Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
Final perekrutan


__ADS_3

Maya berdiri di dalam lift, jantungnya berdegup kencang saat dia menekan tombol untuk lantai yang ditentukan. Dia mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan sarafnya dan mempersiapkan diri untuk apa yang ada di depan. Dia tahu bahwa saat ini sangat penting, dan dia tidak bisa membiarkan kecemasan menguasai dirinya.


Saat lift naik, Maya menguatkan dadanya dan menenangkan mentalnya, meninjau poin-poin penting yang perlu dia ingat untuk pertemuannya. Dia meluruskan postur tubuhnya, memastikan bahwa dia memancarkan kepercayaan diri dan profesionalisme saat melangkah keluar dari lift.


Bunyi lembut lift menandakan bahwa dia telah mencapai tujuannya. Pintu bergeser terbuka, memperlihatkan koridor ramai yang dipenuhi karyawan yang sedang melakukan tugas sehari-hari. Maya menarik napas dalam-dalam lagi dan melangkah keluar, bertekad untuk membuat kesan positif.


Berjalan menuju ruangan Ibu Melan, Maya berpapasan dengan rekan-rekannya yang dulu ia kenal saat PKL dan menyapanya dengan senyuman dan anggukan ramah. Dia membalas sapaan itu, berusaha tampil tenang meski masih ada rasa gugup. Dia tahu bahwa dia telah mempersiapkan diri dengan baik untuk saat ini dan bahwa dia memiliki keterampilan dan pengetahuan untuk unggul dalam perannya.


Sesampainya di pintu ruangan Melan, Maya berhenti sejenak, mengumpulkan pikirannya dan mengingatkan dirinya akan kemampuannya. Dengan rasa percaya diri yang baru ditemukan, Maya mengetuk pintu ruangan Ibu Melan dengan hati yang berdebar. Ia memegang beberapa dokumen CV untuk keperluan kontrak kerja yang telah disiapkan sebelumnya. Setelah mendengar panggilan masuk, ia membuka pintu dengan lembut dan melangkah masuk ke dalam ruangan.


Ibu Melan duduk di meja besar dengan senyuman ramah di wajahnya. Maya mendekati meja dengan langkah mantap.


"Selamat pagi, Ibu Melan," sapanya sambil menundukkan sedikit kepala sebagai tanda hormat.


Ibu Melan tersenyum dan menganggukkan kepala. "Selamat pagi, Maya. Silakan duduk."


Maya duduk di kursi yang disediakan, menempatkan dirinya dengan sikap yang tegap. Ia mengambil CV nya untuk keperluan kontrak kerja dan menyerahkannya kepada Ibu Melan.


"Ini adalah Curiculum Vitae yang telah saya persiapkan, bu," jelas Maya dengan suara yang tenang dan jelas.


Ibu Melan membuka berkas itu dan melihat dengan seksama isinya. Ia mengangguk puas dan melirik Maya dengan senyuman. "Terima kasih, Maya. Saya sudah melihat CV dan kinerjamu sebelumnya, dan saya senang dengan dedikasi dan kemampuan Anda. Saya yakin Anda akan menjadi pendamping asisten yang hebat."


Maya merasa lega mendengar kata-kata tersebut. Ia merasa semakin termotivasi dan percaya diri untuk menjalankan perannya dengan baik. Ia siap untuk bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi Ibu Melan dan perusahaan.


“Maya, untuk menyiapkan kontrak kerja ini. Sekarang, saya akan menjelaskan detail pekerjaan yang akan Anda lakukan sebagai asisten pribadi saya.” Kata ibu Melan


“Tentu, Ibu Melan. Saya siap mendengarkan.”


“Pekerjaan Anda akan meliputi manajemen jadwal saya, pengaturan perjalanan bisnis, penyusunan laporan, mengkoordinasikan pertemuan, serta menangani komunikasi dan korespondensi penting.” Jelas Melan


“Baik, bu. Saya akan berusaha menjalankan semua tugas tersebut dengan baik.”


“Selain itu, Anda akan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa semua dokumen dan informasi penting terorganisir dengan baik. Anda juga akan membantu dalam riset, perencanaan acara, dan proyek khusus yang mungkin saya delegasikan kepada Anda.”

__ADS_1


“Saya akan berusaha untuk memenuhi semua tugas tersebut dengan efisien dan akurat.”


“Bagus. Sekarang, saya ingin memanggil Pak Faran dari HRD untuk melakukan beberapa administrasi terkait perekrutan dan dokumen resmi. Mohon tunggu sebentar.” Tambah melan


“Tentu, Ibu Melan. Saya akan menunggu di sini.”


Melan segera menghubungi Pak Faran dan memberitahunya untuk segera datang ke ruangannya. Sementara itu, Maya menggunakan waktu tersebut untuk mengatur pikiran dan mempersiapkan diri untuk tugas-tugas yang akan datang sebagai pendamping asisten pribadi kepada CEO.


^^


Tak berselang beberapa saat, Pak Faran dengan sigap memasuki ruangan Melan setelah mendapatkan panggilan darinya. Dia membawa berkas-berkas dan dokumen terkait perekrutan Maya sebagai asisten pribadi CEO.


“Selamat pagi, Pak Faran. Terima kasih telah segera datang.” Ucap Melan menyambut kedatangannya.


“Selamat pagi, bu. Tentu, saya selalu siap membantu dalam hal administrasi dan perekrutan karyawan. Apa yang bisa saya bantu?” Tanyanya


“Aku perlu menyelesaikan proses perekrutan Maya sebagai asisten pribadi saya sekarang juga. Mohon periksa berkas-berkas ini dan pastikan semuanya lengkap.” Perintah Melan


“Semua dokumen tampak lengkap terlihat lengkap. Dari data yang ada dan dedikasinya selama PKL Maya memiliki pengalaman yang relevan dan kualifikasi yang sesuai dengan posisi ini.” Jelasnya


“Bagus. Saya ingin memastikan bahwa proses perekrutan ini dilakukan sesuai dengan aturan dan kebijakan perusahaan. Mohon pastikan Maya juga telah menandatangani kontrak kerja yang telah saya persiapkan.” Ucap melan


“Saya akan memastikan semua prosedur perekrutan telah dilakukan dengan benar dan kontrak kerja telah ditandatangani oleh Maya.”


Pak Faran dengan teliti melanjutkan proses administratif terkait perekrutan Maya. Dia memeriksa kembali semua dokumen, memastikan kontrak kerja ditandatangani dengan benar, dan melakukan verifikasi terakhir sebelum mengarsipkan berkas-berkas tersebut.


Setelah menyelesaikan tugasnya, Pak Faran memberikan konfirmasi kepada Melan bahwa semua prosedur perekrutan telah selesai.


“Semua proses perekrutan telah selesai. Maya resmi menjadi pendamping anda sebagai asisten pribadi Pak James. Semua dokumen telah diarsipkan dengan rapi.”


“Makasih, atas kerja keras Anda. Saya menghargai upaya Anda dalam menyelesaikan proses perekrutan ini dengan baik.”


“Sama-sama. Saya senang dapat membantu. Jika ada hal lain yang perlu saya bantu, jangan ragu untuk memberi tahu saya.”

__ADS_1


“Tentu. Terima kasih sekali lagi. Anda bisa kembali ke tugas Anda sekarang.” Perintah Melan.


Pak Faran meninggalkan ruangan Melan setelah menyelesaikan tugasnya. Maya merasa lega bahwa proses perekrutan Maya telah berjalan dengan lancar, dan semuanya siap untuk memulai perannya sebagai asisten pribadi CEO Trotoarts.


**


Setelah semua urusan perekrutan selesai dan Faran meninggalkan ruangan itu, Melan mengajak Maya untuk segera bertemu CEO Pak James. Maya pun mengikuti Melan menuju ruangan CEO Trotoarts yang tepat berada di depan ruangannya, di mana mereka akan bertemu dengan James, CEO perusahaan tersebut. Ruangan itu terlihat mewah dengan interior yang elegan dan meja besar di tengah ruangan.


Melan mengetuk pintu dengan lembut, dan mereka masuk begitu mendengar suara James yang menyuruh mereka masuk. James, seorang eksekutif muda dengan penampilan yang tegas dan berwibawa, duduk di kursi di belakang meja.


“Selamat pagi, Pak James. Seluruh administrasi perekrutan sudah selesai.” Kata Melan memulai obrolan.


“Wah Selamat pagi, Maya. Selamat bergabung dengan Trotoarts. Saya harap Anda dapat bekerja dengan baik bersama Melan dalam menjalankan tugas-tugas Anda.” Ucap james


“Terima kasih atas kesempatan ini. Saya berharap dapat memberikan kontribusi yang baik bagi perusahaan ini dalam melayani anda, tapi harus banyak mendapat dukungan dari ibu Melan.” Jawab Maya.


James melihat Maya dengan tatapan tajam, menilai kepercayaan dirinya dan memperhatikan responsnya. Setelah beberapa saat, ia tersenyum dan memberikan salam singkat kepada Maya.


“Baiklah, Maya. Saya berharap Anda dapat menunjukkan kualitas yang Anda miliki dalam bekerja. Melan akan memberi Anda arahan lebih lanjut mengenai tugas-tugas Anda sebagai asisten pribadi.”


“Saya akan dengan senang memberikan pengarahan dan bimbingan kepada Maya untuk memastikan dia dapat beradaptasi dengan baik dalam peran ini.”


“Terima kasih, Pak James. Saya akan bekerja keras dan belajar sebanyak mungkin untuk menjalankan tugas dengan baik.” Tambah Maya memberi hormat.


James mengangguk, menunjukkan pengertiannya atas komitmen Maya. Dia kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya, menandakan bahwa pertemuan ini telah selesai.


“Baiklah, saya punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini. Melan, pastikan Maya mendapatkan akses ke semua sumber daya yang diperlukan dan bantu dia beradaptasi dengan baik.” Perintah james.


“Saya akan memastikan Maya memiliki segala yang dia butuhkan untuk bekerja dengan efektif.” Jawab Melan dan berdiri memberi hormat.


Maya dan Melan meninggalkan ruangan James dengan rasa semangat dan tekad yang tinggi. Maya merasa terhormat dan bertekad untuk menunjukkan kemampuannya sebagai pendamping asisten pribadi membantu Melan, sementara Melan merasa bangga atas kesempatan untuk membimbing dan bekerja sama dengan Maya.


Mereka kembali ke ruangan Melan untuk memulai sesi pengarahan dan membahas tugas-tugas yang akan dilakukan oleh Maya sebagai pendamping Melan di Trotoarts.

__ADS_1


__ADS_2