
π€π€π€
"felica bisakah kita nanti berbicara sebentar"
"baiklah setelah makan siang kita akan berbicara di ruang kerjaku"
"baiklah" tampak pria itu gugup membuat felica kebingungan.
"apa kau baik baik saja"
"iya aku baik baik saja"
kini mereka bertiga pun makan dengan tenang. tampak Chelsea menikmati steak salmon miliknya. felica menjadi teringat David setiap Chelsea memakan steak salmon, sebab pria itu menyukainya juga.
"dia seperti Dedy nya"
"maksudnya"
"makanan kesukaan David sup ayam dan daging salmon"
Chelsea tidak mendengarkan perbincangan felica dan Xavier, gadis itu memilih sibuk memakan makanannya bahkan tidak menoleh sedikitpun pada felica dan xavier. bahkan tidak menawari jika berurusan dengan salmon.
biasanya gadis kecil itu selalu berbagi dengan semua orang saat ia memegang makanan. namun saat makanannya daging salmon Chelsea tidak akan memberikannya pada siapapun kecuali dirinya dan momy nya.
"apa kah rasanya enak"
"enak uncle"
"baiklah uncle akan memberikanmu daging salmon setiap hari"
"makasih uncle"
...βοΈβοΈβοΈ...
__ADS_1
selesai makan.
kini felica dan Xavier berada diruang kerjanya.
mereka duduk saling berhadapan, tampak pria itu merasa canggung dan sedikit gugup.
"apa yang ingin kau katakan"
"emm..felica..ak-aku..bisakah kau menerima tawaranku, tidak mungkin kau belum melupakan cintamu pada David"
"maksudmu"
"menikahlah denganku aku berjanji akan merawatmu dan anakmu"
"tapi apa kau mau wanita seperti ku, kau tau? aku masih istri nya tuan David"
"aku tidak perduli meski aku jadi yg ke dua felica"
"aku tidak bisa membawamu masuk kedalam kehidupanku Xavier. dan untuk semuanya aku sangat berterimakasih padamu. kau membantuku mengembangkan usahaku di berbagai pesat kota dan ini semua karna bantuanmu"
"aku akan menunggu saat perceraian mu felica"
"kau yakin..???"
"aku yakin, saat kau sudah bercerai dengan David kita harus menikah"
"aku tidak tau Xavier, semua tergantung anakku"
"huft..aku yakin Chelsea mau menerima diriku sebagai ded nya"
mereka berbincang bincang cukup lama, hingga tanpa mereka sadari Chelsea keluar apartemen bermain dengan Lia kucing kecilnya.
tiba tiba 2 orang pria mendekatinya nya, seketika Chelsea ketakutan menatap kedua pria tersebut.
__ADS_1
"jangan takut sayank, kemarilah sama uncle" ucap Aldo selembut mungkin agar Chelsea tidak takut.
"uncle siapa..???"
melihat kemiripan di wajah Chelsea dengan David, Aldo yakin Chelsea anak David.
"apa kau Chelsea"
"dari mana uncle tau nama Chelsea"
"tentu saja tau, kemari sayang ini Dedy" ujar David mendekati putrinya
"Dedy..??? tapi momy bilang Dedy Chelsea keluar negri" ujar menatap David dengan tajam membuat gadis kecil itu semakin mirin dengannya.
David menggendong tubuh anaknya membuat Chelsea berteriak meminta dilepaskan. sementara lagi lagi Aldo menggelengkan kepalanya melihat tuan ya lagi lagi arogant.
"Chelsea....liat muka Dedy sama ga sama Chelsea"
"kenapa uncle bisa mirip Chelsea"
"karna uncle Dedy Chelsea"
Chelsea tersenyum senang dan memeluk pria itu. menumpahkan kesedihannya.
"kenapa Dedy ga tinggal sama momy..??? Chelsea di ejek teman teman. dikira tidak punya dedy"
"maaf sayang, itu karna Dedy tidak tau keberadaan Chelsea"
"mengapa Dedy tidak tau"
"em...mak-maksud Dedy, Dedy keluar negri untuk mengurus bisnis sayang"
"Dedy janji ya, mulai sekarang ga ninggalin Chelsea"
__ADS_1
"iya sayang"