Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
EXSTRA PART (Dita tidak menerima Luna)


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Luna tersenyum saat menerima telfon dari sang ibu, jika keponakan ia kini lahir di dunia.


bahkan ia memiliki keponakan 3 sekaligus.


ia berdiri di balkon menatap langit langit hidupnya hancur karna mengikuti arah prince.


ya, Luna tau jika prince sudah melakukan hubungan dewasa dengan banyak pria bahkan kekasih prince 5 sekaligus.


Luna menuju dapur untuk membuat makan malam, karna sebentar lagi suami nya akan pulang.


Aran melihat Luna yang tampaknya sedang memotong bawang, terbesit pikiran jahat ia berencana untuk melukai Luna.


dengan sengaja ia mendorong tubuh Luna hingga tangan Luna terkena pisau. keluar darah segar membuat Luna panik.


"Aran..!!! apa yang kau lakukan" teriak Luna dengan marah.


"apa yang aku lakukan? tentu saja untuk menyakitimu" ucap Aran dengan sinis.


"kau tau? kau perusak hubunganku dengan sky kami ingin di jodohkan namun kau menggoda sky dan akhirnya sky menidurimu dasar jal*ng"


PLAK


satu tamparan keras mendarat di pipi Aran membuat wanita itu menoleh kesamping akibat tamparan tersebut.


"KAU MENAMPARKU...!!!" teriak aran dengan marah

__ADS_1


saat ingin membalas tamparan Luna tiba tiba sky datang dan mencekal tangannya membuat kedua wanita itu terkejut.


"sky" ujar mereka bersamaan


Luna menunduk takut, ia pasti akan di hukum suaminya karna berani menampar Aran sementara aran tersenyum senang, dengan mengambil kesempatan ia memeluk sky di depan Luna.


"sky, Luna menamparku lihatlah pipi ku terasa sangat sakit" uajr Aran menangis buaya dan memeluk pria itu.


Luna menunduk saat suaminya menatapnya.


sky melepaskan pelukan Aran membuat Aran terkejut. "sky ada apa dengan mu, kau berubah semenjak menikah dengan wanita ini, apa wanita ini telah memberimu sesuatu" ujar Aran dengan kecewa.


"kembalilah ke rumahmu Aran, aku sudah memiliki kehidupan ku sendiri" sky menarik tangan Luna membawa wanita itu menuju kamar.


Aran menatap kepergian Luna dan sky, amarah dan rasa dendam yang semakin besar membuatnya berniat untuk melukai Luna lebih dalam.


Dita mendekati Aran karna melihat wanita itu menangis.


"ada apa denganmu mengapa pipi mu merah" ujar Dita dengan khawatir dan memeluk Aran


"Luna menamparku Bu, dan sky malah membela wanita itu" ujarnya pada Dita


"kurang ngajar, ibu akan memberinya pelajaran nanti" ujar Dita dengan marah yang menggebu gebu.


sementara di kamar.


sky menuntun Luna menuju ranjang, ia mengambil kotak obat untuk membersihkan luka itu.

__ADS_1


ia berjongkok sementara Luna duduk di atas ranjang.


"lain kali jangan memegang pisau"


"lalu bagaimana aku membuat makan malam untuk mu"


"tidak usah, biarkan pelayan yang melakukannya kau cukup menyiapkan kebutuhanku tidak usah bekerja yang lainnya"


"tapi ibu pasti akan marah padaku"


"masalah ibu aku yang akan mengurusnya kau tidak perlu khawatir" sky tak tega saat menyentuh tangan istrinya.


tangan yang dulu sangat lembut ia sentuh kini berubah menjadi kasar akibat wanita itu bekerja terlalu berat.


"tadi momy menelfon jika kini Olivia dan felica melahirkan"


"benarkah? apa Beby mereka baik baik saja"


"mmm Beby Kenzo dan Beby David baik baik saja, dan aku dengar anak kak David laki laki dan Beby kak Kenzo perempuan tetapi kembar"


"syukurlah"


"aku juga mau" ujar Luna membuat sky tersenyum smirk


"kau juga mau?"


Luna menganggukkan kepalanya dan tersenyum antusias, pikirannya tidak seperti sky yang hanya adegan dewasa.

__ADS_1


__ADS_2