Wanita Pilihan

Wanita Pilihan
Menjelang wisuda


__ADS_3

Merlin merasa marah dan kesal ketika Maya dan sahabat-sahabatnya meninggalkannya sendirian di parkiran. Dia merasa ditinggalkan begitu saja tanpa ada perhatian atau penjelasan lebih lanjut. Rasa kekecewaan dan amarah mulai memuncak dalam dirinya seperti air ketuban yang mau pecah.


"Bangsat, mereka beraninya pergi dari hadapanku seperti itu!" geram Merlin dalam hati.


Dia merasa bahwa Maya tidak menghormatinya karena tidak lama lagi dia akan lebih sukses. Rasanya seperti diabaikan dan dianggap tidak penting seperti ini. Kemarahan itu membuatnya ingin menghancurkan hubungan persahabatan mereka dan membuat Maya merasakan apa yang dia rasakan.


Namun, dalam keadaan marah itu, dia mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang lain. “Hmm apa betul itu adalah fasilitas dari perusahaan dia PKL, dan perusahaan apa yang berani memberikan mobil semewah itu dengan sopir atau jangan-jangan dia hanya menyewanya secara acak untuk membuatku merasa kalah. Tidak semudah itu ferguso” Batinnya.


^^


Merlin yang masih terperangkap dalam perasaan kebencian dan amarah tetap memutuskan untuk melakukan investigasi terhadap asal-usul fasilitas yang Maya miliki, terutama mobil dengan sopir pribadi. Dia merasa tidak adil dan ingin membuktikan bahwa Maya mendapatkan semua itu secara tidak sah.


Ke esokan harinya Merlin mulai melakukan pencarian informasi, menghubungi orang-orang yang dia ketahui memiliki hubungan dengan Maya dan siapa saja yang di temuinya. Dia ingin mencari tahu apakah Maya memperoleh fasilitas itu melalui jalur yang sah atau ada hal-hal yang tidak pantas terjadi di baliknya.


“Pasti dia menjual dirinya kepada manajemen perusahaan itu agar mendapatkan fasilitas semewah itu” Ucapnya yang terus membakar api kecemburuan semakin besar.


Dan selama proses investigasi, Merlin menemui beberapa kesulitan dan jalan buntu. Beberapa orang yang dia temui tidak memberikan informasi yang jelas atau menutup-nutupi kebenaran. Namun, dia tidak menyerah dan terus mengumpulkan bukti-bukti yang dapat membantunya mengungkap kebenaran.


Merlin merasa semakin marah dan benci karena sumber informasi yang memberikan keterangan tidak sesuai yang ia inginkan. Kebencian dan keinginannya untuk mengalahkan Maya perlahan-lahan semakin menanjak.


“Pasti akan terungkap suatu hari nanti, jika itu di sewa olehnya berapa duit miliknya pasti akan habis itu kan mobil mewah” Batinnya menghibur diri sendiri.


^^


Dengan tinggal seminggu menuju hari wisuda, Maya menerima panggilan dari dosen pembimbingnya untuk melakukan pertemuan terakhir. Maya merasa campuran antara gugup dan bersemangat, karena ini adalah kesempatan terakhir untuk berdiskusi dengan dosen pembimbingnya sebelum melewati momen besar dalam hidupnya.

__ADS_1


Maya merasa gugup dan berdebar saat mendapatkan perintah untuk menghadap dosen pembimbingnya, Pak Bone. Hanya tinggal seminggu lagi sebelum hari yang dinanti-nanti, yaitu hari wisuda. Dia bertanya-tanya apa yang ingin dibicarakan oleh Pak Bone.


Dengan hati yang berdebar, Maya tiba di ruang dosen Pak Bone. Dia mengetuk pintu dengan perasaan campur aduk, tak sabar ingin mengetahui apa yang akan dibahas dalam pertemuan tersebut. Pak Bone menyambutnya dengan senyuman hangat.


"Maya, duduklah," kata Pak Bone sambil menunjukkan kursi kosong di depan meja kerjanya. "Aku ingin berbicara denganmu mengenai tugas akhir dan persiapanmu untuk hari wisuda."


Maya duduk dengan tegang, menantikan kata-kata selanjutnya dari Pak Bone. Dia berharap mendapatkan arahan dan masukan terkait tugas akhirnya dan persiapan untuk acara wisuda yang semakin mendekat.


Pak Bone kemudian menjelaskan dengan penuh perhatian. Dia memberikan umpan balik positif mengenai tugas akhir Maya, memberikan pengakuan atas kerja keras dan dedikasinya selama masa kuliah. Dia memberikan dorongan kepada Maya untuk terus maju dan percaya pada kemampuannya.


"Tugas akhirmu sangat baik, Maya," kata Pak Bone dengan bangga. "Kamu telah menunjukkan kemajuan yang luar biasa sepanjang perjalanan kuliahmu. Aku yakin kamu siap untuk menyelesaikan ini dengan gemilang."


Maya merasa lega mendengar pujian dan dorongan dari Pak Bone. Dia merasa semakin termotivasi untuk menyelesaikan tugas akhirnya dengan baik dan menghadapi hari wisuda dengan rasa percaya diri.


Pak Bone juga memberikan beberapa saran dan tips terkait persiapan wisuda, seperti mempersiapkan pidato ucapan terima kasih dan mengatur pakaian dengan baik. Dia mengingatkan Maya untuk menikmati momen tersebut dan merayakan pencapaian yang telah dia raih.


Dengan rasa syukur dan semangat yang membara, Maya meninggalkan ruang dosen Pak Bone. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk memberikan yang terbaik dalam tugas akhirnya dan menikmati setiap momen dalam perayaan wisuda.


^^


Maya merasa antusias dan senang bisa berbagi kabar baik tentang hari wisudanya kepada orangtuanya. Dia segera mengambil ponselnya dan menelpon ibu dan ayahnya.


"Tuuut... tuuut..." bunyi telepon berdering beberapa kali sebelum akhirnya diangkat oleh ibunya.


"Halo, Ma" sapa Maya dengan semangat.

__ADS_1


"Hai, Nak! Apa kabarmu, sudah makan?" jawab ibunya dengan penuh kegembiraan.


"Iya Ma ini barusan, Oh iya Ma, aku mau memberitahu bahwa hari wisudaku sudah semakin dekat. Dan dalam 3 hari ke depan, aku akan meminta tolong Pak edi menjemput kalian agar bisa hadir dalam acara wisudaku bisa kan Ma," ucap Maya dengan suara penuh kegembiraan.


"Oh, sungguh? Itu kabar yang sangat bagus!" seru ibunya dengan senang. "Ayah pasti akan sangat bangga melihatmu berjalan di atas panggung saat menerima gelar sarjana. Kami sangat menantikan momen itu."


Maya merasa bahagia mendengar dukungan dan antusiasme dari ibu dan ayahnya. Mereka selalu menjadi sumber inspirasi dan motivasi baginya.


"Terima kasih, Ma. Aku sangat bersemangat dan berharap bisa melihat kalian di sana. Ini adalah pencapaian yang tidak akan terwujud tanpa dukungan dan doa dari kalian," ujar Maya dengan tulus.


"Kami selalu mendukungmu, Nak. Ayah dan aku sangat bangga menjadi orangtuamu. Kami akan segera mempersiapkan diri untuk menghadiri wisudamu," kata ibunya dengan penuh kehangatan.


Maya merasa beruntung memiliki orang tua yang selalu mendukungnya dalam setiap langkahnya. Dukungan dan kehadiran mereka dalam hari wisuda akan menjadi momen yang tak terlupakan bagi Maya.


Setelah berbicara dengan ibu dan ayahnya, Maya merasa semakin bersemangat untuk menyambut hari wisuda. Dia tahu bahwa dukungan keluarganya akan memberikan kekuatan tambahan dalam perjalanan hidupnya. Dengan penuh semangat, Maya mempersiapkan diri untuk menghadapi momen bersejarah dalam hidupnya, wisuda yang akan datang.


^^


Berselang beberapa hari akan wisuda pun melan yang memiliki banyak resource mengirimkan pesan melalui whatsapp terkait wisudanya. Maya terkejut ketika menerima pesan dari Melan, asisten pribadi CEO Trotoarts Inc. Pesan tersebut berisi kabar menggembirakan juga mendebarkan bahwa James Arthur, sang CEO, berencana hadir dalam acara wisuda Maya.


Dalam pesan tersebut, Melan menjelaskan bahwa James sangat mengapresiasi Maya dan ingin memberikan dukungan langsung dalam momen spesial itu. James merasa terinspirasi oleh dedikasi dan kemampuan Maya selama pkl di perusahaan, dan ingin memberikan penghargaan atas kerja kerasnya.


Maya merasa campuran antara gugup dan bahagia. Kehadiran James Arthur, seorang eksekutif sukses dan pemilik perusahaan raksasa, dalam acara wisuda merupakan kehormatan yang luar biasa baginya. Maya sangat menghargai kesempatan ini untuk bertemu dan berbicara langsung dengan James saat wisuda nanti di depan banyak orang, yang mungkin juga akan dapat memberikan wawasan dan peluang baru dalam karirnya.


Dengan semangat yang membara, Maya segera membalas pesan Melan dengan ungkapan terima kasih dan kegembiraannya. Dia merasa terhormat dan termotivasi oleh perhatian dan dukungan yang diberikan oleh James dan Trotoarts Inc.

__ADS_1


Minggu depan yang ditunggu-tunggu pun semakin dekat, dan Maya pun semakin semangat untuk menghadapi momen spesial dalam hidupnya. Dia berharap bisa memberikan yang terbaik dalam acara wisuda dan membuat James dan semua yang mendukungnya bangga.


Maya bersiap-siap untuk melangkah ke masa depan yang cerah, dengan harapan dapat mewujudkan impian dan ambisinya dalam dunia bisnis. Kehadiran James Arthur dalam acara wisuda akan menjadi puncak yang tak terlupakan dalam perjalanan akademiknya, dan Maya bertekad untuk memanfaatkannya sebaik mungkin.


__ADS_2