
Rani mendekati Maya yang masih dalam suasana yang penuh dengan ketegangan dan kebingungan. Dia dengan bijaksana bertanya kepada Maya, "Maya, mengapa tidak kamu katakan saja bahwa siap bos aku terima?"
Maya tersenyum kepada Rani saat mendengar pertanyaannya. Dia menghela nafas lega, menyadari bahwa Rani memahami situasinya. Maya kemudian menjawab dengan penuh keyakinan, "Rani, aku memilih untuk tidak memberikan reaksi yang terlalu dramatis kepada utusan Trotoarts itu. Aku tahu bahwa keberhasilanku sebagai aset mereka adalah hasil dari kerja keras dan dedikasi. Aku ingin menjaga sikap rendah hati dan tetap fokus pada tujuan serta tanggung jawabku."
Rani mengangguk mengerti, menghargai kebijaksanaan Maya dalam menyikapi situasi tersebut.
“Lagi pula aku tidak bisa menyetir” Bisik maya
“ealaaah jebule seperti itu to alasannya?” Jawab Rani kaget dan merasa lucu sambil memutar matanya.
Mereka berdua pun ikut hanyut dalam acara yang semakin meriah. Maya merasa berterima kasih kepada Rani yang selalu berada di sisinya sebagai sahabat yang setia.
Acara berlanjut dengan semarak. Maya sebenarnya merasa terhormat menjadi aset Trotoarts dan akan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sepenuh hati. Dia berjanji untuk terus bekerja keras dan membuktikan bahwa dia pantas mendapatkan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Di balik segala hambatan dan tantangan yang pernah dia hadapi, Maya menyadari bahwa langkahnya menuju kesuksesan tidak akan selalu mudah. Namun, dia bertekad untuk tetap tegar dan berkomitmen untuk meraih impian-impian yang lebih besar.
Setelah itu, Merlin dan ayahnya karena merasa malu dan tertekan oleh kegagalannya. Mereka menyadari bahwa kebencian dan tindakan jahat mereka tidak membuahkan hasil. Mereka merasa kalah dalam permainan yang mereka sendiri ciptakan. Tanpa sepatah kata pun, Merlin dan ayahnya memilih untuk menyingkir dalam diam, memendam rasa malu mereka dan menelan kegagalan mereka sendiri.
Mereka menyadari bahwa sikap mereka yang penuh kebencian dan niat jahat telah merugikan mereka sendiri. Mereka segera menyingkir dalam diam, menyadari bahwa mereka tidak dapat menghalangi keberhasilan Maya.
__ADS_1
Dalam kejayaan Maya, Merlin dan ayahnya hanya menjadi bayang-bayang yang meredup. Mereka belajar dari kesalahan mereka dan menyadari bahwa kebencian dan niat jahat hanya akan membawa kehancuran dalam hidup mereka sendiri.
Mereka menyadari bahwa kebencian dan dendam hanya akan merusak diri mereka sendiri dan tidak akan membawa kebahagiaan atau kesuksesan yang mereka impikan. Kehadiran Maya yang tegar dan bijaksana membuat mereka menyadari betapa rendahnya mereka dibandingkan dengan integritas dan kekuatan yang dimiliki oleh Maya.
Mereka juga menyadari bahwa mereka telah melanggar nilai-nilai kebaikan dan keadilan, dan mereka perlu memperbaiki diri mereka sendiri. Mereka mengambil kesempatan ini untuk introspeksi dan merenungkan tindakan mereka yang salah.
*****
Maya terus melangkah maju, dikelilingi oleh dukungan dari sahabat-sahabatnya, termasuk Rani. Mereka bersama-sama menghadapi masa depan dengan optimisme dan semangat. Maya tahu bahwa takdirnya tidak ditentukan oleh kebencian orang lain, tetapi oleh usaha dan tekad yang dia miliki dalam mewujudkan mimpinya.
Selama beberapa hari, Maya menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dan orang-orang terdekatnya. Mereka berbicara tentang masa lalu, merencanakan masa depan, dan saling memberikan motivasi untuk menghadapi tantangan yang akan datang. Semua orang merasa bangga dengan prestasi Maya, dan mereka memberikan doa dan harapan terbaik untuk masa depannya.
Setelah merayakan dengan penuh sukacita, Maya merasa siap untuk melanjutkan perjalanan hidupnya. Dia merasa terinspirasi dan termotivasi untuk mengejar impian-impian barunya. Maya percaya bahwa dengan dukungan keluarga dan teman-temannya, dia bisa mencapai segala hal yang diinginkannya.
Pulang ke kampung halaman adalah momen yang berarti bagi Maya. Itu adalah waktu untuk bersyukur, menghargai, dan merayakan pencapaian. Maya berjanji untuk tetap rendah hati, terus belajar, dan memberikan kontribusi positif kepada masyarakatnya. Dia tahu bahwa dengan semangat dan tekad yang kuat, dia bisa mencapai segala impian dan membawa perubahan yang baik bagi dunia di sekitarnya.
Di sisi lain Ayah Merlin, dalam keadaan marah dan kecewa, menyadari bahwa dia telah termakan umpan yang dipasang oleh anaknya. Kehadiran Trotoarts sebagai lawan mereka membuatnya semakin frustrasi akan kedudukannya, terutama karena Maya telah menjadi aset penting bagi perusahaan tersebut. Dalam kemarahannya, ayah Merlin meluapkan kekecewaannya kepada Merlin, menyalahkan dirinya sendiri dan anaknya atas kesalahan yang telah mereka perbuat. Sebuah tamparan keras mendarat di pipi anaknya sebagai luapan kekesalannya merlin yang terlalu naif menilai orang.
Ayah Merlin menyadari betapa salah dan merugikan tindakan mereka terhadap Maya untuk menyelamatkan statusnya. Dia pusing memikirkan jalan apa untuk memperbaiki kejadian ini dan ia pun menyadari bahwa kebencian dan keserakahan mereka hanya akan membawa malapetaka bagi diri mereka sendiri dan tidak ada manfaat yang dihasilkan. Dalam kekalutan emosionalnya, ayah Merlin mencoba mencari cara untuk memperbaiki kesalahannya dan menebus perbuatan buruk yang telah dilakukan kepada Maya.
__ADS_1
Dia memutuskan untuk mencari waktu untuk bertemu dengan Maya secara pribadi dan meminta maaf atas tindakan yang telah dilakukan. Ayah Merlin menyadari pentingnya meminta maaf dan mengakui kesalahan yang telah dilakukan. Dia berharap bahwa Maya akan menerima permintaan maafnya dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk memulihkan hubungan yang rusak. Setidaknya posisinya aman, karena tidak ingin berurusan jauh dengan Trotoarts.
^^
Merlin merasakan kebencian yang begitu mendalam terhadap maya. Setiap kali namanya terlintas dalam pikirannya, perasaan marah dan kebencian langsung menguasai dirinya. Rasa dendam itu begitu kuat hingga mencapai ubun-ubunnya. Merlin merasa bahwa satu-satunya cara untuk mendapatkan kepuasan adalah dengan menghajarnya.
Merlin, yang masih dipenuhi oleh kebencian dan dendam terhadap maya, merasa perlu untuk mengambil tindakan lebih lanjut. Dia memutuskan untuk menggunakan jasa seorang agen rahasia bernama Yandri untuk membantunya menghadapi targetnya.
Yandri, adalah seorang agen rahasia yang sangat berpengalaman, ia menerima tugas tersebut dengan serius. Dia mengetahui betapa pentingnya menjaga kerahasiaan dan keamanan dalam setiap langkah yang diambil. Yandri menyusun rencana rinci untuk mendapatkan informasi tentang maya dan memberikan perlindungan terhadap merlin sudah di pastikan dengan harga yang tidak murah.
Namun, ketika semua detail tentang maya di ketahui latar belakang dan orang-orang yang ada di sekelilingnya, Yandri langsung memutuskan untuk membatalkan kerja samanya dan memberikan nasihat bijak kepada Merlin. Karena maya adalah asset berharga dan dia tidak ingin mempertaruhkan nyawanya jika sesuatu yang berurusan dengan pihak Trotoarts Inc. Dia dengan tegas mengingatkan jika merlin melangkah jauh, harap terima resiko di kemudian hari tentang kerugian besar yang akan menimpanya dan seluruh keluarganya.
Merlin semakin merasa frustrasi karena rencananya untuk melukai Maya tidak bisa terwujud. Meskipun ia telah mencoba mencari bantuan dari orang lain, tapi tak seorang pun yang mau bersedia membantu melaksanakan rencananya. Semakin ia berusaha, semakin ia menyadari bahwa keinginannya untuk balas dendam semakin menemui jalan buntu.
Merlin yang di manja dan selalu mendapatkan apa yang di inginkan semenjak kecil, merasa saat ini dunia tidak memihaknya dan merasa tidak adil akan usahanya untuk mencelakai maya.
Dengan perlahan-lahan, Merlin memutuskan untuk mengubah perspektifnya. Ia berusaha untuk memaafkan dan melepaskan kebencian yang ia rasakan terhadap Maya saat ini. Ia menyadari bahwa suatu hari akan tiba dimana hari sial maya, dan di saat itulah dia akan membalaskan dendam yang sudah tidak terbendung lagi.
Saat ini Merlin mulai fokus pada perjalanan pribadinya, mencari kebahagiaan yang sejati dan menciptakan kehidupan yang lebih baik.
__ADS_1