
🖤🖤🖤
hari sudah siang.
Luna turun kebawah untuk menyiapkan makan siang.
ia tidak ingin bermalas malasan karna Dita pasti akan marah padanya dns menjadikannya sebuah alasan agar sky menceraikannya.
Luna turun menuju dapur, namun tiba tiba ia berpapasan dengan Dita ibu mertuanya.
"cihh dari mana saja kamu, enak ya sok jadi nona muda disini" ujar Dita dengan sinis.
Luna tak menghiraukan perkataan Dita, ia terus berjalan melewati Dita tanpa mau menjawab takut jika ia menjawab masalah akan semakin panjang.
"dasar menantu kurang ngajar kau berani padaku hah..!!!" teriak Dita sangat marah.
"ibu apa salahku, mengapa kau marah² seperti itu" ujar Luna dengan tenang.
"kau tau, aku sangat membencimu aku berdoa agar kau dengan sky cepat cepat berpisah" ujar Dita menatap benci kepadanya.
Luna kemudian meninggalkan Dita malas untuk meladeni wanita itu, sebab yang ada ia akan tambah terkena masalah yang lebih besar.
Luna menyiapkan makan siang untuk Dita meskipun wanita itu membencinya ia akan berusaha mengambil hatinya.
"akhirnya selesai juga" ujarnya tersenyum lebar dan melangkahkan kakinya menuju kamar Dita.
"ibu...makan siangnya sudah siap" ujarnya mengetuk ngetik pintu kamar tersebut.
Dita membuka pintu dengan malas, tatapannya berubah menjadi tatapan sinis dan seperti melihat sampah kearah Luna, namun wanita itu tetap bersikap biasa saja.
"ada apa kau memanggilku sampai kapan pun aku tidak mau menerimamu"
__ADS_1
"aku kemari hanya untuk mengajak ibu untuk makan siang berdua denganku" ujar Luna dengan lembut.
"cihh, aku tidak mau memakan makana buatanmu itu pasti ada racun nya kan" ujar Dita menatap garang padanya.
"iya Bu, aku memberinya racun 40 gr" ujar Luna yang semakin lama semakin kesal dengan perkataan ibu mertuanya.
Luna pun langsung pergi dari tempat itu dari pada harus mendapat ceramah yang begitu panjang dan lebar seolah olah tidak berhenti.
"ouh ya tuhan, mengapa aku harus memiliki mertua seperti ini, aku lelah menghadapinya" ujar Luna dengan tatapan gusar.
Luna memakan makanannya sendirian di meja, tiba tiba seorang wanita masuk dengan membawa beberapa belanjaan di tangannya.
"ibu aku datang" ujarnya berteriak
"Aran kemari" ujar Dita dengan penuh semangat, sementara Luna tak memperdulikan mereka, ia asik menyantap makanannya.
"ibu aku membelikan mu pakaian apa kau suka"
namun lagi lagi Luna bersikap cuek, seolah olah tidak terjadi apa apa ia menikmati hidangannya sembari bermain ponselnya membalas pesan yang di kirim oleh sky
tak sadar ia tersenyum sendiri seperti orang gila.
husband*
~apa mereka melukaimu?
^^^me*^^^
^^^~tidak mereka memperlakukan ku dengan baik^^^
~baiklah jaga dirimu, aku akan pulang petang dan jangan sampai telat makan
__ADS_1
^^^~iya mu husband^^^
tanpa sadar aku tersenyum sendiri di ruangannya membuat sekretarisnya kebingungan.
"Presdir sebentar lagi acara meeting akan di mulai"
"baik persiapkan semuanya" ujar sky namun masih menatap pada ponselnya.
ia tak sabar ingin cepat pulang karna sangat merindukan istrinya.
sementara itu Luna tertawa kecil saat menerima balasan dari suaminya yang cukup terbilang lebay.
seperti anak muda pada umumnya
...****************...
...****************...
...****************...
hai gays.
author rasanya ga semangat mau lanjutin, tapi demi kalian author tetap buat.
apasih susahnya klik like nya.
semangat author itu ada di kalian🥺
baca elit
like sulit.
__ADS_1
terimakasih teman teman author yang mau baca, sebagai terus sementara lagi novel Alberto akan rilis buat kalian yang sudah nunggu bakal author kasih bonus eps😘😘