
π€π€π€
"mom....ded"
"iya sayang" tampak felica sangat cemas dengan putri kesayangannya.
"mom, bolehkan Chelsea ikut Dedy ke mension milik Dedy...???"
"tidak, disana berbahaya nak"
"tidak mom,mension Dedy tak berbahaya"
"tidak chelsea, jika mom bilang tidak berarti tidak"
"aku mohon mom, kaki ini saja"
"sayang, bisakah kau menuruti permintaan anak kita dia sedang sakit"
"baik, tapi hanya 1 hari"
"akan 1 hari asal kau juga ikut" ujar David menyeringai tajam. tampak pria itu merencanakan sesuatu.
"tidak..!!! aku tidak akan ikut kesana"
"aku mohon mom, ikut lah Chelsea ingin keluarga yg utuh" ujar gadis kecil itu memelas.
felica yang tak tahan dengan permintaan anaknya pun akhirnya menyetujui dari pada anaknya semakin sakit.
David tersenyum senang, pria itu akan mengikat istrinya selamanya.
......................
__ADS_1
......................
......................
......................
kini mereka tengah bersiap siap menuju kota D.
tampak terlukis senyuman di bibir pucat itu, ia akan melihat kota tempat tinggal ayahnya.
di perjalanan.....
hanya ada keheningan memenuhi mobil mewah milik David. tak ada yang berbicara termasuk pria itu
tak butuh waktu beberapa lama, kini mereka sampai di kota D dengan sangat cepat. Chelsea menatap kagum bangunan bangunan indah dan kota yg terlihat lebih ramai dari kota nya. semua itu terlihat sangat indah di matanya. kotanya lebih besar dan bangunan bangunan pencakar langit menghiasi kota.
"kau suka?" tanya David pada putrinya.
"ya,aku suka ded"
felica yg mengetahui David terus menatapnya pun memilih untuk berpura pura tidak tahu. ia pun menoleh ke jendela mobil untuk memandang bangunan bangunan kota.
hingga kini mereka pun sampai di mension besar milik david. Chelsea semakin takjub, ternyata Dedy nya bukan sembarang orang.
"Dedy..apa ini rumah dedy? tau ini rumah orang" ujar Chelsea asal.
"ck kau ini ada ada saja, ini rumah mom and Dedy girl"
"wahhh, tapi kenapa momy tinggal di apartemen?"
David terdiam dengan perkataan anaknya, haruskah ia menceritakannya ke anaknya? namun pria itu takut anaknya dapat berfikir dewasa di umur yg tidak sesuai.
__ADS_1
"nanti besar Chelsea akan paham"
felica menatap suaminya dengan tajam, namun dibalas senyuman licik oleh suaminya. ya, David berencana untuk tidak memperbolehkan istrinya kembali ke kota V. disini ia yg berkuasa dan dengan cara inilah ia akan berusaha merebut hati wanita nya.
"apakah disini ada wanita itu" ujarnya felica kecil takut anaknya mendengar.
"tidak ada, aku dan dia sudah tidak memiliki hubungan apapun semenjak kau pergi sayang"
"kenapa?"
"bukan urusanmu" ujar David tersenyum smirk.
"cihh, menyebalkan"
Chelsea masuk dan disambut seluruh pelayan mension,membuat anak kecil itu lagi lagi takjub.
"woahh, apa ini para maid dedy"
"iya nona muda, mintalah apa yg anda inginkan kami akan menyanggupinya" ujar BI Susi
"bi Susi felica merindukanmu" ujar felica memeluk erat wanita tua itu.
"saya juga nona, sangat merindukan anda" ujar BI Susi membalas pelukan felica
David berdehem membuat felica melihat kearahnya dengan tatapan kesal. sementara yg ditatap hanya bersikap santai
"apa kau tidak memeluk suamimu ini..???"
"jika kau mau mintalah pelukan asisten aldo" ujar felica dengan cuek
assiten Aldo tertawa dengan kencang,namun langsung mendapatkan tatapan mematikan dari seorang david
__ADS_1
"tidak ada bonus bulan ini"
"ohh ya tuhan" Aldo seperti ingin pingsan mendengarnya