Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 74


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Xavier terkejut mendengar perkataan istrinya.


ia langsung mengingat dimana saat dirinya menjaga felica dan wanita itu mengenalkan sosok sahabat nya.


"felica? Olivia?" tanya Xavier merasa kebingungan.


"yah, aku temannya felica dan Olivia bolehkah aku mengunjungi mension tuan kenzo di kota X? aku mohon sayang" ujar rindu memelas membuat suaminya menjadi tak tega.


Xavier kemudian menganggukan kepalanya. ia mengambil ponsel di atas nakas, mengetik sesuatu.


"halo"


"iya Xavier ada apa kau menelfonku?"


"felica, bolehkah aku ke mension Kenzo istriku merindukan kalian"


"tentu saja boleh, kemarilah Olivia tidak akan melarangmu" ujar felica dari sebrang telfon


Xavier tersenyum senang mendengar perkataan felica, pria itu mematikan ponselnya dan kini beralih menatap istrinya.


"besok aku akan membawamu ke tempat Olivia, karna sekarang sudah malam ok"


"benarkah???"


"iya sayang" rindu memeluk suaminya dengan erat,merasa senang dengan perkataan suaminya.


mereka pun memutuskan untuk tidur setelah makan malam.

__ADS_1


...****************...


...****************...


...****************...


di mension Kenzo.


felica mendatangi Olivia yang tengah berada di ruang tamu menonton drama kesukaannya.


Kenzo sendiri berada di. ruang kerja mengurus beberapa hal penting dengan asisten Han.


"Olivia...!!!"


Olivia yang merasa dipanggil pun menoleh ke arah sumber suara tersebut. "ada apa kau memanggilku...???"


"Xavier kau kenal Xavier...???" Olivia mengernyitkan kepalanya dan menggelengkan kepalanya.


"aku berfikir rindu akan bersatu dengan sky" lirih Olivia mengingat penolakan sky terhadap rindu.


"tidak, aku rasa kini sky menjadi jomblo akut" ujar felica tertawa memegangi perutnya.


tiba tiba ada lengan kekar melingkar di lehernya membuat nya terkejut, karna suaminya yang mesum itu tiba tiba memeluknya di depan Olivia.


"panda, mengapa kau belum tidur?"


"kau sendiri mengapa belum tidur chubby"


"aku masih ingin bermain dengan olivia" rengek nya saat suaminya hendak menggendongnya.

__ADS_1


"kau harus tidur sayang ini sudah malam"


"ckck kak David sangat mengganggu, kami masih ingin bermain" ujar Olivia dengan kesal.


"biarkan saja kau juga sebaiknya cepat tidur ini sudah malam"


"tapi aku masih ingin menonton drama kesukaanku" ujar Olivia dengan santai.


"tidak kau harus tidur Olivia" ujar David menatap tegas ke arahnya.


"baik aku akan tidur jika kak David mengatakan aku dan felica sangat cantik" ujar Olivia terkekeh geli.


"baik, felica istriku tercinta dia seperti bidadari di hatiku yang tidak akan pernah bisa meninggalkanku" ujar David dengan lantang


"baik sekarang olivia"


"Olivia wanita yang cantik namun juga nakal, dan semoga ada yang menyukaimu agar membuat suamimu cemburu hahah" ujar David tertawa keras membuat felica dan Olivia terkejut.


apalagi kini di belakangnya berdiri seorang Kenzo Smith menatapnya sangat tajam. "kau mengatakan istriku apa tadi? cantik! sialan..!!! kau berani mengatakan istriku cantik hah!!" ujar Kenzo kini mulai mencengkram kuat kerah sahabatnya


"dsn kau berdoa apa tadi? semoga ada yang suka dengan istriku...!!" sialan...!!!" Kenzo benar benar murka hampir saja ia memukul wajah David jika tidak Olivia hentikan.


"hubby aku mohon hentikan" lirih Olivia sembari memegangi perutnya.


Kenzo yang melihat istrinya menjadi tak tega,ia pun melepaskan David dan menatap pria itu dengan nyalang.


"ck bro, kau itu posesif sekali aku hanya bercanda"


"bercanda katamu? bercanda mu itu berlebihan"

__ADS_1


Kenzo marah besar dan ke zo pun menatap tajam asistennya. sementara, asisten Han yang seolah olah mengerti tatapan tuannya pun membungkukkan badan keluar dari mension.


"akan ku buat kau menyesal dengan kata kata mu" ujar Kenzo dan kini menggendong istrinya menuju kamar.


__ADS_2