Wife CONSIDERED GARBAGE

Wife CONSIDERED GARBAGE
Episode 51


__ADS_3

πŸ–€πŸ–€πŸ–€


felica merasa kasihan dengan suaminya, namun rasa kesal dan benci sudha memenuhi hatinya. meski di hati yang terdalam terdapat rasa sedikit cinta,namun felica mengikuti ego nya.


"apa aku harus benar benar mati untuk mendapatkanmu"


"tidak...!!! kau berbicara apa"


"aku mohon, apa kau menginginkan perusahaan ku..??? aku akan membalik nama perusahaan ku dengan namamu"


felica semakin terkejut, bisa bisanya suaminya menyerahkan perusahaannya yg hampir sama dengan perusahaan Kenzo Smith


"tidak perlu, aku sudah memiliki butiq" felica berusaha mendorong tubuh besar suaminya.


"aku mohon maafkan aku"


felica tidak bisa menolak suaminya lagi, ia pun hanya bisa menghela nafas dengan berat.


perlahan wanita itu membalas pelukan suaminya dan mengelus dengan lembut.


"kau jahat padaku tuan"


"maafkan aku felica"


"kau membuatku sangat terhina, kau juga menjadikanku sebagai pelampiasan amarahmu"


felica kembali menangis,kini sepasang sejoli itu mulai berbaikan dan saling menumpahkan air mata.


"semoga hatiku dapat menerimamu tuan, meski kau jahat padaku dahulu"


"bagiku, semuanya sudah impas felica, kau sudah meninggalkan ku selama 5 tahun penuh"

__ADS_1


David mengeratkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di benda favoritnya yg dulu selalu ia nikmati.


felica mengelus perlahan rambut hitam itu, semakin membuat pria itu sesegukan.


"kau memafkanku...?" ujar David menatap istrinya dan dibalas anggukan kepala kecil itu.


David tersenyum senang, ia mencium pipi gembul istrinya dengan gemas dan memeluk erat enggan untuk melepaskan.


"aku berjanji akan membuatmu bahagia, I love you for the rest of my life"


"emm...aku akan berusaha membuka hatiku untukmu tuan"


"mulai sekarang jangan panggil aku tuan"


"lalu aku harus memanggilmu apa..???"


"terserah mau saja sayang"


"ck, mengapa kau memanggilku dengan sebutan aneh itu"


"karna matamu kini sepeti orang tidak terawat panda...ahhaha" ujar felica tertawa puas dan dibalas senyuman mengembang.


"terserah padamu sayang"


...****************...


...****************...


...****************...


...****************...

__ADS_1


hari sudah siang.


kini mereka menunggu di ruang tamu untuk menyambut kedatangan Kenzo dan Olivia.


tak lama, sebuah Lamborgini mewah terparkir di depan mension.


dan seorang wanita cantik dan pria tampan turun dari mobil diikuti seorang pria berumur 10 tahun.


"felica" ujar Olivia memeluk sahabatnya dengan erat dan menangis.


sementara Kenzo kini menatap tajam David, menurut Kenzo karna David lah istrinya menangis. namun yang ditatap tajam tidak memberikan reaksi apapun.


kini mereka sama sama menuju sofa untuk membahas hal pribadi. Alberto, sang pria kecil yg tampan dan sangat dingin kepada siapapun kecuali pada orang tuanya.


"nak, pergilah ke atas temui Adikmu"


"aku rasa tidak perlu mom, karna aku ingin ke taman untuk menghirup udara segar" ujar alberto mencium pipi ibunya.


"hei, berani sekali kau mencium mom oliv"


"apa aku tidak boleh mencium momy ded?"


"tidak boleh, hanya Dedy yg boleh mencium momy"


"ckck baiklah, di depan Dedy Alberto tidak akan mencium momy, tapi saat Dedy bekerja Alberto akan mencium momy sepuasnya" ujar Alberto tertawa dan berlari meninggalkan mereka.


"lihat saja, Dedy tidak akan mengajak mu menonton bola lagi"


Kenzo menatap punggung anaknya itu dengan kesal, sementara ke tiga orang kini menatapnya sembari menggelengkan kepalanya. melihat sikap posesif Kenzo pada istrinya.


"hubby, bahkan dengan anakmu kau cemburu"

__ADS_1


"aku hanya tidak ingin milikku disentuh siapapun kecuali aku, meskipun ia anakku dear" ujar Kenzo memeluk istrinya dengan mesra


__ADS_2