
π€π€π€
"ku mohon maafkan aku felica"
"aku sudah memafkanmu dari dulu tuan, tapi bukan berarti aku menerimamu kembali di hatiku, aku sudah pernah mengatakannya padamu jika pintu hatiku telah tertutup dan tidak ada kesempatan untukmu lagi"
"aku tau itu, tapi perlahan kau pasti akan mencintaiku"
"itu tidak mungkin tuan kau sudah menggores hatiku sedalam dalam nya, kau menganggap ku sebagai penghangat ranjang mu, bahkan kau membayarku karna aku berhasil memuaskan mu dan itu membuatku sangat sakit"
"kau boleh membalasku felica, tapi aku mohon jangan pisahkan aku dengan Chelsea aku sangat menyayangi nya"
"kau tidak berhak melarangku memisahkan mu dengan anakku tuan karna aku yg membesarkan nya sendirian"
"sama halnya felica kau tidak berhak memisahkan aku dengan Chelsea karna dia darah daging ku" ujar David menggebu gebu
"heh! darah daging? lalu sebutan apa dulu saat kau menyuruhku untuk meminum pil darurat tuan?"
"itu kesalahanmu felica andai kau tetap meminumnya mungkin Chelsea tidak ada saat ini"
"cihh...kau pria arogant tuan aku membencimu"
"dan orang yang kau benci ini adalah suamimu felica"
"aku tidak akan pernah menganggap mu sebagai suamiku lagi tuan"
"aku tidak perduli, aku bersumpah akan merebut cintamu"
David tampak bersikeras, tak peduli apapun yg harus ia lakukan asalkan itu bisa membuat felica kembali kepadanya.
"aku akan mengambil hak asuh Chelsea jika kau tidak mengizinkan mu bertemu dengannya" bisik pria itu di telinga felica
__ADS_1
"APA APAAN KAU..!!!" felica menatap kecewa kearah sang suami yg hendak mengambil hak asuh anaknya, dan felica tidak mau akan hal itu.
"apa kau pikir Chelsea ingin hidup denganmu tuan..??"
"Chelsea pasti akan mau ikut denganku karna kami sudah lama tidak bertemu"
felica. tidak memiliki pilihan lain selain mengizinkan David menemui anaknya dari pada ia harus kehilangan Chelsea putri tercintanya.
"baik aku akan mengizinkanmu untuk bertemu Chelsea setiap hari, tapi tidak dengan hatiku"
"terimakasih sayang" ujarnya mencium telinga felica dengan lembut namun segera di tepis kasar oleh wanita itu
...****************...
...****************...
...****************...
tampak Chelsea yg habis menangis karna ingin bertemu David dan juga felica.
ketiga orang tesebut menunggu mereka di ruang tamu.
"Dedy" panggil Chelsea sembari berlari memeluk David.
"iya sayang"
"mengapa Dedy dan momy lama"
"maaf sayang tadi Dedy ada urusan sebentar yaa"
Aldo menatap jengah ke arah David sebab pria itu yakin tidak mungkin ada urusan di dalam kamar. sementara David yg mengerti tatapan asisten nya langsung menatapnya tajam.
__ADS_1
"cihh aku tau pikiran mesummu"
"maksud anda tuan"
"mau pasti berfikir yang tidak tidak kan"
"eh tidak,aku tidak berfikir apa apa kok tuan"
"Dedy hari ini aku mau jalan jalan sama Dedy, boleh kan"
"minta izin sama momy dulu sayang"
"momy boleh kan"
"tidak! diluar berbahaya aku takut kau kenapa napa"
"felica, izinkan saja kan aku yg menjaganya"
"jika aku bilang tidak ya tidak" ujarnya dengan nada tinggi
"felica mengapa kau keras kepala, Aldo..!!!"
"iya tuan"
"siapkan mobil, aku akan pergi membawa Chelsea jalan jalan" ujarnya tak terbantahkan.
"tidak, jika aku bilang tidak berarti tidak. kau tidak bisa memaksaku David..!!!"
"jika kau terus seperti ini aku akan mengambil hak asuh anakku"
perkataan David langsung membuat felica bungkam, dan mau tidak mau felica mengizinkan Chelsea pergi bersama David.
__ADS_1