
π€π€π€
hari sudah sore.
sky kembali ke kediamannya dengan sekretaris nya.
ia disambut para pelayan namun ia tak membalasnya, ia langsung menuju kamar untuk menemui Luna.
ia membuka pintu kamar dengan perlahan dan menatap istirnya yang sepertinya tertidur pulas.
sky mendekat dengan perlahan, senyuman diwajahnya mengembang ia menatap wajah luna dari dekat.
ia mengusap lembut rambut indah itu mengganggu kenyamanan tidur sang istri.
Luna terkejut saat melihat wajah suaminya yang sangat dekat.
"sky, kau sudah kembali?"
sky hanya menganggu dan tersenyum kemudian pria itu menjauhkan tubuhnya dari istrinya dan membuka satu persatu pakaian yang di kenakan.
ia merasa sangat gerah saat ini, ia ingin membersihkan tubuhnya agar Kembali terasa segar.
"apa ada yang menyakitimu hari ini hmm" tanyanya menarik dagu itu dengan lembut agar menatap nya.
"tidak ada, tidak ada yang menyakitiku" ujar Luna tersenyum menutupi kebohongannya.
__ADS_1
sky tahu dimata Luna ada kebohongan, ia menghela nafasnya dengan berat. "jika ada yang menyakitimu maka katakan padaku, jangan kau berbohong atau aku yang akan menghukummu" ujar sky
luna menganggukkan kepalanya dan membalas senyuman suaminya, sky mendudukkan nya di pangkuannya.
"apa kau belum makan malam?"
"ohh tidak aku tertidur ibu pasti marah padaku" ujar Luna dengan cemas
"tidak usah takut, aku yang akan mengatasi ibu" sky kemudian menurunkan istrinya dari pangkuannya.
"aku ingin membersihkan diriku, kau tidak usah menungguku" sky berjalan menuju kamar mandi.
Luna menatap punggung kekar itu yang perlahan menghilang dari bilik kamar mandi, ia menyiapkan pakaian suaminya dan turun kebawah untuk menyiapkan makan malam
ia turun dengan perlahan melihat sekeliling namun tak menemukan ibu mertuanya Dita.
"enak ya jam segini baru keluar dari kamar, siapkan makan malam kamu pikir kamu nona muda disini" ujar Dita dengan sinis nya
"iya Bu ini Luna mau masak untuk makan malam" ujar Luna menggelengkan kepala seakan akan ini mension tidak ada pelayannya.
Luna melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membantu para pelayan.
...****************...
...****************...
__ADS_1
...****************...
semua kini telah berkumpul untuk makan malam.
Aran, wanita itu sengaja tinggal di mension agar dapat memisahkan Luna dengan sky.
"yah, besok bisa ga temani ibu belanja" ujar Dita pada suaminya.
"tidak bisa Bu, ayah harus melakukan meeting penting besok" ujar Michael pada istrinya.
"lagian ada Luna, ajak saja Luna" ujar Michael namun di balas tatapan sinis oleh istrinya.
"tidak..!!! bisa bisa reputasi ibu hancur membawa wanita ini kemana mana" ujar Dita dengan sinisnya.
"Bu kamu tidak boleh berbicara seperti itu, Luna ini menantu kamu berapa kali sih ayah ingatkan agar jaga bicaramu"
"sampai kapan pun aku tidak akan pernah menganggapnya sebagai menantu"
Aran tersenyum kemenangan, ia menatap Luna dengan tatapan mengejek seolah olah ia di atas Luna sekarang, dan akan mudah ia menikahi sky.
"dan kau sky, kamu harus segera menikah Aran meski harus menjadi istri ke 2"
Luna terkejut mendengarnya, bisa bisanya ibu Dita mengatakan hal sekejam itu padanya, setiap wanita pasti akan sedih mendengarnya suaminya akan menikah lagi.
ia berusaha menahan air matanya, kemudian ia meninggalkan semua orang yang berada di meja makan.
__ADS_1
Michale yang melihat menantunya pergi merasa geram pada istrinya.
"bisa tidak kamu itu menghargai perasaan menantu Kita" Michael meninggalkan meja makan karna mood nya Kemabli buruk karna istrinya