Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
Meminta bantuan calon mertua


__ADS_3

Ivon masih penuh dengan kemarahan saat dia meninggalkan ruangan pertemuan. Tanpa membuang waktu, dia mengarahkan mobilnya dengan kecepatan penuh ke rumah James, di mana ibu James tinggal. Ivon ingin mengungkapkan kekesalannya dan mencari dukungan dari ibu James.


Ketika Ivon tiba di rumah James sebelum keluar dari dalam mobil dia mulai berakting menangis sesunggukkan. ibu James, yang saat itu sedang duduk di ruang tamu, terkejut melihat keadaan Ivon. Ibu James segera menyambut Ivon dengan perhatian dan rasa ingin tahu.


"Ivon, apa yang terjadi? Kamu terlihat begitu sedih. Apakah semuanya baik-baik saja?"


"Bagaimana semuanya bisa di bilang baik-baik saja, bu. Aku tadi pergi ke kantor James dan bertemu wanita bersama james di sana. Mereka terlihat begitu mesra, dan apa yang harus ku lakukan bu. Dengan kehadiran perempuan itu semua chat dan panggilan ku selalu di abaikannya, huaaaaaaa." Tangis Ivon mendramatisir suasana.


Ibu James, yang juga terkejut mendengar pengakuan Ivon yang terlihat tersakiti mulai merasa iba, mencoba menjaga ketenangan dan mendengarkan dengan seksama. Dia juga sebenarnya merasa curiga akhir-akhir ini James selalu tampil wangi dan rapih kalo berangkat ke kantor. Ia pun merasa bahwa james sedang menutupi sesuai, jika ia telah memiliki seorang wanita kenapa ibunya tidak mengetahuinya.


"Ivon, kita harus berbicara dengan tenang dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apa yang membuatmu yakin bahwa wanita itu dan James memiliki hubungan lebih?"


Ivon kemudian menceritakan detail pertemuan di kantor dan bagaimana dia melihat Maya dan James duduk begitu dekat adan mesra. Dia juga menambahkan bumbu bahwa James tidak pernah membalas pesan atau memberikan perhatian kepadanya.


Ibu James pun mulai memahami perasaan Ivon, tetapi dia juga ingin memastikan kebenaran dari situasi ini sebelum mengambil keputusan. Jika itu benar siapa wanita itu.


"Ivon, kita tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan. Kita perlu mendengarkan penjelasan James dan memahami keadaan dengan lebih baik. Mari bicarakan ini dengan baik-baik."


Ibu James kemudian memutuskan untuk menghubungi James dan meminta penjelasan langsung tentang hubungannya dengan Maya. Dia ingin mendengarkan kedua belah pihak sebelum mengambil tindakan atau membuat kesimpulan. Dia juga membahas terkait penampilan james beberapa bulan terakhir yang terlihat lebih rapih dan wangi.


Sementara itu, Ivon duduk di ruang tamu dengan senyum mengembang jika umpannya di makan. Dia berusaha memasang raut marah dan kesal, agar ibunya james meluluskan niatnya memilikinya. Dia ingin segera menikah dengan james setelah selesai studinya di luar negeri.


^^


Tidak berselang beberapa saat James menerima telepon dari ibunya, yang memberitahunya tentang insiden yang terjadi antara Ivon dan Maya. Namun, karena James sedang sibuk dengan pekerjaannya, ia meminta ibunya untuk menunda pembicaraan hingga nanti malam ketika mereka bisa berbicara dengan lebih tenang dan fokus.


"Ma, aku sedang sangat sibuk dengan pekerjaan di kantor saat ini. Bisakah kita bicarakan masalah ini lebih lanjut di rumah nanti malam? Aku tidak ingin mencampuri urusan pribadi kepada perusahaan."


"Oh tentu, Nak. Aku mengerti jika kamu sibuk. Aku bisa menunggu hingga malam untuk membahasnya dengan lebih baik. Pastikan kamu siap untuk menghadapinya dengan kepala dingin. Aku akan menemui kamu nanti malam."

__ADS_1


James menghela nafas lega, tahu bahwa mereka akan membahas masalah ini dengan lebih baik dan tenang di rumah nanti malam. Ia ingin memberikan perhatian penuh kepada ibunya dan mendengarkan apa yang Ivon dan ibunya miliki untuk diutarakan.


Ibunya James memberikan semangat kepada Ivon dan meyakinkannya bahwa segalanya akan baik-baik saja. Setelah membahas masalah dengan James, ibunya ingin menyuruh Ivon untuk pulang dengan harapan bahwa mereka dapat menyelesaikan masalah ini dengan baik.


"James itu milikmu jadi kamu tidak usah kawatir, aku tahu kamu sedang kesal dan frustasi saat ini, tetapi percayalah bahwa segalanya akan baik-baik saja. Ini hanya sebuah kesalahpahaman yang bisa aku selesaikan dengan baik. Kamu pulang sekarang, tenangkan diri dulu. Semuanya akan baik-baik saja, percayalah padaku."


Ivon, meskipun masih merasa terbebani dengan emosinya, merasa lega mendengar dukungan dan semangat dari ibu James. Dia menyadari bahwa penting untuk tenang dan membuka pikiran saat nanti membahas masalah ini dengan lebih bijaksana dan mendalam.


"Terima kasih, Ibu. Aku akan mencoba tenang dan pulang sekarang. Semoga nanti semuanya bisa di selesaikan dengan baik."


Dengan harapan untuk penyelesaian yang menggebu, Ivon meninggalkan rumah James dan menuju ke tempat tinggalnya. Dia merasa sedikit lega dan senang karena mendapatkan dukungan dari ibu James.


Tapi sebelum beranjak pulang Ivon memberikan pesan kepada ibu James, bahwa dia sudah siap untuk menikah dan ingin memulai babak baru dalam hidupnya.


"Bu, saya ingin mengatakan bahwa saya siap untuk menikah. Saya merasa bahwa ini adalah saat yang tepat bagi saya untuk memulai babak baru dalam hidup saya. Sudah delapan bulan disini, saya belum pernah sekali pun pergi kencan dengan James dia selalu mengatakan sibuk atau capek saat aku mengajaknya."


"Itu baik saya mendukungmu sepenuhnya. Saya ingin kamu menemukan kebahagiaanmu sendiri dan hidup sesuai keinginanmu. Dan malam ini saya akan segera perintahkan dia untuk melakukan beberapa kencan sebelum kalian menikah nantinya."


^^


"Akhirnya kamu pulang. Ada banyak hal yang ingin kita bicarakan malam ini."


"Ya, Bu. Saya juga ingin membahas semuanya dengan baik. Apa kabar Ivon? Dia sudah pulang?"


"Iya, dia sudah pulang. Dia memberitahuku bahwa dia siap untuk menikah. Dia ingin memulai babak baru dalam hidupnya."


"Hmm itu baik, Saya kira ini adalah keputusan yang baik bagi Ivon. Siapa pria yang ingin dia nikahi?”


“Sudah jelas dan pasti denganmu, siapa lagi.”

__ADS_1


“Aku tidak bisa, aku juga harus membicarakan semua ini dengan jujur. Aku tidak memiliki perasaan terhadap Ivon, dan aku juga tidak ingin menjalani pernikahan hanya karena tuntutan keluarga."


“James, kamu sudah cukup usia yang matang untuk menjalani bahtera rumah tangga, lagian aku ingin segera menimang cucu”


“Tapi Attitude Ivon aku gak suka,”


James merasa sangat tidak nyaman dengan sikap Ivon yang tidak sopan dan kasar. Ia tidak menganggap sikap tersebut sebagai sikap yang pantas dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ia anut. James memiliki standar etika dan sopan santun yang tinggi, dan sikap Ivon sangat bertentangan dengan itu.


Setelah berbincang dengan ibunya, James merasa semakin yakin bahwa ia tidak ingin melanjutkan hubungan dengan Ivon. Ia ingin menemukan pasangan hidup yang sesuai dengan nilai-nilai dan sikap yang ia harapkan.


James merasa sedikit tegang mendengar pertanyaan ibunya. Ia mencoba untuk tetap tenang dan merespons dengan cerdas. "Ibu, selama ini saya hanya berusaha untuk lebih memperhatikan penampilan dan menjaga kebersihan diri. Saya pikir penting untuk tampil rapi dan wangi, terutama dalam pekerjaan saya sebagai seorang CEO. Ini adalah bagian dari citra profesional yang ingin saya sampaikan kepada orang lain."


Ibu James masih terlihat ragu, tetapi James berusaha meyakinkannya. "Selain itu, Ibu juga tahu bahwa beberapa bulan terakhir saya lebih fokus dalam pekerjaan dan proyek-proyek penting. Saya ingin memberikan kesan yang baik kepada rekan bisnis dan karyawan perusahaan. Mungkin itulah mengapa penampilan saya terlihat lebih rapih dan wangi."


James berharap penjelasannya bisa diterima oleh ibunya. Ia tidak ingin membuat ibunya khawatir atau curiga terhadap perubahan penampilannya. James menghormati ibunya dan berusaha untuk tetap jujur dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.


Ibu James masih merasa tidak sepenuhnya puas dengan penjelasan tersebut, tetapi dia memilih untuk tidak mendalami lebih jauh. Ia tahu bahwa anaknya adalah seorang dewasa yang berhak memilih dan merawat dirinya sendiri. Ibu James hanya berharap agar James tetap menjaga kesehatan dan kebahagiaannya dalam setiap aspek kehidupan, termasuk penampilan dan kebersihan diri.


Ibu James yang curiga dengan perubahan penampilan anaknya yang terlampau rapih dan wangi beberapa bulan terakhir akhirnya memutuskan untuk mengajukan pertanyaan kepada James. Ia merasa ada yang berbeda dengan putranya dan ingin mengetahui penyebabnya.


^^


Dengan sikap terbuka dan jujur, James menjelaskan bahwa penampilannya yang lebih rapih dan wangi tersebut disebabkan oleh adanya kehadiran Maya dalam hidupnya. Ia menceritakan bahwa Maya adalah seorang asisten pribadinya yang sangat membantu dalam pekerjaannya, dan perubahan penampilannya adalah hasil dari kerja sama mereka dalam menjalankan tugas sehari-hari.


James menjelaskan bahwa Maya adalah seorang profesional yang sangat berkompeten dan berdedikasi. Ia menghargai kontribusinya dalam menjaga keberhasilan bisnis dan memastikan segala sesuatunya berjalan lancar. James juga menegaskan bahwa hubungan mereka adalah hubungan profesional yang didasarkan pada saling pengertian dan kerja sama yang baik.


Ibu James menerima penjelasan tersebut dengan lega. Meskipun awalnya curiga, ia mengerti bahwa perubahan penampilan James tidak ada hubungannya dengan urusan asmara. Ibu James percaya bahwa putranya adalah seorang profesional yang serius dalam bekerja dan berusaha mencapai kesuksesan dalam karirnya.


Dengan kejelasan yang diberikan oleh James, ibu James pun merasa lega dan yakin bahwa putranya masih fokus pada pekerjaan dan memprioritaskan keberhasilan bisnis. Ia memberikan dukungan kepada James untuk terus berkembang dan mencapai kesuksesan dalam karirnya.

__ADS_1


Dalam kejadian ini, James menunjukkan integritasnya sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab. Ia berkomunikasi secara terbuka dengan ibunya dan menjelaskan situasi yang sebenarnya. James juga membuktikan bahwa penampilan dan aroma yang lebih rapih bukanlah indikator adanya hubungan asmara, melainkan hasil dari dedikasinya dalam bekerja dan menjaga profesionalitas.


__ADS_2