
π€π€π€
mension gelga.
rindu tampak sedang membaca buku di ranjang ia menunggu suaminya yang sedang membersihkan diri.
ia akan kerumah Olivia hari ini, dengan tak sabar ia menunggu suaminya hingga tak lama pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sosok pria tampan bertubuh kekar.
"sayang mana pakaianku" ujar Xavier pada istrinya.
rindu mengambil pakaian di ranjang dan mendekati suaminya. ia membantu suaminya memasang pakaian
"sayang, apa kau mengenal tuan Kenzo..???" tanya rindu pada suaminya membuat pria itu terdiam menatapnya dengan serius.
"ya, dia sainganku dulu saat kedudukan tingkat perusahaan siapa yang tertinggi, dan ternyata tuan Kenzo mengalahkanku dia raja bisnis yang di takuti beberapa CEO di berbagai negara"
"mengapa kau juga tidak seperti tuan Kenzo"
"kau ingin aku sepertinya?"
"tidak juga sayang, aku hanya bertanya saja kok" ujar rindu menunjukkan gigi putihnya.
Xavier tersenyum dan mencium singkat bibir ranum itu. kemudian pria itu memberikan dasi pada istrinya agar memasangkan dasi
"sayang, nanti di rumah Kenzo jangan macam macam yah karna aku akan menjemputmu sore ok"
"iya sayang aku tidak akan berbuat macam macam" ujar rindu tersenyum manis.
kemudian mereka pun bersiap siap menuju mension Kenzo, rindu memakai pakaian yang longgar namun pantas dikenakan dan sopan dilihat mereka pun menaiki mobil dan diantar pengawal pribadi Xavier.
...****************...
__ADS_1
...****************...
...****************...
...****************...
sementara di mension Kenzo
Olivia tampak gelisah ia merasa hal sesuatu akan terjadi nanti.
"Olivia ini untukmu, aku yang membuatnya" uajr felica menyodorkan salad buah pada sahabatnya.
"terimakasih felica" ujar Oliva tersenyum dan kemudian kembali melamun
membuat felica merasa bingung, biasanya sahabatnya itu akan banyak bercerita dan tertawa.
"ada apa denganmu? mengapa tampak murung"
"aku berharap tidak akan terjadi sesuatu Olivia" ujar felica mulai ikut khawatir.
saat merasa khawatir tiba tiba bi Surti mendekati mereka dan menyampaikan ada yang datang ingin menemuinya.
"permisi nyonya ada yang ingin bertemu dengan anda"
"siapa bi" ujar Olivia penasaran.
"ia mengatakan ingin bertemu dengan nyonya atas nama rindu" uajr bi Surti
"baiklah bi, suruh mereka masuk dan suruh para pelayan untuk menghidangkan beberapa makanan untuknya" ujar Olivia tersenyum senang.
"baik nyonya"
__ADS_1
mereka menuju pintu utama untuk menemui rindu teman kampus yang paling kalem.
"Olivia...felica..!!!" panggilnya dan ia datang bersama suaminya.
"rindu kami merindukan mu" ujar Olivia memeluk rindu
"kau juga hamil" tanya felica terkejut saat melihat perut rindu yang membuncit lebih besar dari mereka.
rindu menganggukan kepalanya dan menatap suaminya sekilas.
Xavier sejenak memandangi Olivia, benar yang di katakan felica pantas saja tuan Kenzo yang dingin dan kejam bisa lembut saat bersama istrinya. wajah Olivia yang natural tidak terlalu bermek up tebal membuatnya terlihat cantik dan menawan.
felica yang melihatnya segera mencarikan suasana, felica takut akan terjadi masalah saat Xavier menatap sahabatnya seperti itu.
"Xavier lama tidak bertemu" ujar felica tersenyum kearah Xavier.
"aku baik felica, berapa usia kandunganmu" tanya Xavier berbasa basi
"umur kandungan ku sama seperti Olivia, berumur 6 bulan" ujar felica
Olivia tersenyum sekilas ke arah Xavier dan kemudian berbincang bincang dengan rindu, teman lamanya.
Xavier pun mendekati istrinya yang sedang berbicara dengan Olivia.
"sayang, aku kekantor yah nanti aku jemput jadi jangan kemana mana"
"iya sayang"
"felica aku menitipkan istrimu padamu karna aku ada meeting penting hari ini"
"tenang saja, kami akan beristirahat di ruang keluarga nanti jadi kau pergi saja sebelum terlambat"
__ADS_1
Xavier menganggukan kepalanya dan mengecup singkat kening istrinya. ia pun meninggalkan mension Kenzo menuju perusahaan gelga gruop