
Edi, sopir pribadi Maya, telah diberi instruksi untuk menjemput kedua orang tua Maya dan mengantarkan mereka ke rumah baru jika sudah tiba nantinya. Ia dengan antusias mempersiapkan diri untuk perjalanan tersebut, memastikan mobil dalam kondisi baik dan nyaman untuk kedua orang tua Maya.
Setelah mengantar Maya ke kantor pagi tadi, Edi memulai perjalanan itu dengan semangat. Ia memastikan untuk tiba tepat waktu di tempat kediaman orang tua Maya. Di sepanjang perjalanan, Edi meluangkan waktu untuk membersihkan mobil dan memeriksa keadaan serta kelengkapan kendaraan, agar semuanya siap untuk perjalanan kembali ke rumah baru Maya.
Sedangkan Maya memilih menggunakan transportasi online untuk pulang, memberi kesempatan bagi Edi untuk melanjutkan tugasnya dan memastikan semuanya berjalan dengan lancar.
Berselang beberapa jam kemudian setelah sampai di rumah orang tua Maya, mereka dengan hangat menyambut Edi dan mengajaknya masuk ke dalam. Mereka melihat bahwa Edi sudah cukup lelah setelah perjalanan jauh tersebut.
"Edi, kami sangat berterima kasih atas segala bantuanmu selama ini. Kamu pasti lelah setelah perjalanan jauh ini. Mengapa tidak beristirahat sejenak sebelum kembali ke kota?" Ucap ibu Maya
"Terima kasih banyak, Bu. Memang agak lelah setelah perjalanan panjang tadi. Tapi saya siap jika ada yang diperlukan." Jawab edi
"Tidak perlu khawatir, Edi. Kami mengerti bahwa kamu juga butuh istirahat." Tambah ayah maya
"Terima kasih atas perhatiannya, Pak. Jika begitu saya ambil beberapa jam untuk memulihkan kondisi saya agar fit sebelum kembali ke kota."
"Baiklah, Edi. Ambil waktumu."
"Terima kasih, Bu. Saya benar-benar berterima kasih atas keramah-tamahan keluarga Anda. Saya akan beristirahat sejenak."
^^
Setelah beristirahat selama lebih dari satu jam, Edi terlihat segar dan siap untuk melanjutkan perjalanan ke kota bersama orang tua Maya. Mereka berkumpul di ruang tamu, siap untuk kembali ke rumah Maya yang baru.
__ADS_1
"Terima kasih banyak atas kesediaanmu untuk mengantar kami, Edi. Kami sungguh menghargainya." Ucap ayah Maya
"Tidak ada masalah, Pak. Saya senang bisa mengantar Anda dan Ibu Orly kembali dengan aman. Apakah kita siap berangkat sekarang?"
"Ya, sudah waktunya untuk berangkat. Terima kasih atas perhatian dan bantuanmu, Edi." Kata Orly Ibu Maya
"Sama-sama, Bu. Senang bisa membantu. Jika ada yang diperlukan selama perjalanan, jangan ragu untuk memberi tahu saya."
"Kami yakin akan itu, Edi. Kita bisa mempercayakan perjalanan ini padamu. Kami harap kamu juga bisa menikmati waktu bersama keluarga kami di kota ini."
"Terima kasih, Pak. Saya berharap begitu juga. Saya akan mengemudi dengan hati-hati dan memastikan perjalanan ini nyaman bagi kalian berdua."
Setelah melepas salam dengan tetangga yang melihat mereka berangkat, Edi membantu orang tua Maya naik ke dalam mobil. Mereka duduk dengan nyaman di kursi belakang, sementara Edi menyalakan mesin mobil dan memulai perjalanan kembali ke kota.
Selama perjalanan, mereka mengobrol ringan tentang pengalaman mereka di rumah baru Maya, berbagi cerita dan kenangan yang menyenangkan. Edi memastikan agar perjalanan berjalan lancar dan aman, mengambil jalur yang paling efisien untuk tiba di kota dengan cepat.
Edi dengan senang hati membantu mereka membawa barang-barang masuk ke dalam rumah, memastikan semuanya aman dan rapi. Ia mengucapkan selamat tinggal kepada mereka dengan harapan bahwa mereka akan merasa nyaman dan bahagia di rumah baru mereka.
Perjalanan bersama orang tua Maya menjadi momen berharga bagi Edi. Ia merasa bahagia dapat membantu mereka dan merasakan kehangatan dan kasih sayang keluarga yang luar biasa. Ia berjanji untuk terus menjaga hubungan baik dengan Maya dan keluarganya dalam tugasnya sebagai sopir pribadi.
Edi melanjutkan perjalanannya setelah itu, dengan hati yang penuh rasa terima kasih dan kepuasan. Ia siap menghadapi tugas-tugas mendatang dengan semangat dan dedikasi, sebagai bagian dari keluarga yang telah ia anggap seperti keluarganya sendiri.
**
__ADS_1
“Apakah nak edi sudah menikah?” Tanya Farhan ayah maya memecah kesunyian.
Edi pun bercerita bahwa ia sebagai generasi kedua yang bekerja di Trotoarts, telah mengikuti jejak ayahnya sebagai sopir perusahaan. Selama bertahun-tahun, ia juga telah membangun reputasi yang baik dan menjadi salah satu karyawan yang terpercaya dan handal. Di luar pekerjaannya, Edi juga telah menikah dengan tetangga mereka, seorang wanita baik hati bernama Linda teman sekolahnya dulu.
Edi dan Linda telah dikaruniai dua orang anak, Alfira dan Farel. Alfira adalah seorang gadis yang ceria dan pintar, sementara Farel adalah seorang bocah laki-laki yang energik dan penuh semangat. Keluarga kecil mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana di pinggiran kota, dekat dengan kantor Trotoarts.
"Itu luar biasa, Edi. Berarti kamu sudah lama berada di sini. Bagaimana perasaanmu menjadi sopir di Trotoarts?" Kata Orly ibu Maya.
"Ya, Ibu. Saya sudah bekerja di sini cukup lama. Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari perusahaan ini."
"Apakah kamu menikmati pekerjaanmu, Edi?" Tanya Farhan Ayah Maya
"Ya, Pak. Saya sangat menikmati pekerjaan saya di Trotoarts. Selain itu, saya juga memiliki kebahagiaan pribadi karena sudah menikah dengan Linda tetangga kami. Dan kami memiliki dua orang anak, Alfira dan Farel. Mereka adalah penyemangat dan sumber kebahagiaan bagi saya."
"Oh, sungguh kabar yang menggembirakan! Saya senang mendengarnya. Pasti sangat menyenangkan memiliki keluarga yang bahagia di samping pekerjaan yang kamu cintai."
"Ya, Ibu. Saya merasa sangat beruntung memiliki keluarga yang mendukung dan saling mencintai. Mereka adalah motivasi bagi saya untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaan dan kehidupan sehari-hari."
Selama perjalanan, mereka terus mengobrol tentang kehidupan pribadi Edi, keluarganya, dan bagaimana pekerjaannya di Trotoarts. Orang tua Maya senang mendengar cerita-cerita tersebut dan merasa lebih dekat dengan Edi sebagai bagian dari keluarga mereka.
Setelah beberapa jam perjalanan yang hangat, mereka akhirnya tiba di kota dan Edi mengantar mereka ke rumah baru Maya dengan selamat dan di sambut oleh Maya dan Rani yang sudah duluan pindahan sore tadi. Edi membantu mereka membawa barang-barang masuk ke dalam rumah dan memastikan semuanya dalam keadaan baik.
Edi merasa bahagia melihat senyum di wajah orang tua Maya. Ia merasa terhormat bisa menjadi bagian dari perjalanan mereka dan memberikan pengalaman yang nyaman dalam perjalanan ini.
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan sopan kepada orang tua Maya, Edi melanjutkan perjalanannya dengan perasaan bahagia dan rasa syukur. Edi tiba di rumahnya dengan senyuman di wajahnya. Ia berlari ke dalam untuk memeluk istri dan anak-anaknya, Alfira dan Farel, dengan penuh kebahagiaan. Mereka merayakan kepulangannya dengan sukacita dan bersama-sama menghabiskan waktu berkualitas sebagai keluarga yang penuh kasih sayang.
Dalam kebahagiaan dan kehangatan keluarganya, Edi merasa bersyukur atas semua berkah yang diberikan kepadanya. Ia berjanji untuk terus menjalani hidup dengan dedikasi dan memberikan yang terbaik dalam peran sebagai sopir pribadi dan sebagai suami serta ayah yang baik.