Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
EXSTRA PART (Pindah rumah)


__ADS_3

๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


#part 103#


"permisi tuan kami ingin membereskan barang barang"


sky mengangguk membiarkan para pelayan itu bekerja, sementara ia masih memeluk istrinya.


"masukkan semua kedalam mobil saya dan jangan sampai ada yang tertinggal"


"siap tuan"


"kita ke mobil yah, kau tidak perlu takut pada ibuku"


Luna menganggukkan kepalanya dan sky pun menggandeng tangan istrinya menuruni tangga.


Luna dapat melihat dengan jelas saat Dita menatapnya dengan benci seolah olah wanita itu akan membunuhnya.


sky dan Luna masuk kedalam mobil.


dan kini semua barang barangnya sudah berada didalam mobil.


"ke kota F disana aku yang berkuasa dan juga dekat dengan kantorku"


"siap tuan"


pak Wisnu menekan pedal gas nya hingga mobil mewah itu kini keluar dari gerbang mension.


di dalam Michael kini tengah memarahi istrinya sementara Aran sudah pamit pulang sedari tadi.


"kau sudah puas ma? asal kau tau, Luna itu wanita baik baik tidak seperti Aran dia wanita yang tidak tahu malu"


"mengapa kini papa membela Luna dan papa menjelekkan nama Aran, apa papa lupa dia anak dari seorang pria kaya raya di kota hah..!!!"


"apa mama tidak tau jika Luna adik dari seorang David Kelvin Moran sahabat tuan penguasa"

__ADS_1


Dita terkejut mendengarnya merasa tak percaya dengan perkataan suaminya. "tidak mungkin"


"asal mama tau, jika mereka sampai tau kerja sama papa dengan tuan Kenzo akan dibatalkan"


Michael yg sudah sangat kesal pun meninggalkan istrinya menuju kamar, sementara kini Dita terdiam setelah mendengar penjelasan dari suaminya


entah mengapa ada rasa penyesalan di hatinya, kini semua meninggalkannya akibat ulah kejahatannya.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


sementara itu.


kini sky sampai di mension miliknya sendiri.


mension yg cukup besar dan pintu gerbang yang di jaga oleh beberapa pengawal


sky menarik tangan Luna menuju kamar mereka


"ini kamar kita" ujar sky


Luna terkagum menatap kamar luas itu, yg berwarna sama seperti kamar miliknya di mension ayahnya.


"apa ibu baik baik saja"


"kau tidak usah memikirkan ibu, sekarang sudah malam dan kau harus segera tidur"


luna mengangguk dan kemudian ia membaringkan tubuhnya di ranjang luas itu, sementara sky ingin mengganti pakaian.


ia keluar dari kamar dan langsung bertemu sang pengawal.


"jangan ada yang boleh masuk mension tanpa seizin dari ku, mengerti"

__ADS_1


"saya mengerti tuan"


kemudian sky kembali menuju kamar hendak beristirahat, ia tidur di samping istrinya dan kemudian memeluk wanita itu dengan erat.


perlahan mata itu tertutup dan ikut tertidur dengan pulas.


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...


keesokan harinya.


Luna terbangun dari tidurnya, merasa sesak di perutnya.


ia melihat kearah samping dan ternyata suaminya kini tengah memeluknya. seutas senyuman di wajahnya, ia mengusap pelan wajah tampan itu entah sejak kapan perasaan ini muncul.


hatinya akan terasa gugup namun juga merasa senang saat memandangi wajah damai suaminya.


"puas memandangi ku..???" tanya sky perlahan membuka kedua matanya membuat Luna terkejut.


"ka-kau sudha terbangun??"


"aku sudah terbangun dari tadi, namun aku menunggumu" ujar sky memeluk posesif pinggang ramping itu.


"sudahlah kau harus bekerja, dan aku harus membuatkan mu sarapan"


"tidak! kau tidak boleh memegang pisau sudha cukup kejadian kemarin melukai tangan mu"


"tidak apa sky, ini hanya luka kecil"


"jika aku bilang tidak berarti tidak, karna itu bukan tanganmu tetapi tangan itu milikku" ujar sky membuat Luna bingung

__ADS_1


__ADS_2