
π€π€π€
"kau ingin apa..??" tanya felica mundur kebelakang.
David membawa felica kedalam gendongannya dan membawanya masuk kedalam kamar.
felica berusaha memberontak namun usahanya sia sia.
"lepaskan aku..!!!" teriaknya marah.
"shtt diam sayang, nanti anak kita terbangun"
"cihh tidak usah peduli pada kami" bentaknya marah namun tak diambil hati oleh David.
sementara itu. tanpa sepengetahuan mereka seseorang menatap mereka dari tangga. Xavier, pria itu menatap mereka hingga mereka masuk kedalam kamar.
"apakah aku terlihat seperti penghancur hubungan orang..??? lihatlah aku tau felica masih mencintai David tidak mungkin ia mau menikah denganku itu pasti hanya kata kata palsunya untuk membuat David sakit hati"
"aku tidak pantas menikah dengan felica, mereka masih saling mencintai tidak mungkin aku merebutnya begitu saja"
Xavier kemudian kembali turun menuju mobilnya, ia pun melesat ke kota D karna beberapa hari ini tidak pulang pasti orang tuannya menghawatirkan nya.
sementara di kamar felica.
"Cih lepaskan aku..!!!"
__ADS_1
"felica aku mohon maafkan aku" ujar David memeluk tubuh kecil itu tanpa mau melepaskannya.
"lepaskan David..!!!"
"aku akan melepaskanmu jika kau mau memaafkan ku"
"aku sudah memaafkan mu tapi aku tidak menerimamu karna aku akan segera menikah dengan Xavier" perkataan felica kembali menyulut emosi David.
"kau ingin menikah dengannya...??? baik kita lihat apakah dia masih menikahimu jika kau hamil anakku" ujar David menyeringai ke arah felica.
"ka-kau mau apa" ujar felica memucat apalagi saat ini ia melihat suaminya melepaskan jas yg melekat pada tubuhnya.
"kau ingin apa David, hentikan aku tidak mau" ujar felica takut.
felica trauma dengan perlakuan kasar David saat bermain dengannya, pria itu sama sekali tidak memperlakukannya dengan lembut.
David mel*mat bibir ranum itu dengan penuh nafsu, felica berusaha lepas dari cengkeraman pria itu. namun usaha nya sia sia suaminya itu terus menggerayangi tubuhnya dengan sesuka nya.
"hentikan tuan"
felica berusaha menendang aset berharga milik pria itu namun kini kakinya di jepit oleh kedua kaki pria itu.
David melepaskan pakaian istrinya satu persatu, sementara felica sudha tidak bisa berbuat apa apa ia pun menangis sejadi jadinya membuat David menghentikan aksinya.
"sayang...hey...ada apa" uajr David panik menikah istrinya menangis.
__ADS_1
"hiks...hiks...anda jahat tuan...." ujar nya memukul mukul dada kekar pria itu.
"maaf sayang...aku khilaf"
"maafkan aku, aku ke lolosan tadi jangan menangis lagi, aku tidak akan melakukannya" ujar David membawa felica kedalam pelukannya dan mencium pucuk rambut itu dengan lembut.
"maaf kan aku"
"kau jahat, keluar dari kamarku"
"izinkan aku tidur dengan mu kali ini saja"
"tidak, jika aku bilang tidak ya tidak "
namun perkataan felica hanya angin lalu, pria itu malah memeluknya semakin erat, mencium dalam dalam aroma tubuh istrinya. melepaskan semua kerinduan selama 5 tahun ini.
"aku berjanji membuatmu bahagia" bisiknya dan mengecup telinga itu dengan lembut.
felica lelah terus melawan, wanita itu pun memilih untuk tidak memperdulikan suaminya dan beralih memejamkan matanya
"sayang...apa kau tidur" David yang tidak melihat tanda tanda pergerakan istrinya langsung melihat wajah teduh itu.
wajah yang selama ini ia rindukan, dan selalu menampakan kesedihan saat bersamanya.
"aku berjanji membuat kalian berdua bahagia selamanya"
__ADS_1
David memeluk erat tubuh istrinya dan ikut tertidur