Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 82


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


di mension Kenzo.


"ini tuan berkas yang anda minta" ujar asisten Han memberikan berkas tersebut pada Kenzo.


"tuan, hari ini nona Luna kemari ingin bertemu tuan David"


"hmm biarkan saja, asalkan jangan mengganggu ku aku tidak suka di ganggu"


"siap tuan"


asisten Han meninggalkan ruangan Kenzo. saat ia keluar, ia berpapasan dengan Luna. "nona anda sudah sampai" ujar Han dengan sopan


"menurutmu?" ujar Luna menaikan satu alisnya.


"maaf nona kalau begitu saya permisi" ujar asisten Han kemudian meninggalkan Luna sendirian.


"dasar asisten menyebalkan" ujar Luna masuk mencari kakaknya.


"kak felica..!!!"


felica yang merasa dipanggil, keluar mencari sumber suara tersebut dan ternyata adik iparnya mengunjunginya.


"Luna, sejak kapan kau berada disini" tanya felica tersenyum dan mendekati Luna.


"baru saja kak"


"bagaimana, apa kau sudah mendapat pekerjaan"


"sudah kak, aku bekerja di perusahaan kak Kenzo"

__ADS_1


"benarkah? kau bekerja sebagai apa"


"hanya karyawan biasa, tapi tak apa asalkan aku bisa tinggal disini" ujar Luna tersenyum antusias


saat mereka asyik berbincang bincang, Olivia turun ingin menuju dapur karna air minum di kamarnya habis, ia pun berniat untuk mengambil air putih. tetapi ia melihat 2 wanita cantik sedang duduk di sofa.


"Luna, kapan kau kemari..???"


Luna yang ditanya bukannya menjawab malah balik bertanya dengan terkejut.


"Olivia, kau hamil lagi? mengapa tidak memberitahu kami"


"maaf aku lupa" ujar Olivia merasa bersalah.


"dan ukuran perut kalian sama sama besar" ujar Luna semakin terkejut.


"karna umur kandungan kami sama" ujar felica tertawa lucu melihat adiknya itu.


tak lama Kenzo turun dengan beberapa berkas di tangannya, ia mendekati sang istri dan mencium kening nya perlahan.


"hubby, kau ingin kemana"


"aku akan pergi kekantor, jaga dirimu dan anak kita dear"


"baiklah, hati hati hubby"


setelah kepergian suaminya, Olivia kembali berbincang dengan Luna dan felica namun, tampak ada sedikit perubahan di wajah Luna dan olivia tau akan hal itu.


sebenarnya Luna masih belum bisa melupakan cintanya pada Kenzo, namun ia tidak boleh egois karna Kenzo sudha mencintai wanita lain


"Luna, apa kau baik baik saja"

__ADS_1


"yah, aku baik baik saja kak"


"kalau begitu aku akan pergi shoping dengan temanku karna aku sudah ada janjian ingin bertemu" Luna pun pamit keluar dari ruang keluarga dan menuju mobilnya.


ia menuju restoran tempat sahabatnya.


ia menahan rasa sakit yang masih mengganjal dihatinya kala sulit melupakan rasa cintanya.


sesampainya di restoran.


ia langsung masuk kedalam menemui temannya, ia menatap setiap sudut ruangan hingga menemukan gadis cantik yang duduk di ujung dekat jendela.


"prince" panggil Luna mendekati sahabatnya itu


"Luna, mengapa kau sangat lama aku menunggumu sedari tadi"


"iya maaf aku ketempat kakakku tadi "


"eum ok tidak masalah" Luna duduk berhadapan dengan prince.


"Luna apa kau tidak berniat untuk mencari kekasih?"


"aku sedang tidak memikirkan hal itu" ujar Luna menyedot jus yang dipesankan oleh prince


"Luna kau itu sudah harusnya memiliki kekasih apa kau mau aku membantumu mencari kekasih??"


"dimana kau mau membantu ku"


"ikut aku"


prince membawa Luna ke mobil milik Luna, sementara Luna hanya diam karna ia yakin dengan memiliki kekasih ia dapat melupakan rasa cintanya pada Kenzo.

__ADS_1


__ADS_2