
π€π€π€
Xavier tidak bisa berkata kata, di pikirannya hanya istrinya selamat atau tidak. ia berdoa agar istrinya baik baik saja.
"maaf kan kami Xavier, karna meninggalkan rindu tadi" ujar Olivia merasa bersalah.
"tidak, kau tidak bersalah Olivia istriku memang sudah waktunya lahiran" uajr Xavier tersenyum namun menunduk lagi
tak lama dokter Mia keluar dari ruangan, dengan segera Xavier mendekati dokter tersebut.
"bagaimana keadaan istriku"
"nona rindu baik baik saja tuan, dan selamat anak tuan dan nona lahir dengan sehat" ujar dokter Mia tersenyum
Xavier merasa lega, ia masuk kedalam ruangan untuk menemui istri dan anaknya. Olivia pun menyusul diikuti felica.
"sayang" ujar Xavier mendekati istirnya dan mencium keningnya dengan lembut.
"terimakasih sudah melahirkan anakku" ujarnya memeluk istrinya dengan erat.
rindu tersenyum dan hanya bisa menganggukkan kepalanya,karna ia masih merasa lemas sekarang.
"rindu apa kau baik baik saja" tanya olivia cemas dan melihat keadaan temannya yang wajahnya terlihat pucat pasi.
mereka mendekati brankar berisi Beby Xavier, yang berjenis kelamin laki laki.
"siapa nama nya?"
"namanya Daniel Mananta gelga" ujar Xavier dengan bangga
__ADS_1
"namanya sangat bagus, aku menyukainya" ujar Olivia tersenyum menatap Beby Daniel"
"halo Daniel, ini aunty" ujar felica memainkan hidung daniel merasa gemas.
felica menjadi tak sabar untuk lahiran, ia pasti akan bahagia jika juga merasakan seperti rindu.
Kenzo dan David masuk kedalam ruangan menemui istri istrinya.
mereka mendekati Xavier hendak memberikan ucapan selamat
"selamat atas kelahiran anakmu, kali ini kita teman" ujar David menjulurkan tangannya dan dibalas dengan Xavier.
"ya, kita memang teman hanya saja kau jangan berbuat hal yang aneh" ujar Kenzo menatap tajam kearah Xavier membuat Xavier mengernyitkan dahinya.
"hal aneh apa..???"
sementara David menggelengkan kepalanya melihat keposesifan Kenzo mulai keluar.
Xavier menganggukan kepalanya dan tersenyum, hari ini ia sangat bahagia atas kelahiran putra nya.
...----------------...
...----------------...
...----------------...
setelah seminggu berlalu.
akhirnya rindu bisa pulang ke mensionnya.
__ADS_1
mereka menaruh Beby daniel di dalam ranjang miliknya dan bermain bersama putranya.
"sayang...nanti kalau besar jangan nakal yah"
rindu mencium gemas putranya dan tertawa bahagia.
sementara Xavier yang baru selesai mandi pun mendekati istrinya dns tersenyum kearahnya.
pria itu mendekati istrinya dan memeluknya dari belakang.
"sayang..kau membuatku terkejut" rindu membalikan badannya agar menghadap suaminya ia mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya itu.
Xavier membalas pelukan istirnya, ia memeluk erat pinggang ramping yang dulu buncit karna ada buah hati yang masih hidup di didalam kandungan.
Xavier mencium bibir istrinya dengan lembut hingga semakin lama ciuman itu semakin menuntut, membaut gairah di tubuh Xavier mulai bangkit
Xavier mendudukkan istrinya meja rias tanpa melepaskan ciuman itu.
"sayang...hhh masa nifas ku belum selesai" uajr rindu berusaha mengendalikan suaminya yang sudah kehilangan akal itu.
"ck berapa lama sayang"
"kalau ga salah kau boleh melakukannya setelah 42 hari" uajr rindu tertawa kecil
Xavier yang mendengarnya menjadi lemas seketika, ia mendekati box Daniel untuk menenangkan pikirannya.
"sayang...aku belum turun" ujar rindu dengan kesal karna suaminya meninggalkannya
"maaf sayang, aku lupa" dengan segera Xavier menurunkan istrinya dengan perlahan dan berjalan menuju box bayi.
__ADS_1
"hai anak Dedy, nanti kalau besar harus tampan seperti Dedy" uajr Xavier penuh percaya diri membuat rindu menggelengkan kepalanya