Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 16


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


"kamu kan istri nya tuan David mengapa kau mencari pekerjaan"


"emm karna aku...aku bosan ya bosan" ujar felica mencari alasan.


"aku tau karna David tidak menafkahimu dengan lahir batin kan" batin Xavier.


"coba nanti aku cek di kantorku siapa tahu ada lowongan" ujar Xavier dan dibalas senyuman oleh wanita itu.


di mension David.


tampak pria tampan itu sedang berada diruang kerja. mencerna perkataan istrinya yang membuatnya terkejut.


"dia mencintaiku? mengapa ada rasa suka dihatiku saat tau dia mencintaiku"


tiba tiba pintu ruangan terbuka. menunjukan seorang pria berwajah dingin dengan membawa berkas ditangannya.


"tuan"


"hmm"


"hari ini ada meeting penting dengan tuan Xavier"


"cihh,pria itu lagi??"


Aldo menganggukan kepalanya. sementara David menghela nafas dengan berat. karna Xavier adalah saingannya dulu ya meski tetap dia yang menang.


"baiklah urus semuanya, aku akan bersiap siap"


Aldo segera meninggalkan ruangan David,sementara David kini segera menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya. saat masuk,ia tak melihat felica disana padahal saat ia melewati kamar felica ia melihat tidak ada orang sama sekali didalam.

__ADS_1


"cihh dimana wanita itu" tanya nya geram.


David menelfonnya pengawal menyuruhnya untuk mencari felica di setiap sudut mension,pria itu tidak bisa tidak dilayani felica,sebab David sudha terbiasa dengannya.


sementara itu.


felica baru saja sampai di mension suaminya diantar oleh Xavier. sebelum pergi pria itu memberikan sebuah kalung


"untuk apa kau memberiku ini" ujarnya menatap Kakung di hadapannya


"tidak ada,aku hanya ingin kau memakainya"


"tapi nanti tuan David bisa marah padaku"


"katakan saja kau yg membelinya"


"baiklah kalau begitu terimakasih"


Xavier menjalankan mobilnya menembus jalanan kota meninggalkan mension besar itu.


"nona tuan muda mencari anda"


"ohh ya ampun dia pasti marah padaku"


"mari nona saya antar menggunakan mobil agar cepat sampai di pintu utama"


felica menurut kemudian wanita itu masuk kedalam mobil menuju mension karna gerbang nya cukup jauh.


sesampainya di dalam,wanita itu segera berlari menuju kamar David untuk menemui pria itu.


tok

__ADS_1


tok


tok


"masuk"


felica perlahan membuka pintu kamar suaminya,ia menelan salivanya cukup kuat, ia memantapkan mentalnya agar bisa mengahadapi suami iblis nya.


"tuan david" panggilnya lembut dan di balas tatapan amarah dari suaminya itu.


"dari mana kau hah!!!"


"saya hanya dari luar tuan mencari udara segar"


"cari udara heh!" David mendekati felica membuat wanita itu mundur dengan perlahan.


"akh...." felica meringis kesakitan kala rambut panjangnya di tarik kasar oleh suaminya.


David menarik rambutnya dan menyeretnya ke kamar mandi,pria itu menaruh felica di bawah shower dan mengguyur tubuh mungil itu dengan air dingin.


"hentikan tuan.." tampak mencari pernafasan sebab air itu terus mengalir dan tubuhnya ditahan oleh tangan kekar suaminya.


hidungnya kemasukan air membuat hidungnya terasa sakit.


David mematikan shower nya dan menatapnya sinis.


"mulai saat ini kau tidak ku perbolehkan keluar dari mension" ujar David dengan tegas.


"tidak tuan aku mohon izinkan aku keluar"


felica memegang kaki suaminya dengan memohon namun David malah menepisnya hingga wanita itu tersungkur ke samping.

__ADS_1


"cihh wanita murahan"


"aku mohon tuan,saya bekerja hiks..hiks.." felica menangis tersedu sedu,biarlah harga dirinya hilang asalkan dia bisa menafkahi dirinya.


__ADS_2