belom, sedang apa, dan lain sebagainya.
"Zian! Kenapa bayangan kamu selalu saja menari-nari di pelupuk mata? Apakah aku benar-benar jatuh cinta? Tapi apakah semua ini dibenarkan? Aku takut jika kamu tidak mencintai aku. Aku takut jika cinta ini hanya aku yang rasa," gumam Sandro seraya melihat bintang-bintang bertaburan di langit membentang.
"Jangan lupa sholat Isyak, kak Sandro! Oh iya, nanti di sepertiga malam, aku bangunin kakak yah untuk sholat tahajud," pesan chat dari Zian.
"Insya'allah, Zian! Senang banget kamu selalu mengingatkan aku," balasan pesan chat dari Sandro.
"Ya Tuhan! Apakah aku salah karena masih membohongi wanita itu? Aku harus bagaimana Tuhan! Berikan lah petunjuk Engkau! Bukankah Engkau pemberi petunjuk itu?" gumam Sandro kembali menatap langit malam dengan gemerlap bintang nun jauh di sana.
*****
__ADS_1
Pagi itu saat Sandro duduk di ruang makan. Di sana sudah ada mami papi nya serta adiknya Alexa yang sedang menikmati sarapan pagi. Alexa memperhatikan kantung mata kakaknya yang menghitam. Terlihat sekali kalau Sandro kurang tidur tadi malam. Alexa jadi ingin mengerjai kakak nya supaya menjadi salah tingkah di depan mami papi nya.
"Sepertinya ada yang sedang jatuh cinta, nih! Jadi tidak selera makan, tidur menjadi tidak nyenyak," sindir Alexa. Sandro menyipitkan bola matanya mendengar sindiran dari adiknya itu.
Mami papi Sandro saling pandang lalu tersenyum kepada Sandro.
"Benar itu Sandro? Kenalkan pada kami dong! Jangan diam-diam saja dan main rahasia dengan mami papi," sahut mami Natalia.
"Benar, Sandro! Mumpung sebentar lagi hari baik dan perayaan natal, kamu nanti jangan lupa kenalkan wanita yang bikin kamu jatuh hati, sulit tidur, susah makan, hehehe," sahut papi Alexander.
"Ya Tuhan! Ini gara-gara dik Alexa nih. Mami papi mengira kalau aku sudah punya kekasih," ucap Sandro.
"Mungkin belum menjadi kekasih namun nama nya sudah memenuhi jantung hati yang paling dalam, uhuyyy," sahut Alexa menggoda kakak nya. Sandro mengacak-acak rambut Alexa.
"Alexa! Jangan suka jail dengan kakak kamu," ucap mami Natalia.
"Sudah lah, aku berangkat dulu papi mami!" pamit Sandro.
"Hati-hati di jalan, sayang!" sahut papi mami Sandro sambil cipika-cipiki diantara mereka.
"Aku juga berangkat ke kantor dulu, mami!" pamit papi Alexander seraya mencium pipi mami Natalia.
"Huum, Hati-hati di jalan papi!" ucap mami Natalia.
"Mami, jangan lupa kue kering nya yah!" kata Sandro.
"Iya, mami setelah ini akan berangkat dengan mbak-mbak di sini," ucap mami Natalia.
__ADS_1
Sandro dan juga papi Alexander berangkat ke kantor. Mereka mengendarai mobilnya masing-masing karena perusahaan yang kedua pimpin berbeda.