
π€π€π€
felica tersenyum senang,wanita itu memasukan no Xavier kedalam ponsel barunya dan mulai menelfonnya.
"hai manis"
"Xavier apa ini tidak berlebihan"
"maksud nya???"
"buat apa kau memberikanku ponsel aku bisa memperbaiki ponselku" ujar felica merasa tak enak.
"tidak apa setelah ini kita bisa saling berkomunikasi"
"terimakasih"
"untuk apa"
"untuk semuanya" ujar felica berkaca kaca
"apa kau menangis" ujar Xavier merasa bingung sebab suara gadis itu mulai berubah sedikit lirih bergemetar.
"ti-tidak aku tidak menangis"
"baguslah kamu begitu tidurlah besok aku ingin berbicara penting denganmu"
"baiklah" felica mematikan ponselnya dan masuk kedalam kamarnya untuk beristirahat ia juga merasa ngantuk dan cukup kelelahan.
felica berbaring diranjangnya dan memejamkan matanya. sengaja ia tak menutup jendela agar angin malam menerka masuk kedalam kamarnya dan merasakan sejuk.
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...
keesokan harinya
felica kini langsung berangkat kerja karna ia tidak ada kegiatan hari ini,biasanya ia akan menyiapkan keperluan suami nya.
felica menaiki taksi online sebab suaminya melarang suruh pengawal untuk mengantarkannya.
jangankan mengantar,David sja melarang wanita itu menaiki mobilnya.
diperjalanan.
felica menatap bangunan bangunan kota yang menjulang itu tinggi serta gedung gedung pencakar langit
"kapan tuan David mencintaiku?" gumamnya pelan.
"semangat felica kau pasti bisa mengejar cinta tuan david" ujarnya menyemangati diri.
tak lama taksi itu berhenti di depan sebuah toko bunga yang cukup besar, felisa dengan segera turun dan masuk kedalam toko.
"ckck mengapa kau terlambat" ujar Alex terkekeh dan melemparkan Kao kepada felica membuat wanita itu sigap menangkapnya
"yaelah kebiasaan banget sih" ujar felica tertawa kecil dan segera melap kaca tersebut.
"fel"
"iya"
"ini hari terakhir kita"
"maksud mu apa???" felica merasa bingung dengan Kris didepannya ini mengapa pria itu mengatakan hal yg tidak tidak
"iya,hari ini terakhir aku bekerja. aku akan pindah ke negara Australia untuk melanjutkan kuliahku disana"
__ADS_1
"mengapa kau baru melanjutkan kuliah?"
"aku sebenarnya kabur dari rumah aku lelah sekolah"
"ckck kau ini dasar pemalas kau harus sekolah tinggi agar kau sukses"
"kau benar,sebelum kita berpisah aku ingin kita menghabiskan waktu kita bersama"
"baiklah tapi kau yang mentraktirku" ujar tersenyum tanpa dosa
"baiklah aku akan mentraktir mu" ujar Alex mengusap ngusao rambut wanita itu hingga berantakan
"alex!!"
"ahaha tangkap aku"
mereka lari larian sehingga membuat pemilik toko memarahi mereka karna mereka seperti anak kecil.
setelah pulang kerja
felica dan Alex kini berada di wahana.
mereka bermain seperti sepasang kekasih yang romantis dan harmonis.
mereka bahkan sudah memainkan semua wahana yang ada di situ.
felica menaiki bianglala dengan Alex membuat pria itu trauma karna tinggi nya bianglala tersebut
felica dan Alex juga menaiki kuda kuda berputar hingga Alex menjadi pusing dan ditertawakan oleh wanita itu.
terakhir kini mereka masuk kedalam rumah hantu. tampak ruangan begitu sunyi dan menakutkan hanya mereka berdua berada di dalam serta bau seperti kemenyan membuat semakin tempat itu mengerikan.
"Alex aku takut" ujar felica bersembunyi di belakang pria itu
__ADS_1
namun saat ada hantu tiba tiba muncul membuat mereka berdua sama sama berteriak dan berlari hingga mereka pun kemari dari rumah hantu dengan nafas tak beraturan
"ckck hantu sialan" umpat Alex marah,sementara felica malah tertawa bahagia