Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 95


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


"Ya dia istriku, dan sebaiknya kau kembali ke rumahmu karna tak baik seorang wanita bermain ke rumah seorang pria" ujar sky dengan tatapan tajamnya.


"sky, kau tidak boleh berbicara seperti itu pada calon istrimu" ujar Dita dengan marah sebab sang putra berbicara dengan lancang.


"benar apa yang aku katakan ibu, Luna ini menantimu dan kau tidak seharusnya berbicara sekejam itu, apa kah pantas seorang menantu kau katakan pembantu" uajr sky sangat marah pada ibunya.


"aku tidak menyesal dengan perkataan ku, sebab sampai selamanya aku tidak akan pernah menganggap nya sebagai seorang menantu" ujar Dita sangat marah


sky yang benar benar sudah sangat marah meninggalkan meja makan, tak lupa ia menarik tangan istrinya membawanya menuju kamar.


Michael ikut meninggalkan meja makan menuju kantor miliknya yang ke 2 sebab kantor yang pertama ia serahkan pada sang putra.


Dita dan Aran sangat marah pada Luna, mereka berencana untuk menyiksa Luna dengan menjadikan nya pelayan mereka.


"aku tidak suka ia menjadi istri dari anakku"

__ADS_1


"lalu mengapa ibu membiarkan sky menikahi luna" ujar Aran yang sebenarnya kesal pada wanita tua itu.


ia sudah berusaha menjadi wanita yang baik dan tidak matre ia menahan nahan agar tidak meminta minta apapun pada sky dan ibunya Dita.


namun Luna menghancurkan segalanya dan Aran sangat membenci akan hal itu.


sementara di kamar sky.


tampak sky menatap bangunan mewah dari balkon kamar pria itu berusaha menetralkan emosi nya kala sang ibu, menyakiti nya dan juga istrinya.


"sudahlah tidak usah dipikirkan aku baik baik saja sky"


"aku tidak suka ibu berbicara seperti itu padaku Luna..!!!"


"aku tau ibu masih belum bisa menerimaku, namun lambat laun ibumu akan menerimaku sebagai menantunya, aku akan berusaha mengambil hatinya" ujar Luna dengan senyuman di paksa.


sky menghadap istrinya dan memegang bahu mulus itu, ia menatap dalam dalam mata indah istrinya membuat Luna sedikit gugup.

__ADS_1


sky menarik sudut bibirnya dan mengangkat dagu itu agar menatapnya


"aku tertarik padamu kau tidak seperti wanita lain yang mudah menyerah dan itu membuat ku tertarik padamu" uajr sky membuat Luna salah tingkah.


"eh..ak-aku tidak bermaksud apa apa, aku hanya-" belum sempat menyelesaikan perkataannya sky membungkam bibirnya menciumnya dengan sedikit terburu buru.


pria itu menarik pinggang istrinya hingga mengikis habis jarak diantara mereka, suara burung burung yang terdengar merdu di dekat balkon itu menjadi saksi bisu kedua sejoli itu menaruh perasaan.


angin berhembus dengan kencang menerpa kulit mulus Luna, wanita itu mengalungkan tangannya di leher suaminya dan sedikit berjinjit sebab suaminya yg lebih tinggi darinya.


perlahan sky melepaskan ciumannya namun tak melepaskan keningnya dari kening istrinya, hingga hidung mereka saling bersentuhan.


"berjanjilah, kau harus melawan wanita itu dan jika ibuku menyakitimu kau berhak untuk membela dirimu ok"


Luna menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis, mendapat dukungan dari suaminya membuat rasa takutnya berkurang ia tidak akan mudah di tindak sepeti Kaka iparnya dan juga Olivia.


Luna akan membela dirinya jika ia tidak bersalah, ia pantas mendapatkan kebahagiaan karena rasa cintanya pada Kenzo telah pudar dan disisi oleh sky yang kini bertahta di hatinya.

__ADS_1


__ADS_2