
π€π€π€
"maaf,apa maksudmu mengatakan aku murahan..???" ujar felica tidak terima.
"tentu saja murahan,kau sengaja kan menjebak David untuk menidurimu..!!!" ujar nya dengan ngegas dan marah.
"sepertinya anda salah orang nona saya tidak mungkin begitu" ujar felica dengan sinis menatap wanita didepannya itu.
"hentikan..!!!" ujar David dengan nada tinggi membuat kedua wanita itu langsung terdiam.
David memijat keningnya yg terasa pusing itu. menghela nafas dengan berat sebab kedua wanita itu kembali membangkitkan emosinya.
"kau mausk kedalam kamarmu...!!!" ujar David menunjuk felica dengan tatapan tajamnya.
"tapi tuan-"
"MASUK!!!" bentak nya membuat felica terkejut,sementara Clara tentu saja merasa sangat senang dan tersenyum puas.
felica meneteskan air mata dan berlari menuju kamarnya,lagi lagi David menghela nafasnya dengan berat dan kini tatapannya beralih kepada sang kekasih.
"pulanglah"
"tapi bukankah aku akan menginap disini" ujar Clara tak terima karna dirinya juga di usir oleh kekasihnya.
__ADS_1
"Clara mengertilah,lain kali menginap lagi ok" ujar David berusaha meyakinkan kekasihnya,sebab ia tidak ingin diganggu sekarang.
"baiklah aku akan pulang,jangan tidur malam malam honey" ujar dan dibalas anggukan oleh pria itu.
sebum pergi Clara mencium bibir pria itu dan dibalas oleh David dengan penuh nafsu. ia pun melangkahkan kakinya keluar dari mension
sementara David yg tidak bernafsu makan memutuskan untuk menuju kamar.
saat melewati kamar felica tiba tiba muncul pikiran pikiran mesumnya.
ia membuka paksa pintu felica dan masuk kedalam. pria itu dapat melihat felica dengan jelas yang sedang berdiri di balkon kamar membuat ia menyeringai licik.
felica tampak terdiam memandangi jalanan kota dan rembulan serta bintang bintang yang indah memenuhi langit malam.
"apa yang kau lakukan tuan"
"layani aku sampai puas" ujar David dengan licik membuat felica berusaha memberontak.
"tidak...!!! aku tidak mau" pekiknya berusaha mendorong tubuh kekar itu.
David menjadi marah dan ia menangkup wajah cantik itu dan ******* kasar bibir tipis itu membuat sang empunya menangis dalam diam menahan rasa sakit dibibirnya.
pakaiannya dengan begitu mudahnya terenggut ditangan pria itu dan berserakan di lantai beserta dengan pakaian pria itu,membuat mereka kini sama sama polos tak mengenakan pakaian sama sekali.
__ADS_1
David pun memulai permainan nya dengan kasar membuat wanita itu berteriak kesakitan semalaman ,namun tidak ada yang mendengarnya sebab kamar felica kedap suara.
mencapai pelepasan berkali kali membuat pria itu merasa sangat puas,tidak memperdulikan istrinya yang lemah tak berdaya dengan dearaian air mata. merasakan sakit di tubuhnya.
pria itu bangun dari tubuh wanita itu dan memakai kembali pakaiannya,seperti biasa lagi lagi pria itu melemparkan beberapa selembar uang di tubuh wanita itu dan melenggang begitu saja meninggalkan felica yang menangis
"aku bukan jal*ng yang kau temukan di club club tuan" ujar felica dengan lirih.
felica merasa jijik dengan tubuhnya namun wanita itu tetap mengambil uang yang diberikan David dan ia menanbungnya.
*
*
*
keesokan harinya.
setelah David berangkat bekerja,felica kembali asuk kerja ditempat ia kemarin.
wanita itu tampak bersemangat sekali dengan pekerjaan barunya dan dengan cekatan ia menyusun rangkaian bunga yg ia buat kemarin.
"bunga ini sangat indah" ujar felica memegang bunga tulip berwarna biru seperti langit.
__ADS_1