
π€π€π€
keesokan harinya.
kini mereka bersiap siap hendak menuju kota X.
Olivia kini tengah menunggu sahabatnya. dengan tak sabar ia menunggu hingga berjalan bolak balik di depan suaminya.
"sayang, apa kau tak lelah seperti itu"
"mengapa mereka lama hubby"
"sabar sayang, mereka mungkin masih di jalan"
"iss tapi kenapa lama...!!!" ujar Olivia mulai kesal dengan suaminya.
Kenzo lagi lagi menghela nafas dengan berat, sebenarnya apa yg di inginkan istrinya.
hingga tak lama yg di tunggu Olivia pun datang.
dengan langkah cepat Olivia menuju pi tu membuat Kenzo segera mengejar istrinya.
"ahhh kenapa hubby menggendongku turunkan aku"
"lain kali jangan ulangi, aku tidak ingin anakku terluka karna david" ujar Kenzo marah dengan istrinya membuat Olivia terdiam. merasa bersalah dengan suaminya
"maaf" ujar nya sembari mengelus rahang keras itu.
"jangan menggodaku dear, atau aku akan memakanmu sekarang agar kau tidak menemui david" ujar Kenzo tersenyum nakal membuat Olivia kembali kesal.
__ADS_1
"akhh sakit sayang" uajr Kenzo berpura pura ke sakitnya.
"lagian hubby ngomongnya aneh aneh"
Kenzo tertawa kecil dan mereka pun kini menemui felica dan juga David.
"olivia" panggilnya dan memeluk sahabatnya dengan erat.
"aku merindukanmu" ujar Olivia membalas pelukannya.
"bro aku merindukanmu" ujar David merentangkan tangannya hendak memeluk Kenzo. sementara Kenzo bergidik ngeri saat sahabatnya itu bertingkah aneh.
"cihh kau sangat menjijikan" ujar Kenzo kesal dengan sikap ke kanan Kanakan sahabatnya itu.
"dimana chelsea" tanya Olivia saat tidak melihat keberadaannya
"ah sekarang kau sudah besar, kau mau kan tinggal bersama aunty"
"mau ko aunty"
"baiklah nanti biar bi surti tunjukan kamar Chelsea ya" ujar Olivia dengan lembut
Olivia pun menyuruh bi Surti dan beberapa maid lainnya untuk mengantarkan Chelsea ke kamarnya.
sementara Olivia,Kenzo,felica, dan juga David kini duduk di sofa besar di ruang tamu.
Kenzo menatap tajam David saat tengah berbincang dengan istrinya, membuat David sedikit menelan ludahnya dengan kasar.
Kenzo semakin memeluk istrinya sangat posesif. sementara Olivia yg menyadarinya merasa jengah dengan suaminya. padahal ia hanya membahas tentang perpindahan sekolah Chelsea di sekolah Alberto yg dulu.
__ADS_1
kebetulan itu milik Kenzo. jadi Chelsea bebas melakukan apapun dan tidak ada yg berani membuly nya.
"hubby, apa kau ingin sesuatu" tanya Olivia berusaha menetralkan emosi suaminya.
"bro, kalau kau bersikap seperti ini padaku bisa bisa aku tidak betah tinggal disini" ujar David menggelengkan kepalanya.
"makanya tidak usah menatap istriku seperti itu" ujarnya membuat ketiga orang tersebut merasa bingung.
felica ingin sekali bertanya namun wanita itu tak berani saat berhadapan dengan seorang Kenzo Smith.
"hubby sudahlah"
"aku mengambilkan mu sesuatu ya" ujarnya agar suaminya tak marah lagi
Olivia menuju dapur untuk mengambilkan mereka jus. dengan peluang besar Kenzo pun mengancam suaminya yg tidak tidak.
"jika kau sekali lagi berani mendekati istriku, aku akan menghabisi mu" ujar Kenzo dengan ketus.
"bro apa kau gila? lagian aku sudah memiliki istri"
"tapi belum tentu kau setia"
perkataan Kenzo berhasil membuat felica menatap tajam suaminya. lagi lagi kini David berada di posisi yg sulit.
"apa salah ku ya tuhan, hingga kau memberiku ujian berat". batinnya
"apa itu benar panda?"
"tidak sayang, kau jangan percaya perkataan nya dia itu pria aneh"
__ADS_1