
π€π€π€
felica berlari keluar mension ingin menenangkan diri,ia menuju taman untuk melepaskan semua kesedihannya.
"kapan aku bisa merebut hatinya tuan david??"
"apakah aku pantas dicintai dan mencintai David"
felica menatap langit dengan sendu meneteskan air mata hanya karna David seorang.
tiba tiba ponselnya berdering dan wanita itu segera mengangkat telfonnya.
"halo xavier"
"hai Felica bisakah kita bertemu??"
"dimana?"
"di restoran Cp kau datang saja kesana aku menunggumu disana"
"baiklah"
felica mematikan ponselnya dan segera memesan taksi online untuk menuju restoran yg ditujukan Xavier .
setelah 5 menit menunggu di luar gerbang,akhirnya taksi itu datang dan memarkir didepan felica. wanita itu masuk kedalam meninggalkan mension itu.
"ada apa Xavier memintaku untuk bertemu?"
gumamnya pelan sembari memandangi bangunan kota,pikirannya kembali tertuju pada suaminya.
"apa tuan David akan marah padaku? pasti dia akan menghukumku"
tak lama,mobil yang ditumpangi felica sampai didepan restoran. wanita itu masuk kedalam dan mengedarkan seluruh pandangannya.
__ADS_1
"Dimana xavier"
tiba tiba pandangannya tertuju pada seorang pria tampan yg tampaknya sedang memainkan ponselnya. felica segera mendekati pria itu dengan langkah lebar.
"xavier"
Xavier yang merasa dipanggil segera menoleh ke arah sumber suara,dan dia tersenyum manis saat melihat siapa yang datang.
"hai,kau sudah datang" felica mengangguk kan kepalanya.
"duduklah dan pesan apa yang kau ingin kan"
"tidak aku sudah kenyang" tolak felica dengan halus.
"ada apa kau memanggilku kemari...???"
"aku ingin bertanya dan kau harus menjawabnya dengan jujur" ujar Xavier mulai menatap felica dengan intens.
felica mulai merasa kan sesuatu yang akan terjadi,ia menelan salivanya dengan kuat namun ia berusaha untuk tetap tenang.
deg
felica tak bergeming. tampak wanita itu enggan menjawab membuat Xavier semakin penasaran.
"jawab aku felica" ujarnya membuat felica terkejut dari lamunannya.
"ak-aku..."
"kau tidak perlu berbohong padaku"
"dari mna kau tau"
"aku mau tau dari mana pun tidak ada urusannya denganmu yang jelas aku tau kau udah menikah"
__ADS_1
"maaf kalau aku sudah membohongimu dan aku juga tidak apa apa kau beri hukuman" ujarnya membuat Xavier menaikan sebelah alisnya.
"hukuman apa"
"ya mungkin kau ingin aku mengganti uang ponsel ini"
"tidak,aku tidak meminta mu mengganti rugi dan siapa bilang aku merasa kau membohongiku"
felica lagi lagi merasa sangat bersalah karna telah membohongi pria itu
"apa suami mu memperlakukan mu dengan baik" tanya Xavier berpura pura tidak tahu
"iya,dia memanjakan ku"
"jika memanjakanmu kenapa kau masih bekerja di toko bunga,bukan kah dia pria kaya no 2 di dunia" sindir Xavier membuat felica menciut.
Xavier putra dari jacson anindra pria kaya no 3 di dunia setelah Kenzo dan David ia memasuki pria terkaya no 3 di dunia dan kepintarannya SE Asia hampir sama dengan Kenzo dan David
"apa kau yakin tidak ingin makan..???"
"tidak aku sudah makan di mension"
"Xavier apa aku boleh meminta pekerjaan"
"what..??? pekerjaan apa"
"aku ingin pindah kerja di kantoran padahal aku ini lulusan sarjana"
"nanti aku cek di kantorku siapa tahu ada lowongan" ujarnya membuat felica tersenyum senang.
"benarkah...??? terimakasih xavier"
pria itu hanya menganggukkan kepalanya merasa gemas dengan tingkah felica yang seperti anak kecil itu.
__ADS_1