
π€π€π€
hari sudah siang.
rindu sedang duduk menikmati minuman di tangannya.
tiba tiba perutnya terasa keram dan merasakan sakit yang luar biasanya sehingga gelas yang dipegangnya terjatuh.
PRANK
semua pelayan mension panik.
"nyonya rindu apa yang terjadi pada anda" uajr bi Surti khawatir.
"perut saya sakit bi akh...!!!" teriaknya memegangi perutnya
felica dan Olivia segera menuju ruang keluarga saat mendengar rindu berteriak.
Olivia ingin mengambil hadiah untuk rindu di temani felica hingga mereka Pun meninggal kan rindu sendirian.
"rindu apa yang terjadi" uajr Olivia cemas
"Olivia perutku sangat sakit" ujar rindu mulsi meneteskan air mata membuat semua orang bertambah panik.
"pak Jang....!!!!" panggil Olivia
"iya nyonya"
"pak Jang aku mohon bawa rindu kerumah sakit" uajr Olivia ikut menangis kala merasa tak tega pada rindu.
pak jaga menyuruh beberapa pengawal untuk membopong rindu ke dalam mobil dan membawanya menuju rumah sakit.
Olivia ikut masuk kedalam mobil sementara felica berada di mension menunggu anak anaknya pulang
sementara Kenzo kini melesat menuju rumah sakit karna ia mengkhawatirkan istrinya yang menangis tadi.
"tunggu aku dear.." ucapnya penuh percaya diri dan melajukan Lamborgini nya menuju ruang sakit XXX.
__ADS_1
......................
......................
......................
sesampainya di rumah sakit.
rindu langsung di bawa ke ruang persalinan
Olivia duduk di kursi tunggu dan menangis mengkhawatir kan keadaan rindu.
benar dugaannya sesuatu hal buruk akan terjadi di pemikirannya.
"dear.." panggil Kenzo berlari memeluk istrinya yang sedang menangis, Olivia pun menangis kencang di pelukan suaminya.
"hubby...rindu by..." isaknya memeluk erat suaminya.
"sabar sayang...rindu Baik baik saja, tidak akan terjadi apa apa" uajr Kenzo berusaha menenangkan istrinya.
"aku mohon beritahu Xavier"
"halo tuan"
"hubungi kantor gelga gruop beritahu Xavier istrinya berada di ruang sakit"
"baik tuan"
Kenzo mematikan ponselnya dan kembali memeluk erat istrinya.
sementara itu.
felica yang tampak sangat khawatir memutuskan untuk mengubungi suaminya.
"panda"
"ada apa chubby apa kau merindukan panda" ujar David dengan genit.
__ADS_1
"ckck panda aku sedang tidak ingin bercanda" ujar felica kesal pada suaminya.
"katakan ada apa menelfon hmm"
"panda, bisakah kau pulang, rindu istrinya Xavier sedang melahirkan sekarang" ujar felica degan cemas
"sayang...kan yang melahirkan dia buka dirimu jadi buat apa aku pulang"
"tapi aku kasihan padanya" uajr felica mulai menangis di sebrang sana.
david yang mendnsgar istrinya menangis mulai kebingungan dan ia pun mau tidak mau harus kembali ke kota X
"hey chubby dengarkan panda, baiklah panda akan segera pulang jadi tunggu panda ya kita akan langsung berangkat ke rumah sakit ok"
"baiklah tapi jangan lama lama ya panda"
"tidak akan lama sayang, panda akan segera kesana"
David pun mematikan ponselnya dan menuju lobi perusahaan, semua pekerjaan nya ia serahkan pada asisten Aldo.
ia pun melesat menuju kota X menemui istri tercintanya.
di rumah sakit.
tampak Xavier yang baru saja datang dengan merasa sangat khawatir
"Olivia dimana istriku"
"dia masih di ruang persalinan"
Xavier duduk dan memegangi rambutnya, ia merasa menyesal karna telah meninggalkan istrinya demi meeting.
"ya tuhan..selamatkan istriku"
"Olivia..!!!" panggil felica dan diikuti oleh David dari belakang.
"bagaimana keadaannya rindu"
__ADS_1
"rindu baik baik saja ia masih di tangani dokter di dalam" ujar Olivia berusaha menenangkan sahabatnya agar tidak tertekan