Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 10


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


"maafkan saya nona" uajr Aldo merasa tak enak pada istri tuan nya itu.


"tidak masalah asisten Aldo saya tahu posisi saya kok" ujarnya berusaha tenang menghadapi cobaan


"tuan" panggilnya membuat ke dua pasang itu berhenti melakukan aktivitas nya.


"apa yang kau lakukan disini" tanya Clara menatap tidak suka pada felica namun di cueki oleh wanita itu.


"tuan,saya membawakan makan siang anda" ujar felica tersenyum tulus namun di balas tatapan sinis oleh pria itu.


"untuk apa kau membawakan ku makan siang? ingin aku memuaskan mu lagi" perkataan pedas itu mampu menusuk hati wanita itu.


dengan bibir bergetar dan tatapan mata yang sendu felica menatap suaminya dengan menahan sesak di dada.


"apa maksud anda tuan? saya hanya membawa kan makan siang untukmu"


"tidak perlu..!!! saya bisa makan dengan Clara nanti" ujarnya menatap kekasihnya dan dibalas senyuman oleh Clara.


"tapi saya sudah terlanjur membuat kannya untuk anda tuan"

__ADS_1


"buang saja makanan itu aku tidak mau memakan makanan itu" ujar David dingin.


felica tersentak dengan perkataan suaminya berusaha menahan air mata yang hendak jatuh. menggenggam erat tas berisi kotak nasi itu padahal ia rela membuatkannya untuk suaminya bahkan sedikit terkena minyak panas tadi saat menggoreng ikan.


"baiklah kalau begitu saya pamit pulang" ujar felica dengan sabar.


assiten Aldo yang melihatnya merasa sakit sendiri ia merasa tak terima wanita itu diperlakukan seperti itu namun ia tidak bisa berbuat apa apa.


saat felica ingin keluar dari pintu tiba tiba David memanggilnya membuat felica merasa lega ia berfikir David akan menyuruhnya kembali dan memakan makanannya


"kemasi barang barang ku,aku ingin pergi besok pagi dengan Clara ke Bali"


"baik tuan saya akan melakukan tugas yg anda berikan" ujar Felica meninggalkan ruangan David dan keluar dari lobi perusahaan


felica tampak tak memesan taksi,wanita itu menelusuri jalanan kota yang lumayan tidak terlalu ramai lalu lalang kendaraan.


awan mendung dan gerimis hujan seolah olah ikut merasakan kesedihan dihatinya.


felica menangis sepanjang jalan tanpa memperdulikan orang orang yang menatapnya dengan bingung.


tak lama perlahan hujan mulai turun dengan deras nya, membasahi pakaiannya kini bulir bulir bening tak terlihat di pipinya karna hujan deras menerpa wajahnya.

__ADS_1


"sabar Olivia,kamu harus kuat jangan menyerah" lirihnya dengan bibir bergetar.


tubuhnya menggigil kedinginan menatap sendu jalanan kota,sementara kini tas berisi kotak nasi ikut basah karna hujan.


felica berjongkok di pinggir jembatan besar itu,menangis dengan menunduk meratapi nasibnya.


"pasti tuan David mau bukan madu sama Clara" ujarnya dengan tangisnya


tiba tiba tubuhnya berhenti terkena air hujan membuat wanita itu bingung,wanita itu mendongak ke atas melihat seorang pria tampan memayunginya.


"tu-tuan Xavier" lirihnya pelan


"apa yang kau lakukan disini...???" tanyanya pada wanita itu


ya,tadi saat ia ingin kembali ke mensionnya menggunakan mobilnya,ia melihat seorang wanita berjongkok di pinggir jalan membuat ia menepikan mobilnya.


"ak-aku....aku hanya ingin bermain hujan hujanan saja" ujar felica tersenyum menutupi kebohongannya.


"ya ampun kau bisa sakit,mari ikut aku pulang"


"tidak tuan Xavier aku bisa pulang sendiri kok"ujarnya.

__ADS_1


__ADS_2