
π€π€π€
"baik,akan tetapi jika aku pulang lebih dulu! jangan harap kau dapat keluar melihat matahari dan aku akan membuatmu dipecat dari tempat kerjamu dan tidak diterima oleh perusahaan mana pun"
David meninggalkan istrinya di kamar mandi,membiarkan istiri nya basah kuyup.
felica hanya bisa diam menangis ia merasa dirinya cukup bodoh,tapi apalah daya ia sangat mencintai suaminya.
sementara itu
David menuju kantor dengan asisten Aldo,pria itu hanya diam tak berbicara sepatah katapun. wajah dingin dan datarnya itu membuat orang disekitarnya merasa takut
David memasuki kantornya dengan arogant,dia dengan Kenzo tak jauh beda hanya kekuasaan yg membedakannya.
David langsung menuju ruang meeting dengan penuh wibawa dan pesona yang kuat.
David duduk di kursi kebanggaannya dan di sambut oleh para klien yg mengajaknya kerja sama
David menatap tajam Xavier namun tampak pria itu biasa saja dengannya bahkan malah mereka saling menatap tajam.
"mulai"
Aldo mempresentasikan proyek proyek pembangunan gedung mall terbesar didunia dengan dibantu drt.kenz
tentu saja perusahaan Kenzo ikut andil. sebab pria itu yg bisa membantu membuat beberapa bangunan terbesar di dunia.
siapa yg bisa menandingi sang tuan penguasa.
mereka masih memperhatikan asisten Aldo yg tampak menjelaskan panjang lebar.
"baik segini saja yg saja jelaskan,aku harap kedepannya bisa bekerja sama dengan baik" ujar asisten Aldo menutup meetingnya.
semua klien bertekuk tangan dan David pun meninggalkan ruang meeting diikuti asisten Aldo.
__ADS_1
#
#
#
dimension David.
felica kini berbaring diranjang setelah membersihkan diri.
wanita itu berbaring di bawah selimut tebal,tampaknya wanita itu mengalami demam karna kasar suaminya.
"ayah...ibu...felica merindukan kalian"
felica meringkuk kedinginan padahal selimut yg dikenakan cukup tebal,namun itu cukup tidak memberikannya kehangatan.
bi Susi yg tidak melihat nona nya memutuskan untuk mengantarkan makan siang ke kamar felica. wanita paruh baya itu masuk kedalam dengan semangkuk sup di tangannya.
tok
tok
tok
merasa tidak disahuti,bi Susi memutuskan untuk masuk kedalam melihat keadaan felica
namun saat masuk,wanita tua itu terkejut saat melihat felica terbanting lemah diranjang.
"ya ampun nona muda"
bi Susi memegang kening felica terasa panas. bi Susi segera mengompres tubuh felica agar suhu panas di tubuhnya menurun.
"mengapa ini bisa terjadi pada anda nona"
bi Susi menyuruh pelayan untuk menelfon tuan David,namun pria itu sekali tidak perduli dengan keadaanya .
__ADS_1
justru selesai meeting pria itu mengajak jalan jalan kekasih nya Clara.
"tidak usah bi,felica tidak apa apa ko"
"tapi non"
"tidak perlu khawatir bi"
"baiklah kalau begitu non makan buburnya ya"
"iya bi"
bi Susi pamit meniggalkan felica,sementara wanita itu mulai memakan makanannya dan meminum obatnya.
...****************...
...****************...
...****************...
hari mulai sore.
David dan Clara kembali ke kediamannya.
mereka masuk dengan Clara mengalungkan tangannya di lengan kekar pria itu. felica yang melihatnya hanya bisa menahan sakit.
"tuan sudah pulang" ujarnya dengan lembut.
"menurut..???" balas Clara dengan sengit tak terima kekasihnya di ambil orang lain.
"aku berkata pada tuan David bukan padamu nona clara" balas felica tak kalah sengit.
sementara David hanya menatap kedua wanita itu dengan dingin.
"jika kalian masih terus bertengkar,maka aku akan menghukum kalian berdua" ujarnya tak main main membuat kedua wanita itu langsung bungkam
__ADS_1