
π€π€π€
sky melepaskan keningnya nafasnya memburu, gairah nya naik padahal ia hanya mencium istrinya tidak lebih.
itu sudah membuat gairah nya naik
"diam di dalam kamar, dan jangan kemana mana mereka pasti akan menyakitimu"
Luna menganggukkan kepalanya kemudian sky meninggalkannya keluar dari kamar, sementara Luna melangkahkan kakinya menuju ranjang untuk beristirahat
ia mengambil ponselnya ingin melihat siapa yang menghubunginya.
ia berharap orang orang tersayangnya menghubunginya namun seketika senyumnya di wajahnya memudar karna yang menghubunginya adalah prince
sumber masalah yang terjadi hingga ia melepas masa lajangnya.
Luna mengangkat panggilan dari prince dan kini mereka terhubung satu sama lain"
"Luna..aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk membuatmu seperti ini" ujar prince merasa bersalah.
"ini bukan salahmu prince mungkin aku sudah ditakdirkan untuk mendapatkan masalah seperti ini"
"aku mohon maafkan aku luna, aku minta maaf padamu karna membuatmu menjadi menikah dengan seorang yang tidak aku cintai" ujar prince dengan sedih.
__ADS_1
"sudahlah lupakan, semua baik baik saja toh suamiku memperlakukanku dengan baik"
"syukurlah kalau begitu, aku takut suami mu akan berlaku kejam seperti di novel novel yang aku baca"
"tidak kau tidak perlu khawatir, kau tenang saja"
"baiklah kalau begitu nanti kita sambung lagi, aku sebentar lagi masuk kerja"
"baiklah"
Luna mematikan ponselnya menatap langit langit dengan gusar, ia sebenarnya merasa tak percaya dengan semua ini.
tiba tiba pintu kamarnya di ketuk seseorang dari luar membuatnya harus melangkah kan kakinya menuju pintu itu.
"kau..!!!" ujar Luna dengan terkejut.
"hai, apa kabar nona Luna perebut kekasih orang" ucap seseorang itu penuh tekanan.
ya, Aran wanita itu datang ke kamar Luna untuk memberi wanita itu pelajaran karna wanita itu kini sangat marah.
"ohh ada apa nona Aran, mengapa kau kemari" ujar Luna dengan santai
"cihh dasar jal*ng tidak tau diri, kau dengan Berani merebut calon suamiku dan kau tidak punya rasa malu untuk itu..!!!" ujar Aran dengan nada tinggi.
__ADS_1
"untuk apa aku merasa bersalah? sky suamiku dan kau tidak berhak mengatur diriku dan kau juga sebaiknya urusi kehidupan pribadimu sendiri nona" ujar Luna dengan tatapan tajamnya.
"kau..!!!" Aran menggertak kan giginya dan mengepalkan kedua tangannya dengan rasa amarah ia mengangkat tangannya dan menampar pipi Luna.
namun, Luna menahan tangannya dan menghempaskan ya dengan kasar.
"sebaiknya kau pergi dari sini, dan kau sudah membuang waktu berhargaku" uajr Luna mendorong bahu Aran dengan jari telunjuknya dan menutup pintu dengan kasar kemudian menguncinya dari dalam.
"hey..!!! aku belum selesai buka pintunya" teriak aran dari luar dan menggedor gedor pintu kamar Luna.
ia menatap benci kearah kamar itu, kame yang seharunya ia tempati bersama sky namun kini malah di tempati oleh wanita lain.
dan itu membuatnya sakit hati
karna kesal ia meninggal kan mension Michael untuk menenangkan hati dan pikirannya.
ia sangat marah dengan keluarga Michael yang menipunya.
"arghh..!!! lihat kau wanita murahan, aku akan membalasmu" ujar Aran sembari memukul mukul stir mobilnya.
"aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia, aku akan membuatmu di tendang dari mension tuan Michael dan akan mempermalukan mu di hadapan semua orang" Aran marah dengan sendirinya.
ia akan mengabiskan uang yang di berikan oleh ibu Dita untuk menenangkan pikirannya sayang di Landa kekacauan
__ADS_1